ep 4

932 Kata
Malam hari berikutnya, rumah Shylla di adakan acara Tahlilan untuk mendoakan 40 hari mama Shylla. Banyak dari tetangga Shylla yang membantu. Banyak pula yang datang. Termasuk Dion (papa Xiu), Riko (papa Intan), dan Alex (papa Kevin). Karena mereka teman yang sudah lama tidak berjumpa, kesedihan hati Alfian menguap. Setelah acara mereka masih ngobrol hingga larut malam, tentunya bersama Dallin, Darrel, Kevin, dan Shylla. Tapi karena para lelaki asik mengobrol, mereka tidak menyadari bahwa satu-satunya perempuan disitu tertidur. "Fian. bukankah lebih baik jika bertemu di satu tempat?" tanya Dion "betul" timpal Riko "hem?" tanya Alfian "benar pa... bukankah lebih baik bertemu di satu tempat" ucap Dallin "lebih baik pernikahan kami bersama" sambung Darrel "Lusa? di hotel saat makan siang?" tanya Alfian "oke" jawab Riko dan Dion bersamaan "bukankah untuk merencanakan pernikahan Shylla dan Kevin sekalian jadi satu?" usul Dion "usulan yang bagus" ucap Alex "pa.. rencana kita akan tunangan terlebih dahulu" ucap Dallin "oke. Kevin dan Shylla bagaimana?" tanya Alfian "saya dengan ayah akan cari cincin besok pa" jawab Kevin mantab "Fian. anakmu tidak kau bawa ke kamar?" tanya Alex "siapa? Shylla tertidur ternyata" ucap Alfian setelah melihat Shylla yang sudah tertidur sambil bersandar pada dinding. "saya bawa ke kamarnya pa" ucap kevin lalu membopong Shylla ke kamar. Alfian menjawab dengan anggukan "sudah malem. istriku telpon" ucap Riko "see you" ucap Dion berpamitan "oke. sampai besok" ucap papa Shylla "Darrel. om tunggu ya" ucap Riko "iya om" "Dallin. Xiu selalu nunggu kamu" ucap Dion "siap om. kita pasti datang" "Kita sampai di Restoran hotel lebih awal" ucap Alfian "pa, Shylla sudah tidur" kata Kevin kembali dari kamar Shylla "oke Fian sampai jumpa" ucap Alex lalu pulang bersama Kevin Keesokannya Shylla di kejutkan dengan pemberitahuan dari kakaknya. Jika dia akan ikut bertunangan dengan Kevin hari ini. Awalnya Shylla bingung pakaian apa yang harus ia kenakan. Tapi dalam sekejap semua beres, setelah ia membuka kamar pakaian khusus miliknya dan milik mamanya. Sasya banyak memberikan Shylla gaun pesta, beberapa diantaranya Shylla anggap pantas untuk acara pertunangan. Dengan dibantu teman kakaknya yang memiliki salon Shylla di sulap menjadi sang putri dari keluarga Revano. Di hari pertemuan saat jam makan siang mereka sudah berkumpul di restoran hotel milik Alfian. Wajah cerah dan kegembiraan terpancar dari wajah-wajah muda yang akan merencanakan pernikahan. Tak hanya kedua orang tua dan pasangan yang akan menikah saja, tapi saudara terdekat juga datang. Termasuk Shylla dan kevin dan keluarga. Mereka sibuk mencari jadwal dan tanggal yang pas untuk pernikahan kedua pasangan. Setelah ada beda pendapat dari beberapa bapak-bapak di putuskan 4 bulan lagi pernikahan Si kembar secara bersamaan, dan 3 bulan lagi pernikahan Shylla dan Kevin. Dengan keputusan pribadi kedua pasangan tukar cincin pertunangan di hadapan keluarga dekat. Termasuk Shylla dan Kevin. Dallin Louvain Revano bertunangan dengan Xiu Shalita Tasani. Darrel Andrean Revano bertunangan dengan Intan Karina Ratnaputri. Shylla Shaquita Revano bertunangan dengan Kevin Raynard Galaxy. Setelah acara selesai mereka berenam liburan ke Villa milik keluarga Alfian. Villa yang baru ia beli sebelum meninggalnya Sasya, yang rencananya akan dia berikan untuk Sasya. Namun sekarang ia berikan untuk ketiga anaknya. Perjalanan dari rumah ke Villa hanya memerlukan waktu 2 jam lebih. Shylla terpukau dengan pemandangan selama di perjalanan. Karena selama ini yang ia lihat hanya pemandangan gedung tinggi dan kendaraan yang berlalu lalang. Setelah Semua sampai villa mereka harus menahan malu karena di villa hanya ada 3 kamar dan mereka harus mau tidur bersama pasangan masing-masing untuk 1 minggu ke depan. "sayang, buat apa bawa peralatan medis?" tanya Shylla saat di kamar ia melihat kevin yang membereskan barangnya "apapun bisa terjadi sayang" jawab kevin lalu memberikan inhaler pada Shylla "inhalerku kemarin masih" kata Shylla lalu mengembalikan pada Kevin "ini dataran tinggi. Kamu sensitif dingin sayang" ucap kevin lalu mencubit pipi Shylla. "aku tau sayang. tenanglah. kau selalu melindungiku" canda Shylla "Shylla... Kevin.. makan siang siap! jangan aneh-aneh! masih siang!" panggil Xiu sambil menggedor pintu kamar Shylla "Xiu apaan sih? aneh-aneh apa coba?" tanya Shylla lalu membuka pintu kamarnya "idih... apa ya?" canda Xiu lalu membisikkan sesuatu di telinga Shylla lalu berlari menjauh sambil tertawa riang "xiu!!!! gila loe!!!!" pekik Shylla lalu berlari mengejar Xiu "Xiu... Shylla... apa-apaan kalian? ayo makan!" ucap Dallin "sayang kamu tau bakal sesak kalau lari! lupa?" tanya Kevin memberikan inhaler "maaf" ucap Shylla menyesal Malam harinya mereka asyik membakar jagung dan makanan lain hingga larut malam. Sebenarnya Shylla sudah sangat kedinginan berada di halaman Villa. Tapi kebersamaan yang jarang ia rasakan, menyanyi, bercanda, tertawa, bermain permainan konyol, membuat hati Shylla hangat. Hingga tak terasa jam 2 dini hari. Shylla sudah menahan ngantuk, dan kepala sangat pusing. "ngantuk. ada yang mau nemenin tidur?" tanya Shylla, namun menarik lengan baju Kevin "eh gua tidur dulu ya. nemenin calon istri" ucap Kevin terkikik "heh?" pekik Shylla setengah sadar mendengar ucapan kevin "kita mau tidur la... ya kan Xiu...." ucap Intan "iya kok.. ayo tidur semua" jawab Xiu "sama pasangan kan?" tanya Shylla "iya la... ayo tidur" ajak Intan "mari tidur" ucap Darrel "masuk-masuk ayo tidur" ajak Dallin Setelah memasuki kamar Shylla terlihat malu-malu. Kevin mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur di depan Shylla. Spontan Shylla menutup mata dengan kedua tangannya. Namun masih saja ia membuka sedikit celah di tangannya untuk mengintip. "Shylla gak usah ngintip" "idih siapa yang intip kamu" "ini pakaian tidurmu sayang" "makasih. aku ganti dulu" "eit... di sini saja" "Kevin! kita belum sah" "tapi kita sudah bertunangan" "berbalik... jangan mengintipku" "tubuhmu bagus sayang... putih... bersih... membuatku ingin mengawinimu" ucap Kevin setelah Shylla selesai mengganti pakaian "apa sih! sebenarnya tubuhmu juga bagus. di tambah kamu juga sangat tampan... itu menjadi bonus buatku" Kevin tersenyum mendengar ucapan Shylla. Mereka akhirnya berciuman sebelum tertidur. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN