Menuju Perguruan Api Suci

1489 Kata
“Dasar lelaki tua tak tahu diri, jika aku tahu akan begini jadi nya, waktu itu ku bunuh saja Kim To,” Ujar Xing Zaolin. “Apa ada yang tahu dimana letak perkampungan selaksa pedang?” Xing Zaolin berkata. Tapi tak ada satupun yang jawab perkataan Xing Zaolin. “Xing Zaolin, bukan kah nona Ling Ling ada di perguruan api suci, bagaimana jika kita ke sana, menanyakan langsung. Kakek juga pasti tau letak perkampungan selaksa pedang.” Xiao Chen berkata. Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan dari Xiao Chen. Masih terbayang di pelupuk mata Xing Zaolin, manja nya Ling Leng dan kerlingang Ling Lung yang menggoda. Xing Zaolin mengepalkan tangan nya. “Apakah jauh dari Changsa?” “Perguruan api suci tiga hari perjalanan dari sini ke kota Shincang,” Khe Han Ci berkata menjawab perkataan Xing Zaolin. Nona Xiao Chen, kita berangkat sekarang. “Bawa petunjuk jalan, nona Xiao Chen belum tentu tahu jalan menuju Shincang,” Khe Han Ci berkata. “Tidak usah paman, kami akan menanyakan saja di jalan, dan agak nya kami tidak memakai kuda, biar lebih cepat karna Xing Zaolin tidak mahir berkuda.” “Bagaimana jika satu kuda berdua, untuk menghemat tenaga?” Wajah Xiao Chen langsung merah mendengar perkataan Xing Zaolin yang polos, satu kuda berdua otomatis badan mereka akan saling bersentuhan, membayangkan hal itu, tubuh Xiao Chen agak gemetar. “Kalo Xing Zaolin mau, aku juga tidak keberatan,” Xiao Chen berkata pelan. Ciiss..!! “Bilang saja ingin berduaan dengan Xing Zaolin!” Suara pelan nyaris tak terdengar keluar dari mulut Khe Hu. “Bangsawan Khe, apa mengerti dengan perkataan tadi di dalam?” Xing Zaolin berkata. “Aku mengerti, jadi apa yang harus aku lakukan?” Ujar Khe Han Ci. “Bangun kembali rumah hiburan surga malam, kalau bisa lebih mewah dari yang sudah terbakar,” Xing Zaolin berkata. “Baik,” Khe Han Ci berkata sambil menyodorkan tangan nya. Xing Zaolin mengerutkan kening nya, melihat tangan Khe Han Ci berada di depan nya. “Kenapa dengan tanganmu?” “Bukankah kau menyuruh aku membangun kembali rumah hiburan surga malam.” Mana uang nya, Khe Han Ci berkata. “Apa kau lihat aku punya uang?” Ujar Xing Zaolin. “Tidak,” Jawab Khe Han Ci. “Lalu kenapa kau minta padaku?” Xing Zaolin berkata kembali. “Lalu dengan apa membangun kembali rumah hiburan malam yang sudah terbakar?” Khe Han Ci berkata, mendengar ucapan Xing Zaolin. “Tentu saja dengan uangmu,” Xing Zaolin berkata. “Apa, apa kau bilang, bagaimana bisa! Kau pikir sedikit biaya untuk membangun rumah hiburan malam yang sudah habis terbakar itu,” Ujar Khe Han Ci. “Pakai saja dulu uangmu, nanti aku ganti,” Xing Zaolin berkata. Khe Han Ci tampak menghela nafas, mendengar perkataan dari Xing Zaolin, tapi akhir nya mengangguk, dan keluar ucapan dari mulut Khe Han Ci. “Baik, aku akan membangun rumah hiburan surga malam, tapi ingat! Kau berhutang banyak padaku,” Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan dari Khe Han Ci, sedangkan kakak beradik Khe An dan Khe Hu terkejut, ketika paman nya menuruti permintaan Xing Zaolin. Dalam hati mereka berdua tak habis pikir, kenapa paman mereka mau menuruti permintaan Xing Zaolin, karna membangun rumah hiburan surga malam membutuhkan biaya yang sangat besar, tetapi mereka tak berani menanyakan hal itu kepada paman mereka. Khe Hu tertawa dalam hati melihat Xiao Chen cemberut ketika duduk di atas kuda. Maksud dari perkataan Xing Zaolin tentang duduk berdua di atas kuda adalah dengan pemandu jalan yang tadi disebutkan oleh Khe Han Ci, karna Xing Zaolin berpikir, lebih baik bersama dengan orang yang sudah hafal jalan. Jadi tidak perlu bertanya lagi jalan ke kota Shincang yang bisa menghambat waktu perjalanan. Dan itu membuat Xiao Chen cemberut duduk sendirian di atas kuda. Dua ekor kuda berpacu dengan kencang berlari meninggalkan kota Changsa menuju ke arah timur, arah ke kota Shincang. “Paman! Jika ada jalan pintas masuk hutan atau gunung supaya cepat sampai di Shincang, ambil saja jalan itu.” “Tuan muda, kebetulan tak ada jalan pintas lagi selain jalan yang ada, karna ke Shincang dari Changsa, hanya ini jalan satu-satu nya yang tersedia,” Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan dari pemandu itu. Xing Zaolin duduk berdua dengan pemandu jalan yang sangat mahir berkuda, sambil mempelajari cara-cara berkuda yang benar, dan pemandu jalan mengajari cara-cara berkuda kepada Xing Zaolin. Hari kedua setelah mereka menginap di kota kecil yang berada di antara Changsa dan Shincang, ketika meninggalkan kota kecil itu, Xing Zaolin membeli seekor kuda dan mengendarai kuda sendiri, setelah mempelajari dan menekan perut kuda dengan tenaga dalam sesuai anjuran dari pemandu itu, agar kuda berlari sesuai dengan keinginan Xing Zaolin, perjalanan ke kota Shincang yang sudah menggunakan masing-masing se ekor kuda semakin cepat lagi. Tiga ekor kuda bergerak sangat cepat seperti di kejar setan, dan tanpa terasa mereka sudah memasuki perbatasan kota Shincang. Di perbatasan kota Shincang Xiao Chen mengajak Xing Zaolin istirahat, karna perut nya sangat lapar, dari pagi mereka berkuda tanpa henti. Xing Zaolin menuruti permintaan Xiao Chen, mereka istirahat di sebuah kedai, yang ada di sisi jalan di perbatasan kota yang akan menuju kota Shincang. Di perbatasan kota Shincang sudah di depan mata, Xing Zaolin menyuruh pemandu itu kembali ke Changsa karna tugas nya selesai, setelah membayar sesuai dengan harga kesepakatan yang sudah di janjikan sebelum nya, pemandu itu kembali ke kota Changsa. Xiao Chen sangat menikmati, menu yang tersedia di rumah makan itu, walaupun sederhana karna perut nya memang sudah lapar, menu sederhana jadi terasa nikmat. “Jika sabar, sebentar lagi kau tinggal pesan makanan lezat di Shincang kota kelahiranmu,” Ujar Xing Zaolin. “Aku ingin makan disini, karna jika di Shincang mungkin kita akan susah bersama seperti ini, dan lagi kakak Xing Zaolin akan meninggalkan Xiao Chen.” Setelah berkata Xiao Chen menundukkan kepala. Semua perasaan campur menjadi satu di hati gadis itu, malu, kecewa dan tak habis mengerti kenapa sikap pemuda ini seperti acuh terhadap nya, “Apakah aku kurang cantik di mata kakak Xing,” Xiao Chen berpikir dalam hati sambil melirik ke arah Xing Zaolin yang sedang minum arak. Pedagang dan para penduduk banyak yang berjalan kaki, melewati jalan di perbatasan kota Shincang. Xiao Chen setiap melihat orang yang berpakaian merah lewat, selalu menundukkan wajah seperti takut di kenali oleh mereka. “Ada apa denganmu?” Xing Zaolin berkata, melihat tingkat Xiao Chen. “Tidak apa-apa, mereka anak buah perguruan api suci, aku hanya tak ingin di ganggu oleh mereka,” Xiao Chen menjawab pertanyaan Xing Zaolin. Setelah selesai menyantap hidangan dan minum arak, Xing Zaolin dan Xiao Chen melanjutkan perjalanan kembali ke Shincang. Perguruan api suci terletak di pinggiran kota Shincang, sebuah lahan yang luas di atas bukit yang seperti di papas rata sehingga orang-orang yang datang dari bawah dengan mudah terlihat, dan bukit itu sangat pas menjadi markas utama perguruan api suci, perguruan terbesar saat ini di dunia persilatan. Kabar tersiar ketika Xiao Chen mulai memasuki kota, ketika mereka langsung ke markas perguruan api suci, Xin Cen sudah menunggu di depan gedung besar tempat ia tinggal. Xin Cen dan seorang pria paruh baya menyambut kedatangan Xing Zaolin. “Kakek, ayah! Xiao Chen berkata sambil memeluk pria paruh baya yang tak lain adalah ayah dari Xiao Chen.” “Selamat datang di tempat kami naga hitam, mari silahkan masuk! Kita bercakap-cakap di dalam saja,” Xin Cen berkata sambil tersenyum menatap ke arah Xing Zaolin. Setelah basa basi sebentar mereka lalu masuk ke dalam gedung. Sementara itu di luar gedung, di bawah pohon rindang dua pasang mata mengawasi kedatangan Xing Zaolin dan Xiao Chen. “Ini akibat kecerobohanmu tongkat setan, karna kau kurang teliti, Sekte Naga Merah masih ada penerus, melihat wajah pemuda itu, aku sangat yakin anak muda itu adalah putra Xing Fank, karna wajah mereka sangat mirip,” Seorang kakek tua yang wajah nya tertutup kerudung jubah warna merah, berkata kepada tongkat setan. “Maafkan aku yang mulia, agak nya dia adalah bocah yang dulu jatuh kejurang, hamba tidak menyangka jurang yang tak terlihat dasar nya tidak menewaskan putra Xing Fank,” Tongkat setan berkata. “Sebisa mungkin kau jangan sampai terlihat berada di sini.” “Tapi dengan kehadiran bocah itu, agak nya semakin mempermudah jalan kita untuk menghancurkan perguruan yang tidak sepaham dengan kita.” “Kim To menyerang rumah hiburan surga malam bersama dengan orang-orang kita yang menyusup di perkampungan selaksa pedang.” “Aku masih tak berani mengganggu perkampungan selaksa pedang, karna pedang langit yang memimpin perkampungan selaksa pedang dan anak buah nya bukan lawan enteng buat kita.” “Hancurnya surga malam adalah sebuah keuntungan, pemuda itu atau pedang langit yang akan hancur, adalah sutu keuntungan buat kita karna hambatan kita akan berkurang.” “Aku akan ke dalam, karna ketua Cen akan pasti mencari aku, kau pergi dari sini dan laksanakan apa yang kita rencanakan,” Ujar pria berkerudung merah itu sambil menatap tajam ke arah tongkat setan. “Kali ini jangan sampai gagal.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN