bc

Nikah Kontrak Dengan Nona Muda

book_age16+
1.8K
IKUTI
11.2K
BACA
contract marriage
arrogant
billionairess
drama
bxg
icy
city
office/work place
cruel
stubborn
like
intro-logo
Uraian

Berawal dari kesalahan Bos nya yang menghubungi nomor telepon asing. Membuat Rama terjebak dengan wanita kaya yang sombong.

Rama dengan sangat sangat terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan nona muda itu. Wanita yang bernama Mutiara atau yang akrab di panggil Ara, ternyata memiliki kekasih.

Lalu untuk apa wanita itu memilih Rama sebagai suaminya? meskipun hanya suami kontrak.

Temukan jawabannya di sini.

chap-preview
Pratinjau gratis
Satu
Rama baru saja pulang dari kantor saat sebuah panggilan dari nomor tidak di kenal masuk ke ponsel pintarnya. Rama hanya melihatnya saja tanpa berniat mengangkatnya. Dia lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.  Rama Adipurna bekerja sebagai asisten CEO di sebuah perusahaan yang cukup besar. Atasannya bernama Wingga Hadiantara. Rama begitu menghormati pria itu meski umur mereka tidak begitu jauh. Rama terbilang masih sangat muda. Dia merayakan ulang tahunnya yang ke dua puluh tiga bulan lalu. Bekerja dengan Wingga pun masih sangat baru, sekitar empat bulan. Dia memiliki satu adik perempuan yang masih bersekolah. Adiknya tinggal bersama ibunya di pinggiran kota. Rama berencana membeli rumah bulan depan, uang yang dia kumpulkan dan juga tabungannya saat dia masih kuliah, sudah cukup untuk membayar DP rumah yang dia incar.  Setelah mandi dan berpakaian, Rama duduk di meja makan kecil rumah kontrakan yang dia tinggali sejak dia masih kiliah. Dia membuka bungkusan makanan yang dia beli sebelum pulang tadi. Rama menyantap makan malamnya dengan nikmat. Ponselnya kembali berdering dari nomor yang sama.  Penasaran Rama akhirnya menerima panggilan itu.  "Kamu harus tanggung jawab!" Rama bahkan belum mengucapkan kata 'halo' ketika suara itu  masuk ke dalam telinganya.  "Apa saya mengenalmu?" tanya Rama tenang seraya menghabiskan sisa makannya.  "Aku juga tidak mengenal kamu, tapi kemarin kamu menelepon dan mengaku-ngaku sebagai suamiku. Papaku mendengarnya dan dia meminta untuk bertemu dengan kamu," kata wanita itu panjang. Rama langsung mengingat ketika Wingga menekan nomor yang salah saat dia meminjam ponsel Rama untuk menghubungi istrinya yang sedang merajuk.  "Saat itu ponsel saya di pinjam oleh orang lain untuk menghubungi istrinya. Jadi itu bukan salah saya. Lagi pula itu hanya telepon salah sambung." Rama berdiri dan membuang bungkus nasi itu ke tempat sampah.  "Aku tidak mau tau. Pokoknya kamu harus bertanggung jawab!" Sambungan telepon langsung terputus. Rama meletakkan ponselnya, dia tidak menanggapi serius perkataan wanita itu. Rama tidak melakukan kesalahan, untuk apa dia bertanggung jawab? Lagi pula permintaan wanita itu tidak masuk akal.  Rama berjalan memasuki kamarnya, dia duduk di ujung ranjang. Sebenarnya dia cukup penasaran tanggung jawab seperti apa yang wanita itu inginkan. Rama menebak, mungkin saja wanita itu menuntut ganti rugi uang. Jaman sekarang apapun akan di lakukan demi uang. Dan bisa saja wanita itu salah satunya.  *** Mutiara Sanggi Wijaya atau sering dipanggil Ara adalah satu-satunya anak dari pasangan Andon Wijawa dan Amira Wijaya. Hal itu menjadikan dia satu-satunya pewaris dari bisnis orang tuanya. Landera Group nama perusahaan papanya. Perusahaan yang membawahi berbagai bidang mulai dari properti hingga perbankkan. Keluarganya masuk dalam dua puluh orang terkaya di Indonesia. Ara sangat dimanjakan oleh orang tuanya, sejak kecil apapun yang dia minta langsung di penuhi hanya dalam sekejap mata. Ara memiliki semuanya, kehidupannya membuat banyak orang di luar sana iri. Status Nona Muda membuat Ara begitu sombong dan angkuh. Tidak hanya satu atau dua orang pekerja yang mengundurkan diri dari rumah keluarganya karena sikap angkuh Ara. Ara bisa marah bahkan hanya dengan kesalahan kecil sekalipun. Papanya sudah sering mengingatkan Ara agar berbuat baik pada pekerjanya, namun Ara tetaplah Ara. Bahkan karena keangkuhannya itu membuat dia tidak memiliki teman, jika ada orang yang ingin berteman dengannya  hanyalah dengan tujuan tertentu.  Saat ini dia hanya menginginkan satu hal yaitu, menikah dengan Girga, kekasihnya. Mereka sudah berpacaran dengan sejak dua tahun lalu tapi, kedua orang tuanya tidak kunjung memberikan restu. Bahkan mereka meminta Ara putus dengan Dirga.  Jelas Ara tidak terima, dia sangat mencintai laki-laki itu. Ara bahkan butuh  waktu berbulan-bulan untuk dekat dengan Dirga yang berprofesi sebagai model. Pria itu begitu tampan dan mengagumkan, Ara jatuh cinta dan tidak ingin berpisah dari pria itu.  "Laki-laki itu bukan orang yang baik. Papa melihat dia hanya memanfaatkan kamu. Dia tidak mencintai kamu, Ra," kata papanya. Ara saat ini sedang mencoba untuk kembalai meyakinkan papanya agar menyetujui hubungannya dengan Dirga. Ini yang ketiga kalinya dia berbicara dengan papanya mengenai kelanjutan hubungannya dengan Dirga "Pa."  "Umur kamu sudah dua puluh enam tahun. Papa ingin kamu mendapatkan laki-laki baik dan bertanggung jawab."  "Dirga bertanggung jawab, Pa."  "Contohnya?" Andon menantang putrinya itu. Dirga, pria yang di puja putrinya itu hanya menginginkan uang, tanpa sepengetahuan Ara pria itu bahkan memiliki kekasih lain. Andon sudah pernah memberitahukan putrinya, namun entah apa yang laki-laki itu katakan pada Ara membuat Ara lebih mempercayai Dirga dari pada Andon, papanya sendiri.  "Dia selalu mengantar Ara pulang  sebelum jam sembilan malam," ucap Ara ragu.  "Itu adalah peraturan yang Papa buat. Dan itu bukan tanggung jawab melainkan kewajiban. Satu hal lagi, kamu lebih sering pulang sendiri bukan diantar." "Itu karena dia masih bekerja, Pa." Ara terus membela Dirga di hadapan papanya. "Papa ingin kamu mengenalkan laki-laki lain selain Dirga minggu depan. Kalau tidak, maka Papa akan mencoret nama kamu dari ahli waris Papa." Andon berdiri lalu masuk ke  dalam kamarnya.  Ara masih punya harapan, dia menoleh pada Amira, mamanya. Namun wanita yang melahirkannya itu hanya mengangkat bahunya acuh. "Jangan minta tolong sama Mama. Kamu tahu Mama  tidak akan melakukannya." Amira mengikuti langkah suaminya menuju kamar mereka.  Ara menuduk lesu. dia tidak mau kehilangan Dirga pun tidak ingin kehilangan warisannya. Dia dipaksa memilih salah satu diantara kekasih  dan harta. Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya, dia ingat orang yang meneleponnya kemarin. Laki-laki itu bisa dia manfaatkan untuk mempertahankan keduanya. Dia yakin orang itu pasti mau membantunya dengan iming-iming uang yang banyak. Tidak peduli bahkan jika pria itu sudah menikah.  Ara mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor itu. Satu kali, dua kali tidak mendapat jawaban. Ara tidak putus asa, dia tetap mencoba hingga teleponnya diangkat.  "Aju tidak mau tau. Pokoknya kamu harus bertanggung jawab," kata Ara lalu menutup teleponnya setelah mengatakan tujuannya pada pria itu. Kemudian dia menelepon seorang kenalannya.  "Aku mau kamu melacak keberadaan orang ini. Kirimkan alamatnya padaku nanti." Ara tersenyum licik, dengan begini dia tidak akan kehilangan apapun.  Belum sampai lima menit, sebuah pesan berisi alamat pria itu masuk ke dalam ponselnya. Ara harus menemui Dirga besok. Dia harus menceritakan idenya ini pada pria itu. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka nantinya dan mengakibatkan putusnya hubungan mereka. Tidak, Ara tidak ingin kehilangan pria itu. Mereka harus tetap bersama hingga tua nantinya.  Bersambung... Tangerang, 13 juni 2021      

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Suami Cacatku Ternyata Sultan

read
6.9K
bc

Kala Terang Dinanti

read
11.0K
bc

Turun Ranjang, Dinikahi Kakak Ipar

read
26.9K
bc

Dilema Hati Istri Bayaran Sang Bos

read
46.0K
bc

My Secret Little Wife

read
52.6K
bc

Tuan Bara (Hasrat Terpendam Sang Majikan)

read
108.1K
bc

Nasib Istri Tersakiti

read
6.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook