Meminta Bantuan Ken

2251 Kata

Devan menarik nafas dalam-dalam saat kebingungan bagaimana harus memulai pembicaraan karena ia tidak pernah membicarakan hal pribadi apa lagi perasaannya pada siapa pun selain Alvian. Keduanya malah sama-sama diam dan sibuk pada pikiran masing-masing dengan sama-sama menatap nampan kosong di meja sebagai obyek tatapan. Devan dengan kebingungannya memulai pembicaraan, sedangkan Ken cemas sekaligus menunggu ucapan Devan. “Apa yang ingin Pak Devan katakan?” batin Ken. Devan tiba-tiba menoleh untuk mulai bicara. “Eee ... begini, Ken, ak—” “Iya, Pak?” sela Ken karena Devan cukup lama diam hingga ia refleks menjawab. “Jangan sela ucapanku dulu sebelum aku selesai bicara.” “Baik, Pak.” “Bukan baik, tapi maaf. Tindakanmu barusan sebuah kesalahan, jadi kamu harus meminta maaf untuk kesalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN