Terbukanya Sebuah Rahasia

2910 Kata
“Memberi informasi aku mati, tak memberi juga mati, lebih baik aku pilih mati saja, tapi apa kau sanggup membunuhku?” Men Yo berkata sambil menatap tajam ke arah Xing Zaolin. Hmm..!! “Jika itu pilihanmu, kita buktikan saja, aku sanggup apa tidak.” Xing Zaolin berkata. Xing Zaolin menggunakan satu pedang naga hitam di tangan kanan. “Julukan nya adalah golok angin, pasti ia mempunyai ke ahlian khusus yang ada angin dalam jurus golok nya, tadi ia belum mengeluarkan jurus andalan karna banyak anak buah nya yang mengeroyok ku, jadi tak leluasa,” Xing Zaolin berkata dalam hati. Men Yo memasang kuda-kuda sambil golok yang berada di tangan kanan, mengayun kesana kesini. Setelah melakukan pemanasan sebentar, Men Yo si pendekar golok angin menyerang Xing Zaolin. Syuuutt..!! Angin tajam mendahului tebasan golok Men Yo, yang mengarah pinggang kanan Xing Zaolin. Hmmm..!! “Rupanya hawa tenaga dalam yang keluar berbentuk angin, seperti yang tadi aku keluarkan,” Ujar Xing Zaolin dalam hati, sambil menghindari serangan Men Yo. Melihat serangan nya berhasil di hindari, golok Men Yo kembali menebas ke arah leher. Whuuutt, trang. Pedang pendek naga hitam kali ini menangkis serangan golok Men Yo. Men Yo kembali yang tak mengerti mengapa tenaga dalamnya kalah dengan Xing Zaolin yang berusia muda, terlambat untuk menarik serangan, tangan nya panas. Tapi Men Yo berusaha agar golok tidak terlepas dari tangan akibat beradu senjata dan tenaga dalam tinggi. Xing Zaolin setelah berhasil menangkis, pedang nya berputar-putar di tangan kanan, lalu berhenti di depan d**a, pedang Xing Zaolin setelah berhenti berputar, kemudian langsung menusuk perut Men Yo. Men Yo terkejut, karna berpikir d**a nya yang akan di serang dan sudah menyiapkan serangan balik. Men Yo lebih memilih mundur dengan ilmu meringankan tubuh ketika perut nya di serang. Xing Zaolin tak berhenti melihat musuh nya mundur, Xing Zaolin terus mendesak Men Yo. Pedang pendek naga hitam kini sudah mulai memainkan jurus selaksa pedang. Puluhan pedang berwarna hitam terus mengejar Men Yo. Men Yo berusaha keluar dari desakan Xing Zaolin, tubuh nya lompat ke atas lalu dari atas, Men Yo menyabetkan golok nya ke arah kepala Xing Zaolin. Xing Zaolin hanya menggeserkan sedikit badan, sehingga serangan golok Xing Zaolin lewat di samping pemuda itu. Lalu tangan kiri Xing Zaolin dengan jurus pukulan dewa angin menghantam ke arah Men Yo yang masih berada di atas. Whuut, blaaar. Men Yo tak ada jalan lain, kemudian mengibaskan golok nya ke arah angin yang menderu datang, dari tangan kiri Xing Zaolin, dan suara ledakan terdengar. Xing Zaolin unggul segalanya, tenaga dalam lebih tinggi, posisi di bawah lebih menguntungkan membuat Xing Zaolin masih tetap berdiri tenang di tempat nya, sementara Men Yo terpental dan jatuh ke tanah dari mulut nya keluar darah segar. Men Yo mengusap darah yang mengalir keluar dari sela-sela bibir, mata nya merah menahan marah. Golok yang berada di tangan kanan tampak bergetar, karna di aliri tenaga dalam tinggi dan hawa amarah yang sudah tak terkendali. Golok angin, mengayun dua kali berturut-turut, dua buah angin tajam yang keluar dari golok melesat ke arah Xing Zaolin. Whuut..!! Xing Zaolin melihat pohon-pohon kecil, putus seperti terkena senjata tajam ketika di lewati angin yang keluar dari kibasan golok. Bergerak ke samping kiri menghindari serangan golok angin milik Men Yo. Men Yo terus mengibaskan golok nya dati jarak jauh, ke arah Xing Zaolin. Gulungan-gulungan angin tajam terus menyerang kemana Xing Zaolin bergerak menghindar. Semakin lama semakin kuat angin yang keluar dari tebasan golok angin milik Men Yo. Breeet..!! Baju di bahu sobek, karna tak mengira akan angin tajam yang terus menerus, Xing Zaolin tak melindungi tubuh nya dengan tenaga dalam jubah emas. Darah mengelucur dari luka bekas sayatan dan terasa perih. Xiao Chen dan Khe Hu merasa khawatir melihat Xing Zaolin. Ketika hendak menghampiri, Xing Zaolin mengangkat tangan memberi tanda agar mereka tidak datang. Lalu mengerahkan tenaga dalam jubah emas ke arah luka, hawa tenaga dalam agak kekuningan menyelimuti luka di bahu Xing Zaolin, darah berhenti mengalir dan luka merapat kembali. Xing Zaolin menatap bengis ke arah Men Yo. “Maju kau,” Ujar Xing Zaolin. Men Yo, menggelengkan kepala tak mau menuruti perkataan Xing Zaolin. “Maju sini,” Xing Zaolin berkata kembali. Men Yo kembali menggelengkan kepala. Hmm..!! “Kurang ajar,” Ingin mati tapi di suruh maju tak mau, k*****t. Xing Zaolin kemudian melesat ke arah Men Yo, terlebih dahulu tangan kiri nya meninju ke tempat Men Yo, dengan jurus pukulan dewa angin. Debu dan batu kecil beterbangan mengikuti angin yang keluar dari tinju Xing Zaolin, batu-batu kecil melesat seperti senjata rahasia menuju Men Yo. Men Yo melesat menjauh menghindari serangan Xing Zaolin, melihat angin menderu dan batu-batu kecil melesat ke arah nya, hati Men Yo mengecut. Tapi sabetan pedang pendek Xing Zaolin memburu ke arah kepala nya. Men Yo menjatuhkan diri, berguling dan menghindari serangan pedang Xing Zaolin. Melihat Men Yo berguling, Xing Zaolin lompat ke arah kakek itu dan kaki nya menendang punggung Men Yo. Men Yo yang sedang berguling-guling, tak melihat Xing Zaolin mengejar ke arah nya. Bhuuuk, arrggghhh. Suara jeritan keras terdengar dari mulut Men Yo, ketika merasakan punggung nya seperti di hantam sebuah batang kayu. Tubuh Men Yo terpental, tapi Men Yo masih menguasai keadaan ketika terpental sambil menahan sakit, tangan kanan yang memegang golok mengibas ke arah Xing Zaolin. Whuuut. Serangkum angin berbentuk golok melesat dengan cepat ke arah Xing Zaolin. Xing Zaolin melihat angin berbentuk golok melesat ke arah nya suara mendengus keras, keluar dari mulut Xing Zaolin dan wajah nya berubah menakutkan. Hmm..!! Xing Zaolin kemudian menarik nafas dalam-dalam, tangan kiri bergerak ke atas dan ke bawah, lalu telapak kiri yang terbuka mendorong ke arah angin berbentuk golok yang di keluarkan oleh Men Yo. Sebuah sinar merah keluar dari telapak kiri Xing Zaolin. Syuuutt..!! Sinar merah yang panas itu adalah jurus andalan dewa gila, pukulan dewa api jurus yang baru pertama kali Xing Zaolin gunakan karna marah akibat bahu nya ter iris hawa golok dari Men Yo. Serangan Men Yo, hawa tenaga dalam yang berbentuk golok langsung terlibas oleh pukulan deea api, kemudian kedua pukulan itu seperti menjadi satu dan sama-sama menyerang ke arah Men Yo. Wajah Men Yo menjadi pucat, ketika melihat ilmu golok angin berbalik menyerang dirinya sendiri, dan sekarang angin yang berbentuk golok itu berwarna merah sangat panas karna telah bercampur menjadi satu dengan pukulan dewa api yang di keluarkan oleh Xing Zaolin, melesat dengan cepat ke arah nya. Men Yo hanya bisa pasrah ketika melihat dan tak bisa menghindar sewaktu sinar merah yang berbentuk golok menghantam tubuh nya. Blaaar. Tak ada teriakan, hanya bau hangus dari daging yang terbakar dan hancuran tubuh Men Yo beterbangan, dan berjatuhan ke berbagai arah. Khe An, Khe Hu dan Xiao Chen hanya bisa terbelalak, melihat ilmu dasyat yang baru saja di keluarkan oleh Xing Zaolin. Khe Han Ci menatap menatap ke arah Xing Zaolin yang sedang berjalan ke arah nya sambil tersenyum. “Pemuda itu sebisa mungkin harus menjadi orang yang berada di pihakku, jika sampai menjadi musuhku, pemuda itu akan sangat berbahaya,” Khe Han Ci berkata dalam hati. Ketika Xing Zaolin sampai di depan Khe Han Ci. Kemudian ia berkata, “Mereka Sekte Naga Merah palsu, dan aku paling benci dengan mereka.” Khe Hu berkata, “Menurut guru, Sekte Naga Merah sudah habis, tapi kenapa mereka masih ada?” Xing Zaolin mendengar perkataan dari Khe Hu, menatap gadis itu. Gurumu ikut bertanggung jawab atas musnah nya Sekte Naga Merah, suatu saat pasti ada orang yang membalas perbuatan gurumu. Kau hanya perlu menyiapkan sesuatu untuk Dewa Tombak, agar bisa menjadi murid yang berbakti. “Apa yang harus kami siapkan untuk membantu guru kami saudara Xing? Khe An dan Khe Hu berkata hampir bersamaan. Xing Zaolin menatap ke arah kedua orang kakak beradik itu dan berkata. “Siapkan peti mati untuk gurumu.” “Apa maksud dari perkataan mu itu?” Ujar Khe An. “Kau tanya saja ke gurumu, dia pasti tahu maksudku dan mungkin gurumu akan menjelaskan maksud dari perkataanku tadi.” “Bangsawan Khe! Apa mau di lanjutkan perjalanan ke kota Changsa?” Xing Zaolin bertanya. “Dengan adanya kejadian ini, aku jadi semakin yakin ingin melanjutkan perjalanan menemui orang itu di kota Changsa,” Ujar bangsawan Khe Han Ci. “Terima kasih pendekar Xing, tak salah pilihanku untuk mengajak tuan Xing dan aku tak menyangka, selama ini Men Yo sudah lama menjadi duri dalam daging, tapi aku bersyukur Men Yo jika mau kemarin-kemarin dia bisa saja membunuhku.” Bangsawan Khe berkata. Mereka ingin tahu pembicaraan antara paman dan orang yang akan paman temui Xiao Chen berkata, “Aku juga berpikir begitu,” Ujar Bangsawan Khe. “Xing Zaolin kau sungguh hebat,” Xiao Chen berkata dengan mata membinar. “Xiao Chen ada obat luka, biar luka Xing Zaolin cepet kering,” Ujar Xiao Chen. “Aku sudah sembuh, terima kasih,” Tanpa menatap gadis itu, Xing Zaolin berkata sambil berjalan dan masuk ke dalam kereta. Semakin Xing Zaolin acuh, semakin Xiao Chen penasaran terhadap Xing Zaolin. Sejak duduk bersama dengan Khe Hu dan Khe An, Xiao Chen sudah tertarik dengan Xing Zaolin yang tampan, tapi Xing Zaolin seperti nya tidak peduli. Walau sedikit-sedikit Xiao Chen memberi tanda, tapi hati Xing Zaolin tetep dingin. Perjalanan ke kota Changsa di lanjutkan kembali, dan sampai di kota Changsa tak ada halangan yang menghambat perjalanan rombongan bangsawan Khe Han Ci. Mereka menginap di sebuah penginapan di pinggir kota, dan penginapan itulah bangsawan Khe berjanji bertemu orang yang menurut bangsawan Khe orang penting. Penginapan yang lumayan besar dan bertingkat, di pinggiran kota. Memang ada beberapa di kota besar seperti Changsa, selain tak ingin terganggu, orang-orang penting dan berduit tak mau ada kebisingan di tempat mereka menginap. Xing Zaolin melihat dari tempat nya menginap di lantai atas, lima ekor kuda memasuki halaman penginapan. Di tengah keremangan malam dan bulan sabit semakin menambah gelap suasana malam. Lima orang Pria turun dari kuda, pakaian hitam dan caping hitam yang masing-masing menutupi wajah kelima orang itu, tapi salah satu dari kelima orang itu menatap ke arah jendela Xing Zaolin berada, sebuah kilatan mata terpancar dari orang itu, tapi orang itu sekilas melihat, tak ada pancaran cahaya tenaga dalam di mata Xing Zaolin, orang itu lalu masuk ke dalam penginapan mengikuti ke empat kawan nya. Xing Zaolin memang di ajarkan oleh guru nya, Dewa Gila. Bagaimana cara menutupi pancaran tenaga dalam yang keluar lewat mata, dan mata Xing Zaolin jadi semakin bening jika ia menutup hawa tenaga dalam yang terlihat dari mata. Tapi Xing Zaolin tak peduli dengan apa yang ia lihat, ia masih menatap halaman depan penginapan dan terkadang melihat bulan sabit, saat ini ia merasa sangat kesepian dan teringat akan masa kecil nya dan merindukan ayah ibu dan kakek dan keluarga Sekte Naga Merah, yang sangat baik terhadap nya sewaktu kecil. Xing Zaolin tersadar dari lamunan ketika mendengar pintu kamar nya di ketuk dari luar. Xing Zaolin kemudian melangkah ke arah pintu kamar dan membuka nya. Khe An tersenyum dan tengah berdiri di depan pintu kamar Xing Zaolin. “Saudara Xing! Kau di tunggu paman di dalam ruangan khusus,” Ujar Khe An. “Ada apa?” Xing Zaolin bertanya ketika mendengar perkataan dari Khe An. “Aku juga tak tahu! Aku hanya di suruh paman untuk menjemputmu.” Xing Zaolin kemudian mengangguk, kemudian mengikuti Khe An ke tempat bangsawan Khe. Sebuah ruangan tak begitu besar, dan terdapat enam orang di dalam nya. Bangsawan Khe memberi tanda kepada Khe An untuk keluar ruangan. Khe An menurut, dan keluar dari ruangan, sedangkan pintu ruangan lalu di tutup oleh dua orang berpakaian hitam dan langsung berjaga di depan pintu ruangan. Salah seorang dari pria yang memakai caping berkata. “Apa tuan tadi yang berdiri di jendela atas?” Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan orang bercaping itu. Pria bercaping itu mendengus ketika Xing Zaolin hanya mengangguk tak menjawab perkataan nya. Pria yang ada di tengah mengangkat tangan. Suasana menjadi hening. “Bagaimana keputusan mu Khe Han Ci?” Terdengar suara yang berwibawa dari mulut orang bercaping yang berada di tengah. “Khe Han Ci akan mengikuti yang mulia Lie Chen! Pemuda itu mengangguk mendengar perkataan dari Khe Han Ci.” Hamba sewaktu ke sini, mendapat hadangan dari organisasi pembunuh, yang menamakan diri nya Sekte Naga Merah. Ketiga orang itu terkejut ketika mendengar perkataan dari Khe Han Ci. “Apakah mereka orang-orang suruhan Lie Xuang?” Pria yang di tengah berkata. Dahulu sebelum negri Qun runtuh, Sekte Naga Merah adalah organisasi pembunuh yang sangat di takuti oleh orang-orang kerajaan. Setiap mendengar bisik-bisik naga merah, pasti ada anggota kerajaan yang terbunuh, dan tak peduli status dan pangkat nya apa, jika sudah cocok jangan harap target yang di incar akan selamat. Di jaman kekacauan in, yang mendapat jasa naga merah akan sangat beruntung. Mereka hanya mempersiapkan uang, dan semua musuh yang membuat pusing akan lenyap. Yang mulia harus lebih berhati-hati mulai serang, Sekte Naga Merah sangat berbahaya.” Pria yang melihat Xing Zaolin ketika berdiri di jendela berkata. “Mereka Sekte Naga Merah palsu.” Ketiga orang itu terkejut mendengar perkataan dari Xing Zaolin. “Kami memang mendengar dahulu dunia persilatan mengobrak abrik tempat Sekte Naga Merah, tapi ada beberapa desas desus yang menyebut, sebagian dari mereka melarikan diri dan sekarang hendak mengangkat nama kembali.” “Apa kau tak dengar perkataan ku, bahwa mereka palsu? Ujar Xing Zaolin menatap ke arah pria itu.” “Kau bocah bau kencur tau apa?” “Walau bau kencur pengetahuanku tentang Sekte Naga Merah lebih banyak darimu yang sudah bau tanah,” Ujar Xing Zaolin. “Apa kau bilang, pria itu berkata sambil membuka caping yang menutupi wajah nya.” Terlihat setelah membuka caping, wajah tua yang masih terlihat gagah. “Maaf anak muda, apa benar perkataanmu, biar tak terjadi masalah di kemudian hari nanti,” Ujar Lie Chen. “Apa tuan tahu tentang Sekte Naga Merah? Ujar Xing Zaolin sambil menatap mata Lie Chen. “Tunduk kan wajah jika kau berbicara dengan tuan Lie Chen!” Kakek yang masih gagah berkata, lalu tangan nya menyambar ke arah leher Xing Zaolin. Dheess, plaak. Xing Zaolin menepak tangan kakek itu, lalu mencengkram dengan tangan kiri pergelangan tangan sang kakek, lalu di lemparkan ke arah dinding ruangan. Taap..!! Kaki kakek sampai terlebih dahulu ke dinding, sambil menahan tubuh dengan kaki, lalu perlahan ia lompat dan telah berdiri di depan Xing Zaolin. “Pantas kau sombong, rupanya kau juga mempunyai sesuatu yang bisa di andalkan,” Ujar kakek itu. “Sudah lah paman Bim.” Hmm..!! Kakek itu mendengus, tapi akhir nya diam menuruti perkataan orang yang bernama Lie Chen. Lie Chen menarik nafas dalam-dalam, dan bercerita kepada Xing Zaolin. “Aku percaya terhadap orang, tapi aku tak ingin kepercayaanku di salah gunakan.” “Aku tahu sebuah rahasia tentang naga merah, tapi aku tak mau sembarangan bicara, jika ada orang yang mengaku dari Sekte Naga Merah, aku bisa tau dia asli atau tidak.” Ujar Lie Chen, dari wajah nya tampak seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. “Dari mana tuan tahu rahasia Sekte Naga Merah, karna setahu aku Sekte Naga Merah sangat tertutup,” Ujar Xing Zaolin sambil menatap tajam ke arah Lie Chen. “Sewaktu masih muda dan bertugas di istana, aku pernah menolong orang yang tersasar di dalam kompleks istana.” “Dia berputar-putar ingin keluar dari istana lalu bertemu denganku, aku merasa cocok dengan orang itu, umum nya sama denganku, walau pertama kali bertemu, kami saling cocok satu sama lain, lalu mengangkat saudara.” “Dia lebih tua beberapa bulan, menjadi kakak dan aku adik angkat nya.” “Setelah dia pergi, baru aku tahu bahwa di dalam istana, seorang mentri korup telah tewas di bunuh orang, aku sangat bersyukur karna sangat membenci mentri tua itu, yang suka dengan daun muda juga memeras pedagang dan bawahan mentri lain.” Tak di sangka kakak angkatku datang lagi ke istana, kami bertemu dan bercakap-cakap, dan dari sana aku tahu bahwa adalah orang Sekte Naga Merah, dan mendapat pesanan dari seseorang untuk membunuh mentri yang korup itu. Tapi sayang, sejak saat itulah pertemuan kedua dan terakhir, aku sudah memerintahkan orang untuk mencari keberadaan kakak angkatku. “Aku mendengar kabar Sekte Naga Merah, di hancurkan oleh orang-orang dunia persilatan, dari kerajaan ada sebuah imbauan aneh, bahwa orang-orang kerajaan di larang untuk ikut campur urusan naga merah. Aku tak bisa kesana dan sangat sedih ketika mendengar perkampungan Sekte Naga Merah habis.” “Tapi sekarang aku masih berharap bisa bertemu dengan kakak angkat ku itu, dengar kabar Sekte Naga Merah muncul kembali,” Lie Chen dengan mata berkaca-kaca menyudahi cerita. “Semua nya palsu, mereka Sekte Naga Merah palsu,” Xing Zaolin berkata dengan suara penuh amarah. “Tuan siapa nama kakak angkat tuan itu?” Ujar Xing Zaolin. Lie Chen menatap tajam ke arah Xing Zaolin, mendengar perkataan pemuda itu. Setiap anggota Sekte Naga Merah mempunyai gambar naga merah di d**a kiri. Nama kakak angkat ku adalah Xing Fank. Xing Zaolin langsung diam dan mata nya berkaca-kaca mendengar perkataan Lie Chen. “Paman, kabar yang beredar bahwa Sekte Naga Merah telah habis di tumpas memang benar. Dan kakak angkat tuan adalah ketua Sekte Naga Merah Xing Fank, yang juga tewas dalam penyerbuan oleh orang-orang dunia persilatan.” “Apakah benar apa yang kau katakan itu? Lie Chen berkata.” Xing Zaolin membuka sedikit baju di bagian d**a kiri, dan srbuah gambar naga merah terlihat di d**a kiri Xing Zaolin, sebuah gambar naga yang sangat indah dan terlihat seperti hidup. “Aku adalah anggota Sekte Naga Merah satu-satu nya yang tersisa.” “Dan Xing Fank adalah ayahku.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN