15. Menyangkal

1191 Kata

“Kalim!” Dinan berseru di balik jendela kamarnya di lantai dua. Ia mendadak tidak jadi menutup jendelanya saat melihat polisi muda itu keluar dari rumahnya, mengalungkan sarung. Seperti akan berkegiatan. Dinan mengarahkan jarinya ke pintu. “Tunggu di depan, ya.” Dinan turun ke bawah sembari menyiapkan beberapa makanan yang menumpuk di rumah setelah para ibu-ibu datang menjenguknya tempo hari. Dari pada mubahadzir, ia memberikannya pada Kalim yang sedang bertugas malam menjaga desa. “Ini bagiin ke yang lain juga. Buat temen ronda,” kata Dinan memberikan satu tote bag berukuran cukup besar. “Ini banyak banget, Bu Dinan,” kaget Kalim. “Emangnya Gara nggak makan?” “Gara picky eater. Udah buat kamu sama yang lain aja.” “Makasih, ya, Bu Dinan.” “Sama-sama.” Namun mata Dinan terdorong untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN