Pedang tunggal yang kalah telak, diam tak bisa berkata, dan sampai di sebut dengan pendekar telinga tunggal Kiem Ho juga diam.
Tapi ada sesuatu yang terbakar di dalam hati Kiem Ho, yaitu dendam. Kiem Ho sangat dendam terhadap Xing Zaolin, dengan adanya kejadian ini nama besar nya hancur dan telinga nya menjadi cacat.
Dan pedang tunggal, ingin melaporkan kejadian ini kepada Cengcu perkampungan selaksa pedang dan berniat meminta bantuan dan membalas penghinaan yang ia terima.
Pedang tunggal dan ketiga murid nya kemudian pergi, meninggalkan kota sancang, kembali ke perkampungan selaksa pedang.
Sedangkan Xing Zaolin pergi ke tenda yang telah di siapkan untuk para busu dan pengawal rendahan.
Tak ada fasilitas mewah untuk tenda pengawal, arak kualitas biasa, makanan pun biasa, satu tenda yang bisa muat untuk puluhan orang tampak penuh sesak, satu meja yang ada di dalam tenda, semua kursi sudah penuh.
Ketika Xing Zaolin menyibak tenda dan masuk, beberapa orang pengawal langsung menyingkir, mereka melihat pertarungan antara Xing Zaolin dan Cakar Setan, Tian Hou, harimau emas, pedang tunggal yang tersohor.
Ha ha ha.
“Naga hitam datang ke tenda kita, mari-mari silahkan masuk naga hitam!” Seorang pria paruh baya berkata sambil memberikan kursi kepada Xing Zaolin.
“Apa busu rumah hiburan surga malam, tidak ada di sini?” Xing Zaolin berkata.
“Mereka beda tenda dengan kami anak muda,” Busu yang mempersilahkan Xing Zaolin duduk berkata.
“Kami baru saja membicarakan tentang dirimu naga hitam, kau memang hebat dan telah mengangkat nama para busu. Kami sangat bangga pada mu.” Orang tua itu berkata.
“Terima kasih.” Xing Zaolin berkata, sambil meminum arak yang tersedia di meja.
Para busu sangat gembira Xing Zaolin berada di tenta mereka, para busu bernyanyi dan bersorak sorai, ada yang bercerita menirukan perkataan Xing Zaolin dan pedang tunggal, ketika hendak bertempur, Xing Zaolin tersenyum melihat ke gembiraan mereka.
Tenda tersingkap dan dua orang dayang lalu menatap ke sekeliling tenda, ketika melihat Xing Zaolin kedua dayang kemudian masuk di iringi oleh, godaan, pujian dan suara suitan dari para busu.
“Tuan muda Xing, kami dayang dari bangsawan Khe.”
“Ada perlu apa?” Xing Zaolin berkata.
Bangsawan Khe menyuruh kami mencari tuan muda Xing, dan membawa tuan muda Xing ke tempat kediaman bangsawan Khe.
Hmm.
Xing Zaolin menghela nafas, lalu berkata kepada kedua dayang itu.
“Kalian kembali saja dulu, nanti aku akan ke sana, aku ingin minum arak di sini,” Ujar nya.
Mendengar perkataan Xing Zaolin, salah seorang dayang memberi hormat dan berkata.
“Di sana banyak tersedia arak berkualitas, hamba sendiri yang akan menyiapkan nya buat tuam muda Xing Zaolin.”
Jika kami tak kembali bersama tuan muda kami akan di hukum, jika tuan muda masih ingin di sini, kami akan melayani tuan muda Xing, sampai tuan muda Xing Ke tempat kediaman bangsawan Khe.
Xing Zaolin tak menjawab perkataan dari salah seorang dayang, ketika akan menuangkan arak, seorang dayang mengambil guci arak, lalu perlahan menuangkan arak ke dalam cawan milik Xing Zaolin.
Xing Zaolin melirik sekilas ke arah dayang yang menuangkan arak dan tersenyum, lalu berkata.
“Apa kau bisa nyanyi?” Sedikit bisa tuan muda, dayang cantik yang masih muda itu berkata malu-malu.
“Hiburlah kami disini, kau jangan takut jika ada yang ganggu akan ku pecahkan kepala nya. Bagaimana kawan-kawan,” Xing Zaolin berkata.
Sorak sorai terdengar, “Hidup naga hitam, hidup naga hitam,” Lalu di dalam tenda busu yang agak jauh dan dekat dengan kandang kuda, sehingga terdengar ada aroma tak enak masuk ke dalam tenda.
Suara merdu dayang, mengalun dan para busu minum sambil mendengarkan dayang menyanyikan sebuah lagu, tentang kesetiaan antara atasan dan bawahan.
Setelah lewat senja dan berganti malam, Xing Zaolin mata nya mulai merah akibat pengaruh arak, keluar dari tenda dan menuju ke tempat kediaman bangsawan Khe.
“Kenapa lama sekali?” Bangsawan Khe berkata kepada kedua dayang nya, “Menunggu dari sore ternyata datang malam hari.”
Maaf juragan Khe, tuan muda Xing ingin minum arak dulu di tenda busu, jadi kami tak bisa memaksa tuan muda Xing untuk segera datang.
Bangsawan Khe yang tahu sifat Xing Zaolin, mengerti. Pemuda yang acuh dan seperti orang yang tak peduli dengan sekeliling nya memang tak mau di paksa.
Bagaimana jika kita ke ruangan depan, ber cakap-cakap sambil minum arak dan mendengarkan suara indah penyanyi dari surga malam.
Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan dari bangsawan Khe, setelah memberi isyarat kepada dayang untuk meninggalkan mereka, bangsawan Khe dan Xing Zaolin berjalan bersama.
Xin Cen dan Xiao Chen yang telah sadar, mengerutkan kening nya ketika melihat Xing Zaolin datang bersama bangsawan Khe.
Bangsawan Khe kemudian duduk di kursi, dan meja yang terdapat ketua Xin Cen dan cucu nya Xiao Chen.
“Anak muda dari mana saja kau, banyak orang mencarimu tapi tak ketemu, tahu-tahu kau datang bersama bangsawan Khe,” Ketuan Xin Cen berkata.
“Aku ada di tenda busu, karna seorang busu maka tak pantas berada di sini,” Xing Zaolin berkata.
“Sudahlah Xing Zaolin, tak usah kau bahas lagi masalah itu, Khe Han Ci merasa malu jika kau mengatakan nya,” Xin Cen tertawa mendengar perkataan dari Khe Han Ci yang tampak malu ketika mengatakan nya.
Suara alunan musik terkadang semangat dan terkadang sedih menemani orang-orang yang sedang minum arak dan bersantai, sementara sebagian tamu telah pamit kembali ke tempat mereka.
“Anak muda! Bagaimana dengan tawaranku untuk bergabung dengan perguruan api suci,” Xin Cen berkata sambil menatap ke arah Xing Zaolin.
Xing Zaolin diam tak menjawab perkataan dari Ketua Xin Cen, dan Xin Cen tak tersinggung karna sudah tahu sifat dan karakter pemuda itu, dan Xin Cen tertawa ketika mendengar cucu nya sampai mabuk arak, karena hanya gara-gara di acuhkan oleh pemuda itu.
“Anak muda, aku ada sebuah tawaran untukmu!” Bangsawan Khe berkata.
Xing Zaolin meletakkan cawan arak nya dan melihat ke arah bangsawan Khe dan berkata. “Tawaran apa?”
“Dalam beberapa hari ini aku akan berangkat ke kota Changsa untuk bertemu seseorang, dan aku ingin kau mengawalku dan menjagaku dari berangkat sampai aku kembali ke kota sancang ini, bagaimana?” Xing Zaolin tak menjawab perkataan dari bangsawan Khe, tapi wajah nya tampak merenung, seperti sedang berpikir.
Menunggu Xing Zaolin yang seperti sedang berpikir, bangsawan Khe berkata kepada ketua Xin Cen.
Ketua Cen, maaf aku membutuhkan Xing Zaolin karna ada urusan penting, walaupun dia menyetujui untuk bergabung dengan perguruan api suci, aku harap demi persahabatan ketua Cen mau meminjamkan Xing Zaolin untuk mengawali ku ke kota Changsa.
Xin Cen mendengar perkataan dari bangsawan Khe tertawa pelan dan berkata, “Apa bangsawan Khe mendengar Xing Zaolin menyanggupi permintaanku?” Kedua nya lalu sama-sama tertawa, sedangkan Xiao Chen terkadang mencuri pandang ke arah Xing Zaolin.
“Maaf bangsawan Khe, aku harus mengawal tiga bidadari surga malam kembali ke kota shiro dengan selamat, karena ada sebuah perjanjian antara aku dan Nio Nio sang pemilik rumah hiburan surga malam.” Ujar Xing Zaolin.
Ketika sedang bercakap-cakap, tak terasa pertunjukan musik selesai, dan Ling Ling menghampiri meja bangsawan Khe karna melihat tangan bangsawan itu melambai ke arah nya.
“Nona Ling Ling, aku akan menambah uang perjanjian menyanyi dengan rumah hiburan surga malam, tapi aku akan meminjam Xing Zaolin untuk mengawalku ke kota Changsa bagaimana?” Mendengar perkataan bangsawan Khe, Ling Ling tersenyum dan berkata.
“Semua keputusan ada di tangan tuan muda Xing, kami memang sebenar nya membutuhkan pengawal untuk mengawal kami kembali, karna setelah selesai acara kami pulang membawa uang, dan kami menjadi target yang menarik bagi para begal,” Ling Ling berkata, dengan kata lain Ling Ling menolak secara halus permintaan bangsawan Khe, karna Ling Ling tahu Xing Zaolin ada sebuah janji dengan Nio Nio ibu angkat nya, dan tak kan mau menerima tawaran dari bangsawan Khe.
Jika rombongan tiga bidadari surga malam, ada yang mengawal dan bisa di percaya, aku menyanggupi tawaran bangsawan Khe.
Bangsawan Khe tertegun mendengar perkataan dari Xing Zaolin, “Aku yang minta di kawal dan bayar, kenapa aku juga yang harus menyiapkan orang-orang untuk mengawal tiga bidadari surga malam.” Bangsawan Khe berkata dalam hati, sambil menatap ke arah Xin Cen.
“Saudara Khe, apa Khe Hu akan ikut bersamamu?” Xin Cen berkata.
Aku memang bermaksud membawa kedua keponakanku ketua Xin Cen, biar hatiku lebih tenang.
“Baik! Aku akan menyiapkan orang-orang pilihan untuk mengawal nona Ling Ling dengan selamat kembali ke kota shiro, asal saudara Khe mau mengajak cucuku untuk ikut, karna dia butuh pengalaman. Bagaimana menurutmu?” Xin Cen berkata.
“Jika ketua Xin Cen ingin berbaik hati padaku, aku terima usul ketua Cen.” Xiao Chen memandang kakek nya, wajah gadis itu tampak ceria.
Sedangkan Ling Ling wajah nya langsung berubah, ketika mendengar perkataan kedua orang yang berada di hadapan nya, apalagi setelah melihat Xiao Chen tersenyum, makin cemburu hati Ling Ling tapi gadis itu tak berani bicara.
“Nah, semua sudah sepakat, jika tidak ada halangan dua hari lagi kita berangkat, bagaimana menurut kalian?” Khe Han Ci bertanya kepada Xiao Chen, lalu menoleh ke arah Xing Zaolin, Xiao Chen menjawab dan berkata, “Baik paman.”
“Aku belum menyanggupi permintaan bangsawan Khe,” Xing Zaolin berkata.
Khe Han Ci mengerutkan kening nya ketika mendengar perkataan dari Xing Zaolin, dan berkata.
Bukankah tadi kau yang bilang, jika ada yang mengawal tiga bidadari rumah hiburan surga malam kembali ke kota shiro, kau akan menyanggupi pengawalan ku ke kota Changsa.
“Memang benar aku berkata seperti itu! Xing Zaolin berkata sambil menatap khe Han Ci.”
“Tapi,” Xing Zaolin diam.
“Tapi apa?” Khe Han Ci berkata.
“Berapa tuan sanggup membayarku untuk mengawal tuan ke kota Changsa?” Ujar Xing Zaolin.
Karna aku bekerja sesuai kemampuan yang aku punya, dan asal tuan Khe Han Ci tahu, Xing Zaolin berkata sambil menatap ke arah Khe Han Ci.
“Menyewa naga hitam tidak murah.”