ep 5

1019 Kata
Jam 6 kurang Intan bangun. Setelah shalat dan membersihkan diri, Intan membuat sarapan. Dibantu Dallin, Darrel, dan Xiu yang sudah bangun. Rencana mereka setelah sarapan akan berjalan-jalan sekitar bukit dan kebun teh. Tapi rencana itu sepertinya harus mundur. Karena Shylla sakit. Demamnya lumayan tinggi, jadi Kevin tidak berani meninggalkan Shylla sendiri. Terlebih si kembar, yang sangat menyanyangi adiknya. "kevin, ini cream soup buat Shylla. Shylla gak suka bubur nasikan?" ucap Intan yang menyodorkan semangkuk cream soup "Shylla baru saja tidur tan. Gue gak mau bangunin dia" ucap Kevin. Lalu menyambar air mineral di tangan Dallin "ambil sendiri loe" ucap Dallin mengambil lagi air mineralnya "capek gue. Subuh Shylla bangun minta ambilin air. Tapi badan dah panas, nafas dah susah, tapi sekarang dia tidur" ucap Kevin "jadi loe belum tidur?" tanya Dallin "Sebentar doang. Shylla kebangun sejam setelah gue tidur. habis itu gue gak tidur lagi" "kev, gue simpan, kalau Shylla bangun gue panasin" jawab Intan kesal lalu kembali ke dapur "tapi kemarin dia baik-baik lho Kev?" tanya Xiu "banyak faktor Xi. salah satunya begadang dan kedinginan" jawab Kevin "Shylla kecil, jika ia di tempat baru selalu sakit" ucap Darrel "dan asmanya akan kambuh" tambah Dallin "atau kepalanya bakal sakit" imbuh Darrel "ya... sejak akan tidur. maka dari itu biarkan dia tidur" ucap Kevin "sekarang gimana?" tanya Darrel "aman. gue bawa semua pertolongan pertama yang Shylla butuhin" ucap Kevin lalu menguap karena ngantuk "vin.. sori" ucap Intan "hem?" tanya Kevin "gue sempet sebel karena loe pasti panik" ucap Intan "oke... gue emang panik kalau Shylla sakit. tapi jika dokternya hanya gue, gue tau harus berbuat apa" ucap Kevin "gue tidur dulu" lanjut kevin lalu masuk ke kamar Kevin melihat Shylla masih tidur. Wajahnya pucat. Tak ada merah merona di pipinya. Kevin ingat kemarin malam. Saat Kevin mencium Shylla ia sudah merasa suhu tubuh Shylla tidak seperti biasa. Nafas Shylla juga hangat, dan Seperti sesak. Namun Shylla sudah terlanjut tertidur sebelum Kevin bertanya. Saat berada di depan semua, Kevin bisa untuk berusaha bersikap tenang. Namun jika ia melihat wajah pucat Shylla selalu terbesit rasa sedih. Kevin tertidur, dan terbangun sore hari. Ia cek suhu tubuh Shylla, panasnya sudah turun, dan mulai ada sedikit rona merah di pipi Shylla. Shylla menggeliat, ia membuka mata dan melihat senyum Kevin. "dah bangun sayang?" "hem.. " jawab Shylla "mari aku bantu duduk. mau makan?" tanya Kevin "hem" "tunggu ya" ucap kevin memberi tahu Intan lalu kembali ke kamar "pusing" ucap Shylla saat kevin sudah kembali "La... gue buatin cream soup" ucap Intan lalu masuk ke kamar membawa nampan berisi soup dan air mineral "makasih" ucap shylla singkat "gue suapin ya" ucap Intan "dia gak mau" ucap Darrel "la... gue kan bukan orang luar lagi..." ucap Intan "sama papa aja gak mau" imbuh Dallin "sama kita aja dia ogah" tambah Darrel "maunya?" tanya Intan "kevin atau Xiu" jawab Dallin dan Darrel bersamaan "sini soup nya" kata kevin mengambil nampan dari tangan Intan "Shylla kalau sakit sangat manja ke mama atau kevin atau Xiu" bisik Darrel "kami keluar dulu" ucap Dallin Tak terasa sudah 5 hari mereka di villa. Saatnya mereka pulang. Saatnya untuk kembali dan melanjutkan aktivitas Masing-masing seperti biasa. Dallin kembali keluar kota untuk syuting film horor. Sedangkan Darrel walau di luar kota, pekerjaan harus ia selesaikan sebelum gelap, dan akan kembali sebelum tengah malam. Untuk Shylla ia berbeda. Shylla lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Semua hal dari butik di laporkan lewat online. Atau Xiu yang akan datang jika luar kota. Tapi Shylla datang hanya dalam kota. Jika luar kota selain tidak di perbolehkan papa, juga demi kesehatan Shylla. Jika pekerjaan selesai ia dan Xiu pergi sekedar nonton atau jalan-jalan ke mall. Entah hari ini Shylla kerasukan apa, ia bersemangat pergi ke butik cabang Madiun dengan Xiu. Tentunya dengan izin Alfian. Setelah Sampai sana ia melihat pemandangan yang tidak asing. Di cabang manapun butik milik Sasya dari bentuk bangunan, dan cat terlihat sama. Tetapi ada yang beda. Shylla masuk, dan semua karyawan menyambutnya. Saat Shylla masuk keruangannya, Shylla memergoki salah satu karyawannya berciuman dengan seorang laki-laki di ruangannya dengan pakaian tinggal setengah. Shylla sangat marah melihat ini seketika itu shylla langsung memecat karyawan tersebut. "gila... ! dia pikir gue gak bakal dateng cek toko.! di luar ada pengunjung. temen yang lain sibuk ngelayani pengunjung. dia sibuk layani om-om! di ruangan gue pula!" omel Shylla "udah-udah... Yulia kan sudah loe pecat" ucap Xiu "huufffttt iya sih" jawab Shylla "tapi sebel aja. gak ada yang boleh naik ke lantai 3 kalau bukan petugas kebersihan. itu ruangan gue" lanjut Shylla "sabar... " "dia bukan petugas kebersihan. berani banget naik" ucap Shylla emosi "eh.. la.. kok gue denger teriakan orang sih?" tanya Xiu "gue juga bau asap" "jangan-jangan" pekik Shylla dan Xiu bersamaan. Mereka langsung meraih tas dan berlari ke butik lantai 1. Ternyata benar butik kebakaran. Shylla terbatuk. Ia berusaha menyelamatkan apa yang ia bisa selamatkan. Uang di brangkas. Beberapa file penting. Beberapa pakaian jika perlu. Tapi Xiu segera menarik Shylla keluar. Sehingga hanya Uang di brangkas dan file saja yang berhasil ia selamatkan. Nafas Shylla tersengal-sengal. Shylla kesulitan bernafas, dan akhirnya ia pingsan. Bangun - bangun Shylla sudah berada di klinik terdekat. "la... loe gak papa kan? Darrel sama Kevin udah di perjalanan" Tanya Xiu setelah Shylla sadar "gakpapa. kok loe kasih tau mereka sih?" tanya Shylla "gue panik" jawab Xiu "terus penyebabnya apa?" tanya Shylla "kemungkinan di bakar Yulia" jawab Xiu "astaghfirullah" gumam Shylla sambil memijat kepalanya yang masih pusing "Terus Yulia?" "sudah di bawa polisi. loe tenang aja... loe istirahat" Selang beberapa jam Kevin dan Darrel datang. Setelah Kevin lihat Shylla sudah membaik, Kevin dan Darrel langsung meminta Shylla pulang kembali ke rumah. "dek... penyebabnya apa?" tanya Darrel sambil menyetir "sepertinya ada yang sengaja membakar kak" jawab Shylla "aku gak paham la" tanya kevin "gue sama Shylla nemuin Yulia lagi gituan sama laki-laki di ruangan Shylla. Shylla marah langsung pecat Yulia" ucap Xiu "jadi maksud loe di bakar Yulia?" tebak Kevin "mungkin. Tapi sudahlah semua yang penting sudah aman" ucap Shylla "tapi... " ucapan Kevin terpotong "Yulia juga sudah di tangkap polisi" lanjut Xiu "aku dah gakpapa"kata Shylla "kamu terlalu baik sayang" kata kevin
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN