First Date

1869 Kata

Buku apa yang harus kupilih,  bukannya ini cuma alasannya saja agar Bin bisa dekat denganku. Hihi... Hooh! Ya ampun!  Pipiku panas setiap kali membayangkan hal ini terjadi.  Ini, ini ...  Seperti kisah cinta guru dengan muridnya. Kyaa! Seperti cerita di komik-komik yang pernah aku baca. Beginilah watu untuk mencuri-curi kesempatan bertemu. Kuintip Bin dari balik rak buku,  seperti ada gelembung busa melayang di sekitar wajahnya yang berbinar seperti namanya.  Rasanya aku ingin mendekat dan memecahkan gelembung itu satu persatu.  Melap wajah itu saat gelembung  menempel pada pipinya.   Tuk tuk tuk!   Kuketukkan  kepala pada sisi rak,  namun tetap saja tidak bisa menormalkan detak jantung yang tidak beraturan berdetak. Kuremas d**a,  sambil menarik napas panjang. Mengintip Bin kembali.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN