Perhatianmu

1028 Kata

Wajah Rafli nyaris tak bisa menyembunyikan gejolak yang menyeruak di dadanya. Malam itu ia berbaring di kamar dengan lampu yang sudah lama padam, tapi matanya tak kunjung terpejam. Rumah ini sepi tidak seperti dulu, saat ada Melati. Walaupun mereka tidak satu kamar, tapi rumah ini tetap terasa hidup. Bayangan perut Melati yang sudah tampak membulat seolah-olah hadir di pelupuknya, bersamaan dengan suara lembut Dokter Edward yang menjelaskan apa saja yang biasanya dirasakan seorang ibu hamil di usia empat bulan. Degup jantung Rafli tak pernah beraturan tiap kali mengingatnya. Ada semacam rasa haru bercampur sesal yang menyatu, membuatnya kian sulit membedakan mana yang lebih mendominasi. Haru, karena ternyata ia akan menjadi seorang ayah. Sesal, karena tak berada di sisi Melati sejak awa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN