Dream Kiss

1234 Kata

Perasaan apa ini,  mengapa seolah tubuhku tidak ingin menghindar. Bertemu pandangan yang menghipnotisku untuk terpejam, mengikuti bisikan hati tanpa bisa mengelak. Merasakan embusan nafas yang kuhafal meski kenangan terhapus dalam ingatan.  Apa benar dulu aku mencintainya? Seharusnya ini adalah pembuktian perasaanku yang sesungguhnya pada Tan. Membiarkan kulit bibir kami mulai bersentuhan. Merasakan darahku mengalir begitu cepat,  seperti gerakan gelombang elektromagnetik memencar ke seluruh tubuh,  membuat hidungku tergelitik penuh rasa gatal. Dan...   “Ha ... Haaatchi!” Bulir-bulir melayang tepat ke wajah Tan tanpa bisa menghindar.   Wajah tanpa ekspresinya kini sulit di gambarkan. Dia melap wajahnya yang basah terkena semprotan air liur, “Bagaimana kamu bisa bersin dalam situasi se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN