Penyergapan

2583 Kata
Bangsawan Khe mendengar perkataan dari Xing Zaolin, tersenyum dan mengangguk. “Aku mengerti dan kau tak usah khawatir jika masih masuk akal sehat, berapapun yang kau minta akan aku beri,” Ujar Bangsawan Khe. “Apalagi jika kau mau menjadi pengawal pribadiku! Semua kebaikan akan kau dapatkan.” “Tspi saudara Khe harus ingat! Tawaranku masih berlaku untuk saudara Xing Zaolin. Perguruan api suci tak akan mengecewakan pemuda berbakat seperti saudara Xing, dan siapa tahu jika berjodoh, saudara Xing bisa menjadi pemimpin di perguruan api suci menggantikan aku yang sudah tua,” Xin Cen berkata sambil melirik ke arah Xiao Chen. Xing Zaolin tak membalas perkataan dari Xin Cen, sedangkan Ling Ling ijin, akan kembali ke penginapan untuk istirahat. Sedangkan Xing Zaolin tak lagi menanyakan soal uang karna bangsawan Khe Han Ci sudah menjanjikan akan memberi Xing Zaolin berapapun yang di minta asal masih masuk akal sehat menurut nya. Setelah semua sepakat, mereka lalu mengundurkan diri untuk istirahat. Pagi-pagi Ling Ling, datang ke rumah bangsawan Khe untuk meminta bayaran karena mereka akan kembali ke kota shiro, di antar oleh ketua Xin Cen yang memang masih sejalur perjalanan nya dengan Ling Ling. Sebelum berangkat, Xin Cen berkata. “Aku jaga tiga bidadari rumah hiburan surga malam dan mengantar nya sampai tujuan, tapi kau juga harus menjaga cucuku,” Xin Cen berkata. Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan dari ketua Xin Cen. Ling Ling hanya bisa menatap ke arah Xing Zaolin dari jendela kereta milik perguruan api suci, sekarang Ling Ling baru tahu bahwa ketika dulu berpisah dengan Xing Zaolin, tak ada pikiran apa-apa, tapi sekarang. Entah kenapa hati Ling Ling begitu sedih melihat Xing Zaolin tak bersama nya. Sementara itu di kediaman bangsawan Khe, pelayan dan pengawal sibuk membereskan rumah dari bekas-bekas perayaan, panggung di bongkar, dan semua tempat di benahi. Xing Zaolin di dalam kamar melatih tenaga dalam jubah emas, dari semalam bermeditasi hingga pagi hari. Wajah nya terlihat lebih segar walaupun tidak tidur dalam semalam. Xing Zaolin membuka pintu kamar tempat ia tidur. Xing Zaolin melihat Khe An tersenyum ke arah nya, “Saudara Xing! Mari kita makan pagi bersama, yang lain sedang menunggu saudara Xing,” Khe An berkata. “Kalian saja, aku masih betah di kamar,” Xing Zaolin berkata. “Ayolah saudara Xing, kau seperti nya menjauhi semua orang, selain dari orang-orang rumah hiburan surga malam,” Ujar Khe An seperti memohon, mendengar perkataan dari Khe An, Xing Zaolin menarik nafas dalam dan berkata. “Saudara Khe silahkan terlebih dahulu, nanti aku menyusul setelah membasuh muka.” Khe An setelah mendengar perkataan dari Xing Zaolin, kemudian pergi menuju ruang makan. Sementara Xing Zaolin membersihkan wajah dan berganti pakaian. Wajah tampan yang dingin, dan jarang tersenyum berjalan di belakang pelayan yang mengantar nya menuju ruang tempat makan. Ketika Xing Zaolin datang, Khe Han Ci, Khe An, Khe Hu, Xiao Chen dan seorang kakek tua yang membawa sebuah pedang. Kakek itu sedikit agak bengis dan terlihat jarang tersenyum. “Maaf sudah lama menunggu,” Xing Zaolin berkata. Setelah berkata, tanpa basa basi dan menunggu di suruh, Xing Zaolin duduk di kursi kosong yang telah di sediakan untuk nya. Kakek berwajah bengis itu melirik ke arah Xing Zaolin, tapi tak berkata. Mereka lalu makan bersama, setelah makan mereka masih bersantai di meja makan, sambil minum arak tak ada kata-kata dalam makan bersama antara mereka. Khe Han Ci yang melihat suasana agak canggung membuka percakapan. “Saudara Xing perkenalkan! Ini adalah pendekar yang mau membantuku,” Khe Han Ci, tak mau menyebut pendekar sewaan karna takut menyinggung perasaan kakek itu. “Aku Xing Zaolin,” Xing Zaolin berkata sambil minum arak tanpa melihat ke arah kakek itu. Sedangkan kakek itu tak menjawab perkataan Xing Zaolin, dan tak menyebut nama nya, Xing Zaolin juga tak peduli dengan kakek itu. Ini adalah pendekar golok angin, yang sangat terkenal, tuan Men Yo, dan pemuda ini adalah naga hitam. Khe Han Ci berkata memperkenalkan mereka berdua, yang acuh. Hmm..!! “Pemuda yang baru turun gunung rupanya! Hebat sekali gelarmu.” Ujar Men Yo. “Jadi tuan Khe meminta bantuan anak muda ini?” Men Yo berkata kembali. “Benar tuan Men, biasa nya hanya tuan Men tapi sekarang ada dua keponakank, cucu ketua perguruan api suci dan naga hitam.” Khe Han Ci berkata. “Apa perlu banyak orang untuk mengawal tuan Khe ke kota Changsa?” Men Yo berkata sambil menatap Khe Han Ci. Ha ha ha. “Tuan Men Yo! Bukan nya aku tak percaya dengan kemampuan mu, tapi aku ingin mengajak muda mudi ini untuk menambah pengalaman. Bukan untuk yang lain,” Khe Han Ci berkata. Men Yo mengangguk mendengar perkataan dari Khe Han Ci. “Maaf tuan Khe, di kota Chansa kalau boleh tahu, siapa yang akan tuan temuai?” Ujar Men Yo. “Setelah sampai di kota Changsa kita semua akan tahu aku bertemu dengan siapa.” Men Yo tersenyum dingin mendengar perkataan dari Khe Han Ci. Xing Zaolin menatap sekilas ke arah Men Yo, dan melihat ada sinar mata berkilat ketika Men Yo tersenyum sambil menatap bangsawan Khe. Keesokan hari nya dua kereta berangkat menuju kota Changsa. Suatu kereta untuk Khe Hu dan Xiao Chen, sedangkan kereta kuda agak besar untuk bangsawan Khe, Khe An dan Xing Zaolin tak begitu pandai memakai kuda, sementara Men Yo tak mau di dalam kereta dan lebih memilih berkuda sendiri. Kota Changsa dari kota sancang bisa di tempuh selama tiga hari, tempat biasa bangsawan Khe menginap, dan sehari perjalanan lagi mereka akan sampai di kota Changsa. Dua orang berpakaian hitam, dan memakai penutup kepala berdiri di tengah jalan menghadang perjalanan rombongan bangsawan Khe. Rombongan berhenti, bangsawan Khe Han Ci dan mereka yang ada di dalam kereta turun. Bangsawan Khe Han Ci menatap kedua orang bertopeng yang telah mencegat rombongan mereka. “Maaf siapa tuan! Dan untuk apa mencegat rombongan kami?” “Khe Han Ci, aku memberi saran padamu untuk kembali ke kota sancang,” Salah seorang pria bertopeng itu berkata. Khe Han Ci terkejut ketika mendengar perkataan orang itu. “Mereka tahu siapa aku dan menyuruh aku kembali ke kota sancang, apa mereka tahu dengan siapa aku akan bertemu di Changsa,” Khe Han Ci berkata dalam hati. “Maaf tuan, Khe Han Ci tak mengerti maksud tuan?” Ujar Bangsawan Khe Han Ci. Hmm..!! “Apa kau tak dengar, cepat putar arah, dan bawa semua rombongan kembali ke kota sancang, jika tidak!” Jika tidak apa yang akan kau lakukan?” Khe Hu berkata. “Kami akan membunuh kalian semua jika memaksa pergi.” “Dan Khe Han Ci, sebaik nya kau jangan ikut campur urusan orang-orang pemerintahan. Nanti kau sendiri yang akan rugi, dan kami sudah tahu dengan siapa kau akan bertemu di kota Changsa.” “Rupanya mereka sudah tahu maksud dan tujuanku ke kota Changsa ,” Khe Han Ci berkata dalam hati. Ciiss..!! “Kalian hanya berdua, apa kalian pikir bisa mengusir kami kembali ke kota sancang hanya dengan dua orang saja!” Khe Hu berkata. Ha ha ha. “Nona, kau pikir kami tidak punya otak.” Setelah berkata orang itu lalu mengeluarkan empritan dari bambu, kemudian di tiup dengan kuat. Priiiit. Suara empritan semakin mengalun panjang dan setelah berhenti, puluhan orang melesat dari pinggir kiri dan kanan jalan yang merupakan hutan kayu yang tidak terlalu rimbun. Dan tak berapa lama, puluhan orang berpakaian hitam berkumpul di belakang kedua orang yang memakai topeng. Xing Zaolin memperhatikan kedua orang bertopeng hitam itu, ketika melihat gambar naga hitam seperti baju yang pernah ia ambil sewaktu pertama kali keluar dari lembah, Xing Zaolin tersenyum sinis. Kedua orang bertopeng itu, lalu menatap ke arah Men Yo berkata. “Ketua tindakan apa yang harus kami lakukan?” Men Yo melesat dari kuda dan menatap ke arah bangsawan Khe. Maaf tuan Khe, karna identitasku sudah di ketahui, maka terpaksa aku akan membunuh semua yang ada di sini, dan ini memang sudah perintah dari atasan kami untuk menghabisi kalian. Xing Zaolin maju menatap ke arah Men Yo, lalu berkata. “Aku paling benci melihat mereka yang mengaku orang-orang Sekte Naga Merah.” Men Yo dan Khe Han Ci terkejut mendengar perkataan dari Xing Zaolin. Hmm..!! “Hebat juga matamu bocah! Kau bisa tahu kami adalah orang-orang Sekte Naga Merah, karna kau kau mendapat julukan naga hitam, kali ini aku kasih keringanan untuk mu, sekarang kau pergi dan jangan ikut campur urusan kami, di jamin kau akan selamat.” Ha ha ha. “Dahulu pemimpin Sekte Naga Merah palsu berkata seperti ini kepadaku, dia juga pemimpin seperti dirimu dan sama-sama membawa anak buah seperti sekarang, tapi sayang sekali mereka sekarang tak bisa bercerita kepadamu sekarang, tapi sebentar lagi kalian akan bertemu,” Xing Zaolin berkata sambil menarik nafas dalam-dalam. “Kenapa?” Men Yo berkata sambil menatap ke arah Xing Zaolin, karna merasa penasaran Xing Zaolin pernah bertemu dengan kelompok nya. Xing Zaolin lalu menatap tajam ke arah Men Yo dan berkata. “Karna mereka semua sudah aku bunuh.” Ha ha ha. “Kalau mau berbohong pakai aturan sedikit, biar semua orang percaya.” Men Yo berkata. Organisasi kami sangat rahasia aku berani cerita karna kalian akan mati. Jadi jaga mulutmu sebelum berkata, Men Yo berkata. “Kau bilang aku berbohong, baik aku tanya padamu, apa Sekte Naga Merah yang kau bilang organisasi milikmu asli atau palsu?” Me Yo bingung ketika mendengar perkataan dari Xing Zaolin, karna dia tau mereka pakai nama Sekte Naga Merah membunuh orang-orang yang di tuju, untuk menutupi identitas mereka agar tidak di ketahui oleh orang-orang dunia persilatan, karna sebagian orang-orang dunia persilatan yakin, walaupun Sekte Naga Merah sudah berhasil di tumpas, tapi sebagian orang tak percaya bahwa Sekte Naga Merah benar-benar telah habis, dan rumor itu yang di pakai oleh pemimpin besar mereka untuk menciptakan organisasi pembunuh dan di namai Sekte Naga Merah. Melihat Men Yo diam, Xing Zaolin semakin yakin bahwa Men Yo tahu organisasi Naga Merah. “Kau diam, karna kau sebagai pemimpin tahu, bahwa Sekte Naga Merah mu adalah palsu, dan kau bilang jika aku berbohong harus pakai aturan,” Ujar Xing Zaolin. “Baik aku beritahu kau, karena kalian semua akan ku bunuh,” Aku membunuh anggota Sekte Naga Merah palsu, yang ingin membunuh adik seperguruan ketua perguruan pedang perak. Apa kalian pernah dengar semua kawan kalian tewas di hutan dengan pemimpin yang tidak berbaju, karna baju nya itu aku yang mengambil nya. Dan aku tahu pemimpin kalian tidak mau di ketahui identitas nya, sehingga membunuh anak buah sendiri yang berhasil aku tawan, dan saking penasaran, lalu pemimpin kalian mengirim tiga siluman goa iblis ke perguruan pedang perak untuk di ambil alih, tapi aku tengah berada di perguruan pedang perak. “Dan ketiga siluman goa iblis itu, aku yang bunuh.” Kau masih bilang aku berbohong! Jadi aturan mana yang ku pakai untuk berbohong?” Men Yo terkejut wajah nya langsung berubah mendengar cerita Xing Zaolin, karna apa yang di ceritakan oleh pemuda itu, sama persis dengan apa yang ia dengar dari pemimpin besar mereka. “Jadi pemuda ini yang telah membunuh anggota Sekte Naga Merah yang akan mengambil alih perguruan pedang perak.” Men Yo berkata dalam hati. Men Yo tak berdaya lagi, lalu mencabut golok dari pinggang nya. Xing Zaolin melihat Men Yo mencabut senjata, kemudian mencabut sepasang pedang naga hitam, dan berkata. Bangsawan Khe mundurlah, Khe An dan Khe Hu tolong jaga bangsawan Khe. Dan Xiao Chen tolong liat dan perhatikan, lalu bunuh semua orang Sekte Naga Merah palsu yang hendak melarikan diri. “Kalian berjaga-jaga saja seperti yang aku bilang, biar mereka semua aku yang habisi.” Xing Zaolin berkata. Khe An, Khe Hu dan Xiao Chen mengangguk mendengar perkataan dari Xing Zaolin. Mereka berempat mundur, dan bersama-sama dengan para busu berjaga-jaga. Sepasang pedang Xing Zaolin berputar di kedua tangan, sepasang mata Xing Zaolin terus menatap ke arah golok yang di pegang oleh Men Yo. Seraaang..!! Suara teriakan Men Yo menggelegar, dan beberapa orang berpakaian hitam melesat ke arah Xing Zaolin, sambil menyabetkan pedang nya ke semua bagian tubuh Xing Zaolin. Xing Zaolin menunjuk dan pedang lewat di atas kepala, lalu pedang pendek Xing Zaolin menyabet ke arah perut dan kaki dua orang penyerang nya. Breeeat, craaashh, arrrggh. Perut sobek dan sepasang kaki putus, terkena sabetan sepasang pedang naga hitam, musuh yang kedua kaki nya putus, menjerit setinggi langit karna sakit yang luar biasa akibat kedua kaki nya putus, terkena sabetan pedang milik Xing Zaolin. Men Yo, terkejut melihat kecepatan Xing Zaolin dalam menghindar dan membalas serangan. Men Yo lalu memimpin anak buah nya dan mereka mulai mengepung Xing Zaolin. Melihat Men Yo memimpin p*********n, Xing Zaolin berkata. “Sini, mari sini semua nya biar tak makan waktu lama,” Ujar nya. Men Yo mengayunkan golok ke arah leher Xing Zaolin, sedangkan anak buah nya yang lain serentak menyerang dari segala arah ke tubuh Xing Zaolin. Xing Zaolin menggunakan ilmu meringankan tubuh raja angin melesat dengan cepat ke atas, dan semua senjata yang mengarah ke tubuh nya berhasil ia hindari. Ketika berada di atas, Xing Zaolin menyabetkan kedua pedang naga hitam secara menyilang yang di aliri oleh ilmu pukulan dewa angin. Dua buah angin hitam keluar dari libasan menyilang sepasang pedang naga hitam menghantam, Men Yo beserta anak buah nya, melihat angin hitam yang menyilang dan sangat cepat melesat ke arah nya. Men Yo langsung mundur sambil teriak kencang. “Menghindaaaaar.” Sreet, blaaarrrr..!! Sebagian bisa menghindar, tetapi ada tiga orang Sekte Naga Merah palsu yang tubuh nya langsung hancur dan terpotong, akibat terkena pukulan dewa angin. Yang berbentuk seperti sepasang pedang. Men Yo menatap ke arah Xing Zaolin, dan berkata. “Siapa kau sebenarnya?” “Aku naga hitam yang asli, sedangkan kau adalah naga hitam yang palsu.” Xing Zaolin berkata menjawab pertanyaan dari Men Yo. Xing Zaolin setelah berkata, melesat sambil memainkan jurus kedua dari ilmu dewa pedang, jurus selaksa pedang. Lima orang terdekat berusaha mundur ketika melihat Xing Zaolin, menerjang ke arah mereka dengan berpuluh-puluh bayangan pedang berwarna hitam. Men Yo yang melihat anak buah nya hanya bengong dan seperti terpana melihat bayangan pedang, berusaha menolong anak buah nya dengan menyabetkan golok ke arah punggung Xing Zaolin. Angin yang keluar dari golok Men Yo, terasa oleh punggung Xing Zaolin. Xing Zaolin menggerakkan pedang naga hitam yang ada di tangan kiri nya untuk menangkis serangan golok. Traaang..!! Tangan Men Yo bergetar, ketika golok dan pedang pendek beradu. Tapi Xing Zaolin tak mengendurkan serangan, kelima orang melihat mereka sedang di serang, lompat ke belakang berusaha menghindari serangan. Tapi tiga orang terlambat, sabetan ke arah leher, d**a, membuat ketiga nya langsung tersungkur dan tewas seketika. Hanya tersisa lima orang termasuk Men Yo. “Aku akan mengampuni salah seorang dari kalian yang mau memberi informasi, siapa nama pemimpin dari Sekte Naga Merah palsu, dan di mana pemimpin kalian itu berdiam diri ?” “Kami lebih baik mati, dari pada harus memberi informasi,” Men Yo berkata. “Baik jika memang itu keinginan terakhir kalian, aku akan kabulkan bersiap lah!” Ujar Xing Zaolin. Xing Zaolin lalu memasukkan sepasang pedang naga hitam. Dengan tangan kosong, Xing Zaolin memainkan jurus cakar naga hitam. Kedua tangan menyambar ke arah Men Yo dan salah seorang anak buah nya, Men Yo berusaha menghindar tetapi anak buah nya tidak, dan leher nya tercengkram tangan Xing Zaolin. Yang langsung meremas tenggorokan nya, anak buah Men Yo tewas seketika. Dan Xing Zaolin terus memburu, satu persatu lawan nya hingga tewas. Kini hanya sisa satu orang, Men Yo yang sedang berdiri di depan Xing Zaolin diam tak bergerak. Xing Zaolin menatap Men Yo dan berkata. “Informasi atau mati.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN