Kiem Mo dan Kim To tak berkedip memandang ke arah Xing Zaolin, sepasang pedang pendek naga hitam, masih terus berputar di kedua tangan Xing Zaolin.
“Kau jangan terpaku dengan pedang, lihat gerakan tangan nya,” Kiem Mo berkata.
Betul paman, jurus pedang pemuda itu sangat aneh serangan nya susah di tebak, agak nya hanya ketua yang tahu ilmu pedang apa yang digunakan oleh pemuda itu.
Bersiaplah..!!
Kim To dan Kiem Mo menyerang Xing Zaolin dari arah yang berlawanan.
Xing Zaolin menghindari serangan yang mengarah ke kepala dari sambaran pedang hitam si pedang iblis, kemudian menangkis serangan ke arah pinggang yang di lakukan oleh Kim To.
Kim To menarik serangan nya, karna sudah merasakan ketika pedang pendek mereka bertemu, pedang dan tangan nya selalu bergetar.
Sementara itu si pedang iblis dengan gencar menyerang Xing Zaolin, kakek itu sangat penasaran, dunia persilatan tahu siapa diri nya dan ilmu pedang iblis yang ia gunakan jarang menemui tandingan selain si pedang langit yang berhasil menaklukkan nya.
Kali ini ada seorang pemuda yang di serang oleh mereka berdua, tapi masih bertahan dan balik menyerang ke arah kedua nya.
Xing Zaolin hanya memakai dua jurus, putaran dewa pedang dan selaksa pedang melawan Kiem Mo dan Kim To.
Aura pembunuh Kiem Mo yang keluar dari pedang iblis membuat penyerang merinding dan merasa jeri, tapi itu tak berlaku untuk Xing Zaolin karna tenaga dalam jubah emas melindungi Xing Zaolin dari aura pembunuh yang keluar lewat pedang iblis, dan itulah yang membuat Kiem Mo semakin gencar menyerang Xing Zaolin, kakek itu penasaran karena aura pembunuh milik nya seperti tak membawa pengaruh apa-apa terhadap pemuda itu.
Pedang hitam dan pedang lentur dari kedua pendekar pedang terus mendesak Xing Zaolin, kedua nya terus mengeluarkan jurus-jurus andalan mereka untuk menjatuhkan Xing Zaolin.
Kaki Kiem Mo menyambar kaki Xing Zaolin sementara pedang panjang berwarna hitam menyambar ke arah perut Xing Zaolin.
Trangg.
Xing Zaolin lompat menghindari serangan kaki Kiem Mo dan menangkis pedang milik kakek itu.
Kim To yang melihat punggung Xing Zaolin lowong, langsung menyabetkan pedang lentur nya.
Sriiing, breeaat.
Xing Zaolin menangkis serangan pedang lentur Kim To yang ke arah punggung, tapi ketika pedang akan bertemu, pedang Kim To dari keras menjadi lentur dan melengkung menyambar bahu Xing Zaolin dari belakang.
Breett.
Baju di bahu Xing Zaolin sobek terkena tusukan pedang Kim To.
Kim To malah terkejut walaupun berhasil membuat baju belakang Xing Zaolin sobek.
Tadi dengan jelas ia menusuk bahu pemuda itu, tapi entah kenapa pedang nya seperti tergelincir dan menyamping sehingga hanya baju belakang pemuda itu yang sobek.
Xing Zaolin langsung menyalurkan tenaga dalam jumah emas tahap ketiga. Yaitu tubuh emas, sehingga pedang Kim To tak bisa melukai Xing Zaolin.
Kim To ketika tak melihat darah keluar dari bahu belakang Xing Zaolin, melesat dan berdiri di samping Kiem Mo.
“Paman! Pemuda itu seperti nya tak mempan senjata, jelas sekali pedang cambuk ku ini menusuk bahu belakang tubuh nya tapi tak ada darah yang keluar,” Ujar Kim To.
“Aku melihat hawa berwarna emas terpencar ketika kau menusuk bahu pemuda itu.”
“Dahulu hanya kalangan pendeta tinggi saja yang sanggup mempunyai tenaga dalam seperti itu, tapi kenapa bocah yang masih bau kencur ini bisa memiliki tenaga dalam suci milik para pendeta sedangkan ia bukan pendeta,” Pedang iblis berkata kepada Kim To.
“Apakah tenaga dalam cusi yang menjadi legenda puluhan tahun silam kitab nya di perebutkan dan hancur, kabar nya ilmu tenaga dalam itu telah lenyap,” Ujar Kim To dengan wajah pucat.
“Kau benar, kitab nya memang sudah hancur, tapi isi nya telah di pelajari oleh seseorang, aku di beri tahu oleh Cengcu cerita ini,” Pedang iblis berkata.
“Hati-hati, jika benar tenaga dalam pemuda itu seperti apa yang aku duga, hanya tenaga dalam tingkat tinggi saja yang dapat melukai pemuda itu, tenaga dalam mu yang sudah tinggi saja tak mampu menggores kulit nya.”
“Serang bagian terlemah dari tubuh nya, biar aku yang bikin dia sibuk,” Kim To mengangguk mendengar perkataan dari pedang iblis, kedua nya lalu memasang kuda-kuda dan bersiap.
Sementara itu Xing Zaolin sangat gusar, wajah nya merah dan terlihat dingin sambil menatap kedua musuh nya.
Hmm..!!
“Jadi benar orang-orang selaksa pedang, suka menyerang dari belakang dan kau tak bisa mungkir, karna kau sendiri yang mengalami nya.”
“Anak muda! Berbeda situasi dan keadaan, orang akan mengerti dengan apa yang kami lakukan. Kami melakukan nya untuk bertahan hidup,” Pedang iblis berkata.
“Baik, kau bertahanlah untuk hidup jika kau bisa,” Ujar Xing Zaolin sambil menatap tajam ke arah pedang iblis dan Kim To.
Xing Zaolin memasang kuda-kuda, dengan sepasang pedang naga hitam bersilang di depan d**a, Xing Zaolin tersenyum sinis ke arah musuh nya.
Hiaaat..!!
Xing Zaolin kedua tangan nya yang menyilang mengibaskan ke arah pedang iblis dan Kim To.
Dua buah angin hitam keluar dan melesat dengan cepat ke arah kedua musuh nya itu.
Pedang iblis bergerak ke kanan sementara Kim To ke kiri, menghindari pukulan dewa angin yang telah di salurkan melalui sepasang pedang naga hitam.
Xing Zaolin melesat ke arah pedang iblis, bila yang terkuat sudah ia habisi, lalu menghadapi Kim To adalah gampang, pikir Xing Zaolin.
Dengan jurus selaksa pedang, pedang di tangan kanan Xing Zaolin menyambar ke arah d**a pedang iblis, sementara pedang di tangan kiri berputar di tangan, bersiap menangkis juga bisa menyerang.
Pedang iblis terpaksa memutar pedang hitam nya di depan d**a, melihat puluhan pedang menyerang ke arah diri nya, dia tau yang menyerang hanya satu pedang tapi pedang iblis tak tahu mana yang asli menyerang ke arah diri nya.
Trang..!!
Dua pedang hitam bertemu di depan d**a kanan pedang iblis, pedang yang berputar di tangan kiri berhenti dan menusuk ke arah pinggang.
Kim To melihat pedang Xing Zaolin masih menempel, dan kawan nya si pedang iblis tak bisa menghindari dari tusukan pedang yang menyerang dari kiri.
Kim To menyabet kan pedang cambuk nya ke arah kepala Xing Zaolin.
Whuuut..!!
Xing Zaolin yang merasakan sambaran angin ke arah kepala, Xing Zaolin mendengus sambil menarik nafas, Xing Zaolin lalu berputar. Jurus ketiga sepasang pedang dewa di gunakan oleh Xing Zaolin, sepasang pedang pendek naga hitam bertambah panjang karna telah di lapisi hawa pedang, berputar dan mengeluarkan suara gemuruh dan kabut hitam, bergulung layak nya seekor naga hitam yang sedang mengamuk.
Wajah Kim To pucat melihat ilmu dasyat yang di pakai menyerang ke arah nya, karna tak melihat pedang pendek Xing Zaolin yang tertutup kabut berwarna hitam, Kim To hanya bisa pasrah menerima kematian dan tak tahu di bagian mana tubuh nya akan terkena sabetan pedang pendek Xing Zaolin.
Traang..!!
Sebuah pedang putih menyambar dan langsung menahan pedang naga hitam Xing Zaolin yang sebentar lagi akan memenggal kepala Kim To.
Xing Zaolin merasakan getaran hebat akibat beradu nya pedang, lalu menyabetkan pedang yang berada di tangan, ke arah orang yang menahan pedang nya.
Breeet..!!
Kemudian lompat ke belakang, sambil bersiap, pedang pendek naga hitam tampak berkilat di selimuti hawa hitam yang seperti keluar dari sepasang pedang pendek milik Xing Zaolin.
Kakek berpakaian abu dengan penampilan ala pendeta Tao telah berdiri di antara mereka yang bertempur, sambil memegang pedang yang berwarna putih dan gagang nya mirip dengan pedang milik Xing Zaolin.
Pedang iblis, Kim To dan orang-orang perkampungan selaksa pedang memberi hormat kepada kakek itu, sambil berkata.
“Cengcu.”
Kakek itu mengangguk, lalu menatap Xing Zaolin sambil tersenyum, raut kesabaran terpancar dari wajah yang tua dan selalu tersenyum, lalu kakek itu berkata.
Hamba pedang langit, Cengcu sementara di perkampungan selaksa pedang.
“Melihat sepasang pedang pendek naga hitam dan pewaris dari dewa pedang, hamba ingin bertanya?” Pedang iblis, Kim To dan anggota perkampungan selaksa pedang terkejut mendengar di sebutnya pewaris dari dewa pedang.
“Apa yang hendak kau tanyakan?” Ujar Xing Zaolin.
Pedang langit tersenyum dan menjawab perkataan Xing Zaolin.
“Apa Cengcu akan membunuh anak buah sendiri?”