ep 3

970 Kata
Shylla melajukan mobilnya menuju rumah dengan kecepatan sedang baginya. Shylla tidak membiarkan Xiu untuk menyetir. Walau kepala terasa berat namun Shylla cukup kuat untuk menahannya, karena rasa rindunya lebih besar. Tapi bagi Dallin yang mengikuti di belakangnya, khawatir karena baginya cukup kencang. Beruntungnya Shylla sampai rumah dengan selamat. Tetapi ada yang membuat Shylla kecewa dan kepalanya semakin pusing. Alfian membawa seorang perempuan s***i ke rumah. Entah siapa dia, namun terlihat bukan wanita baik-baik. "dia Siska. pacar papa" ucap Alfian mengawali pertemuan di hari itu "kak Darrel... " ucap Shylla tak memperdulikan papanya "dek.. wajahmu pucat banget?" tanya Darrel lalu memeluk Shylla erat-erat "maafkan kami ya" bisiknya di telinga Shylla "pusing aja kak... kak Dallin. kak Darrel... aku maafkan tapi jangan biarin aku sendiri lagi... " ucap Shylla lalu menggandeng kedua tangan Dallin dan Darrel menuju ke halaman belakang rumah "Shylla! kau tidak lihat papa di sini?" bentak Alfian "jika papa mau aku lihat, singkirkan wanita itu" ucap Shylla kesal "Shylla! sopan sedikit!" ucap Alfian keras "pa... aku gampang kok... jika papa mau aku anggep ada, bawa wanita itu pergi. Dengan papa bawa perempuan kesini berarti papa tidak lagi menyanyangi mama" ucap Shylla tenang namun tegas "kamu ya!!" bentak Alfian yang sudah melayangkan tangannya hampir menampar Shylla "apa? mau nampar? silahkan!" tantang Shylla "dek... sabar... jangan nantangin papa" ucap Dallin "kak... kuburan mama masih basah! beberapa hari lagi 40 hari mama! roh mama masih di sini! papa dah berani membawa perempuan kemari!?" ucap Shylla "pa, papa tidak menghormati mama" ucap Darrel "pa, jika papa mau melupakan mama gak gini caranya! selamanya papa gak bisa lupain mama! papa sudah hidup 20 tahun lebih sama mama! gak bakal ada yang ganti mama!" ucap Shylla "maaf pa... Shylla gak bisa jadi Shylla nya papa jika papa sama perempuan p*****r ini" Plak... Tangan besar Alfian mendarat di pipi mulus Shylla. Air mata Shylla mengalir. Darah segar keluar dari ujung bibir Shylla. Mulut Xiu menganga lebar dengan pemandangan di depannya. Dallin dan Darrel tak percaya apa yang mereka lihat. Alfian yang sabar, yang tidak pernah main tangan, sekarang bisa menampar anak perempuannya satu-satunya. Sedangkan Siska hanya terbelalak melihat papa Shylla memperlakukan Shylla kasar. "Shy... Shylla... dek... ma.. maafkan papa" ucap Alfian terlihat menyesal "pa... !!" bentak Dallin dan Darrel bersamaan "papa jahat! papa memang gak sayang aku dan mama! aku pergi!" ucap Shylla lalu keluar rumah di susul Xiu "perkataan Shylla memang gak baik, tapi papa keterlaluan menampar anak kesayangan papa!" ucap Dallin "pa! yang mau anak perempuan papakan? disaat umur kami sudah 5 tahun! Shylla kado buat papa dari mama! ingat?" tanya Darrel "mas Alfian Siska pulang dulu ya... Temui siska lagi ya besok" ucap Siska lemah lembut dan dengan rayuannya "jangan harap papa saya menemui anda" bentak Dallin "papa tinggal pilih kami atau dia" kata Darren "pa... kita akui papa masih terlihat tampan, bertubuh bagus yang membuat wanita seperti dia mendekati papa, tapi ingatlah Shylla... seperti kembaran mama" "Dallin... papa tidak ingin menamparnya" "tapi papa menampar adik kesayangan kami" "mas Alfian baru 45 tahun kan mas... bagi siska mas masih muda mas... " rayu siska "pergi loe! jangan dekati bokap gue lagi!" bentak Darrel Tiba-tiba Pak Heri satpam rumah Shylla, dan Bi Sri pembantu Rumah Shylla berlari masuk kerumah dengan wajah panik. "Tuan... non Shylla... non Shylla" ucap pak Heri dengan nafas memburu "Shylla kenapa pak?"tanya Alfian "pingsan di halaman parkir Tuan" jawab Pak Heri "apa?" pekik si kembar yang langsung melesat melihat Shylla "maaf siska. ini ada uang. terima kasih untuk 5 hari ini karena menemani saya" ucap Alfian memberi segepok uang pada Siska "oke mas.. kalau butuh Siska hubungi siska ya mas Alfian" ucap Siska, lalu papa ikut melihat Shylla Shylla di bawa kerumah sakit milik keluarga kevin. Di sana sudah ada Kevin yang menyambutnya. Kevin panik bagaimana bisa Shylla yang menjadi pacarnya sekarang pingsan, padahal kemarin malam saat bertemu ia Baik-baik saja. Setelah di rawat, ternyata Shylla hanya kelelahan dan karena jarang makan beberapa hari ini. Setelah di rawat 2 hari Shylla di perbolehkan pulang. Alfian sangat senang setelah tau Shylla kembali sehat. Alfian juga berjanji pada Shylla akan kembali seperti papa yang dulu tanpa ada wanita lain. Malam harinya, di adakan acara makan malam sederhana. Tidak di sangka Dallin dan Darrel membawa seorang perempuan kerumah. Tak luput, Kevin di undang Darrel untuk datang. Perempuan Itu tidak asing untuk keluarga Shylla. Dallin membawa Xiu, yang menjadi sahabat sekaligus asisten Shylla. Darrel membawa Intan. Teman Darrel sejak SMP. Tapi Intan pemalu. Jadi hampir tidak pernah ia berkunjung kerumah Darrel. "hohoho... Anak-anak papa sudah punya pasangan masing-masing" celetuk Alfian di meja makan "pa.. kami akan menikah" ucapan Dallin yang membuat Alfian melongo. "tepatnya Dallin dan aku" timpal Darrel "Shylla kamu dan kevin?" tanya Alfian "om... saya..." ucap Kevin terpotong "panggil saya papa" balas Alfian "pa... biarkan si kembar yang menikah setelah Itu aku" ucap Shylla "papa setujui. lagipula orangtua calon menantu papa sudah papa kenal baik. Xiu, Intan, kami akan berkunjung kerumah kalian besok pagi" Alfian segera memutuskan. "Terima kasih pa" ucap Dallin dan Darrel bersamaan "Terima kasih om" ucap Xiu dan Intan bersamaan "panggil papa ya, Xiu... Intan..." "baik" jawab xiu dan Intan bersama lagi "Shylla pertunangan saja dulu jika kamu tidak ingin segera menikah" ucap Alfian "bukannya gak mau segera menikah pa. Tapi... " ucap Shylla ragu "tapi apa? karena besok 40 hari mama?" tebak Alfian "iya. terlalu cepat pa" "dek... yang mama inginkan sebelum ia meninggal melihat kalian bertiga menikah" ucap Alfian "Mama juga pasti ingin lihat kamu bahagia" kata Dallin "dan kebahagiaan kamu di Kevin" lanjut Darrel "begini saja 2 bulan setelah pernikahan kembar kita adakan pernikahan Shylla" ucap Alfian "pa..." pekik Shylla "masih mau nunggu sampai kapan dek? lihatlah Kevin seumuran dengan kembar. lihat juga umurmu! Kevin ajak orang tuamu kesini lusa" kata Alfian "baik om... eh pa... terima kasih pa" ucap Kevin "mari... makan" ajak Alfian ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN