“Semangat Moon!” Kukepalkan tangan menggerakkannya ke atas. Menyemprotkan sabun pembersih pada cermin. Menengok bayangan Bin di cermin besar yang sedang kulap. Bagai ingin menyentuh bulan namun apa lah daya tangan tak sampai, seperti itu juga aku hanya bisa menyentuh wajah Bin dari cermin. Untung saja dia tidak lihat aku sedang mengusap-usap wajahnya di kaca. Kugigit bibir merasakan hati yang getir. Oh, malang sekali nasibmu Moon! Bin bersandar pada pintu menggulir gawainya, mengapa dia terlihat keren dari angle mana pun. Tubuh Bin kini lebih kekar berisi, terlihat ketika ia menggulung tangan kemejanya, lengannya begitu kokoh apalagi bahunya yang tegap membuatku ingin bersandar di sana. Kak Bin... Ish, Bukan! Oppa ... Itu terlalu berlebihan! Mmm, Noe Bin ..

