Permohonan Eliana

1974 Kata

“Apa yang kamu lakukan?” tegur Devan kesal sambil merangkul bahu Eliana lalu mendekap ke dadanya. Bukannya menjawab, pria itu malah meminum air di gelas dalam genggamannya dan siap menyembur wajah Devan. Devan membalikkan badan membelakangi pria itu untuk melindungi wajahnya sekaligus melindungi Eliana dari semburan pria tua itu. Bwuuurrr Satu semburan lagi langsung mengenai punggung Devan. “Tante, Siapa dia?” tanya Devan tanpa menghadap Nani. Nani sudah membuka mulut untuk menjawab, tapi tertahan saat mendengar pria sakti di sampingnya bicara. “Jodoh mereka saling berhalangan,” ucap pria yang Nani panggil Eyang Raden. Nani langsung mengerutkan kening heran dan penasaran pada ucapan peramal sakti yang direkomendasikan oleh kekasihnya siang tadi. “Jodoh mereka berhalangan, Eyang?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN