Di luar dugaan, rupanya Gara justru berpikiran sebaliknya. Dinan kira, Gara akan membelanya karena biasanya anak itu tak bisa melihat ibunya pergi bersama orang yang masih asing. Apalagi di malam hari dan berkaitan dengan psikometri. Gara tau betul perjuangan ibunya demi bisa berdamai dengan kemampuan unik tersebut. “Oke... coba pegang apa aja yang ada di ruangan ini,” titah Kala setelah membuka pintu warung yang kuncinya sudah dipasrahkan pada pihak kepolisian demi investigasi lebih lanjut. Dinan membelalak. “Apa? Aku... aku pegang semua barang yang ada di sini?” “Iya.” Ibu satu anak itu bersedekap. “Permisi, Pak Polisi! Mungkin ada hal-hal yang belum saya katakan sebelumnya tentang psikometri ini.” Kala tak menghiraukan. Ia menyalakan lampu. “Apa?” “Kalau aku banyak menggunakan kem

