Eliana meletakan semua yang ia bawa di tengah meja makan lalu menatap plastik-plastik itu dan bicara penuh keyakinan yang dibarengi sangat menggebu, seolah sedang berhadapan langsung dengan Devan. “Pak Devan, sebentar lagi kamu akan sembuh dari gay-mu. Aku yakin aku bisa membuatmu mau berkencan dan mencintai wanita. Aku juga akan membuatmu merasakan indahnya mencintai lawan jenis sampai kamu berkeinginan untuk cepat menikah. Aku—" “Jadi kamu percaya perkataan ibuku, El?” ujar Alvian. Eliana langsung membelalakkan mata dan berbalik badan secepat kilat karena cukup kaget ada orang lain selain dirinya di dapur. “Pak Al?” ujar Eliana antara kaget dan malu karena sudah bicara yang tidak-tidak tentang adiknya, meskipun hanya sedikit. Ditambah keheranan dengan keberadaan Alvian yang tiba-tiba

