Memendam

1401 Kata

BAB 19 Ara meregangkan ototnya yang terasa kaku akibat tidurnya yang berada di bahu kiri Alfaro, lehernya terasa sakit tapi tak di hiraukannya. ia perlahan membuka kelopak matanya dan melihat sekeliling namun terasa asing, seingatnya terakhir kali dia berada di dalam ruangan Alfaro tapi kenapa sekarang sudah berbeda. Ara masih mengumpulan seluruh nyawanya berkumpul terlebih dulu lalu melihat di sampingnya sudah ada Alfaro, ia melihat keluar kaca ternyata mereka sudah berada di mobil. “Kita mau kemana?” tanya Ara menatap Alfaro dengan pandangannya yang lurus melihat jalan, meski Alfaro tidak menyetir namun laki-laki itu masih tetap terjaga. Ia pun menoleh melihat Ara yang sudah bangun. “Pulang.” Kata Alfaro “Tidur lagi aja, masih sedikit lama sampai rumah kamu.” tambah Alfaro. “Hmm.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN