Rasa Takut

2214 Kata

Selama setengah jam, baik Devan maupun Eliana sibuk dengan kegiatan masing-masing. Eliana dengan rotinya, Devan dengan ponselnya. “Aku sudah selesai, Pak!” ujar Eliana. Devan sedikit mendongak untuk menatap Eliana, padahal ia sedang tersenyum sendiri melihat salah satu video Eliana sedang tertawa bersama Jordy. “Mau tambah lagi?” tawar Devan. “Tidak, tapi aku ingin memesan roti bakar untuk Ibu. Ibu pasti suka roti bakar pisang.” “Ya sudah, kamu pesan lagi untuk ibumu.” Eliana tersenyum lalu berdiri karena ingin menghampiri penjual roti bakar yang baru saja duduk setelah melayani pembeli. “Mau ke mana?” tanya Devan saat melihat Eliana berdiri. “Aku mau memesan roti bakar lagi dan ingin melihat proses pemanggangannya.” Devan tersenyum tipis mendengar alasan Eliana yang sepe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN