Buku apa yang harus kupilih, bukannya ini cuma alasannya saja agar Bin bisa dekat denganku. Hihi... Hooh! Ya ampun! Pipiku panas setiap kali membayangkan hal ini terjadi. Ini, ini ... Seperti kisah cinta guru dengan muridnya. Kyaa! Seperti cerita di komik-komik yang pernah aku baca. Beginilah watu untuk mencuri-curi kesempatan bertemu. Kuintip Bin dari balik rak buku, seperti ada gelembung busa melayang di sekitar wajahnya yang berbinar seperti namanya. Rasanya aku ingin mendekat dan memecahkan gelembung itu satu persatu. Melap wajah itu saat gelembung menempel pada pipinya. Tuk tuk tuk! Kuketukkan kepala pada sisi rak, namun tetap saja tidak bisa menormalkan detak jantung yang tidak beraturan berdetak. Kuremas d**a, sambil menarik napas panjang. Mengintip Bin kembali.

