*ujian terakhir*

591 Kata
"Aisyah cepat keluar dan sarapan, nanti Haris menunggu kamu lama " jeritan ibu Aisyah sudah terdengar "Iya ma ini sedikit lagi" sahut Aisyah sambil membawa tas ranselnya Hari ini terakhir ujian, akhir yang menentukan buatku. Setelah berpikir semalaman aku memutuskan untuk berbicara dengan Radit dan menyampaikan perasaan ku. Hatiku terasa berbunga bunga memikirkan nya. "Seperti nya ada yang lagi berbunga bunga ni ... ckckckkc" ucap Indri "Aisyah hanya senang ma, karena ini hari terakhir ujian dan besok penentuan beasiswa ku" Aisyah terpaksa berbohong agar tidak di ledeki ibunya "Wahhh semangat ya sayang, mama akan bekerja lebih giat lagi untuk kebutuhan mu kalau tidak dapat beasiswa" ucap Indri dengan senyum mengembang "Terimakasih mamaku sayang" ku peluk mama dan mencium pipinya dengan mata berbinar Aku tidak ingin mengecewakan mama. Sejak kecil mama menjadi ibu sekaligus Ayah bagi ku. Aku menganggap laki laki berengsek itu sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dia telah meninggalkan mama saat hamil besar dan pergi dengan mantan yang amat dicintainya. Aku sampai di kelas sebelum waktu masuk sekolah. Hanya ada beberapa murid yang sudah datang, aku mengedarkan pandangan tapi Radit belum muncul. "Aisyah... Aisyah... huft huft" ucap Sarah terengah engah masuk ke kelas "Pelan Sarah nanti kau terjatuh" ucap Aisyah mengingat kan Sarah "Ada kabar penting" Sarah "Maksudnya?"Ucap Aisyah "Radit akan melanjutkan pendidikan ke Faris" bisik Sarah di telinga ku Hatiku terasa hancur berkeping keping mendengar kabar dari Sarah. Setelah semalam aku berpikir terasa sia sia Sekarang. Entah kenapa aku menjadi tidak rela jauh dari Radit tapi aku tidak ada hubungan apapun dengannya. "Lalu apa urusannya dengan ku" Ucap Aisyah menunjukan wajah cuek "Ya ampun, ini kesempatan terakhir mu Aisyah" ucap Sarah sambil menarik pipiku Dalam hati kecil, aku sangat berharap bisa mengatakannya tapi aku tidak boleh egois. Biar Radit pergi melanjutkan pendidikan untuk mengejar cita citanya. Apapun yang terjadi nanti aku harus tetap mengatakan pada Radit karena yang ku tahu tidak baik memendam perasaan. Setelah pulang sekolah aku memutuskan untuk berbicara padanya. Ku edar kan pandangan ke setiap sudut kelas, tidak ku temukan Radit disana. Sampai di gerbang sekolah Radit bersama seorang gadis cantik, tidak lama kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Harapan ku semakin sirna saat gadis cantik itu memeluk lengan Radit. Mungkin itu kekasih Radit, tidak mungkin juga Radit akan melirik ku. Batin ku berkata demikian *** "Assalamualaikum... tumben mama pulang awal?" salam Aisyah saat memasuki rumah dan melihat mamanya duduk di ruang tamu sambil menonton TV. "Wa'alaikumsalam... iya majikan mama harus keluar kota untuk beberapa hari ke depan. Jadi mama di berikan cuti untuk itu." senyum Indri yang mengembang " Kamu ganti baju dulu, biar mama siapin makan siang" lanjut Indri "Wahhh... Harum masakan mama selalu membuat ku merasa lapar. hihihi" sahut Aisyah menuju kamarnya untuk berganti bajunya " Kamu diminta Bu Ratna untuk membantu membuat kue pesanannya" ucap Indri "Iya ma ... sehabis makan Aisyah kerumah bu Ratna" sahut Aisyah keluar dari kamarnya Ku langkahkan kaki menuju rumah bu Ratna. Rumah bu Ratna hanya berjarak dua rumah dari rumahku. Sepulang sekolah aku sering membantu bu Ratna membuat kue untuk menambah ongkos sekolah ku. "Assalamualaikum..." "Wa'alaikumsalam Aisyah akhirnya kamu datang juga, ibu sudah menunggu mu dari tadi" balas Bu Ratna "iya bu, Aisyah baru pulang sekolah dan langsung kerumah ibu" ucap Aisyah Aku melanjutkan beberapa pekerjaan bu Ratna, lalu bu Ratna mengerjakan yang aku belum kusai. Kami memang berbagi tugas jika pesanan banyak. Aku sudah bisa membuat kue walaupun sedikit dan rasanya tidak kalah dengan buatan bu Ratna. Aku sudah seperti anak sendiri bagi bu Ratna. Tanpa ku sadari ada seseorang yang memperhatikan ku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN