New York City, Times Square, 4 Juli 2018
Hari kemerdekaan Amerika membuat semua tempat ramai dikunjungi oleh semua kalangan. Di musim panas dan libur nasional. Acara kembang api akan berlangsung di beberapa titik. Termasuk di Times Square. Theo tengah berada di luar untuk makan malam bersama Zoey. Dia dan Zoey sengaja makan malam berdua karena Zoey sudah berjanji mentraktir Theo yang berhasil membantunya memperbaiki beberapa laporan salah dan hampir bersifat fatal. Untunglah laporan tersebut belum sampai ke pihak atasan.
“Kenapa memilih Times Square?” tanya Zoey yang merasa keberatan karena malam tersebut sangat ramai.
“Aku sedang butuh keramaian,” jawab Theo singkat.
“Kau ada masalah?” Zoey melihat ke beberapa restoran yang berada tidak jauh darinya.
“Tidak, hanya ingin melihat kembang api. Sudah lama aku tidak melihatnya,” kata Theo sambil berjalan di samping Zoey.
“Kau tidak menonton kembang api sewaktu acara tahun baru?” tanya Zoey heran.
“Tidak, Arnold menyuruhku bertugas hari itu dan membuatku membatalkan janji dengan temanku.”
Zoey hanya bisa prihatin. Di antara mereka semua yang berada di dalam tim, Theo memang sedikit lebih banyak memakan porsi mengemban tugas. Dia seperti anak emas bagi Arnold, tetapi Theo tidak pernah suka dianggap seperti itu. Dia benci pria tua itu selalu menyuruh-nyuruhnya dalam berbagai hal.
“Dia memang lebih keras kepadamu dibanding ke yang lainnya. Kurasa semua itu karena dia sangat membutuhkanmu. Kau mampu melakukan semua tugas yang diberikan kepadamu.”
“Kau pernah ditekan banyak hal olehnya?”
Zoey mengangguk cepat.
“Aku pernah berperan sebagai p*****r demi informasi. Rasanya hal tersebut bertentangan dengan hatimu, tetapi yang namanya tugas harus aku jalani.”
Dia tidak heran mendengar ucapan tersebut keluar dari mulut Zoey Hommes, pasalnya Theo juga sering melakukan misi yang mengharuskannya menyamar dan membuat ketidaknyamanan di dalam dirinya.
“Untungnya kau selamat sebelum benar-benar memuaskan target kita.” Zoey justru tertawa mendengar ucapan Theo. Banyak agen wanita yang sering melakukan hal seperti itu dan mereka sering bercerita satu sama lain.
“Jujur saja bahwa target kita itu sangat tampan, aku hampir benar-benar menjadi pelacurnya,” timpalnya sambil terus tertawa. “Sayang sekali dia adalah seorang anggota mafia.”
“Menurutmu anggota mafia mana yang paling mengerikan?” jalanan masih sangat ramai meskipun jam sudah menunjukkan pukul sembilan lewat di New York City.
“Mafia dari Rusia, ya bisa dikatakan dia paling berbahaya yang berurusan denganku. Dia hampir saja menembakku saat aku tengah menyelamatkan anak kecil. Itu paling mengerikan,” ceritanya.
“Posisimu sulit karena kau bersama anak kecil yang ingin kau selamatkan.”
“Benar sekali!”
Theo memasukkan tangan ke saku jaketnya sembari terus mengikuti langkah kaki Zoey yang akhirnya menetapkan restoran Jepang sebagai menu makan malam mereka hari ini. Theo tidak keberatan dengan menu makanan tersebut.
“Kau tidak mengajak Bill dan Fabio?” tanya Theo ketika keduanya duduk.
“Bill tengah bertugas di sekitaran Central Park, Fabio libur tugas seperti kita, tetapi dia pergi bersama kekasihnya.” Zoey mencicipi asinan jahe merah yang ada di meja. “Tersisalah dua orang menyedihkan seperti kita yang makan di restoran Jepang sembari menunggu kembang api.”
Theo tertawa kecil. Tidak bisa mengelak apa yang dikatakan Zoey tentang keduanya. Dia memang cukup sering menghabiskan waktu bersama Zoey karena bagaimanapun mereka sering menjadi rekan dalam banyak misi penyelidikan. Mau tidak mau keduanya harus memiliki ikatan sealami mungkin agar penyamaran mereka tidak terbongkar.
“Hei kau sudah tahu mengenai desas desus akan ada seseorang yang bergabung di tim kita?” tanya Zoey pada Theo yang tengah mencicipi jahe merah.
“Tidak, memangnya siapa dia?”
“Kudengar Arnold tengah mencari tahu tentang seorang detektif yang tinggal di Las Vegas. Bill bercerita padaku minggu lalu,” ceritanya.
Theo menatap Zoey dengan tatapan heran. Mengapa mereka membawa detektif ke dalam tim yang biasanya bekerja di divisi lain. Apa rencana Arnold Lewis kali ini? Theo yakin hal tersebut pastilah berhubungan dengan organisasi radikal yang mereka tangani saat ini. Apa dia sudah kehilangan kesabaran untuk segera tahu siapa dalang di balik kejahatan dunia saat ini.
“”Bill tidak menyebutkan detailnya, dia hanya menceritakan sedikit kepadaku. Mungkin dia segan karena bagaimanapun aku mantan kekasihnya.” Theo tertawa keras kali ini. Siapa yang tidak tahu hubungan Bill dan Zoey yang berpacaran hampir dua tahun secara diam-diam. Mereka ketahuan ketika tanpa sengaja Theo ke rumah Bill dan mendapati Zoey di sana dengan baju tidur dan rambut acak-acakan. Akhirnya mereka berdua mengaku. Sayangnya Arnold tahu mengenai hal tersebut dan entah mengapa mereka putus tidak lama dari itu.
“Bill, dia masih mencintaimu. Kau tahu tentang itu?” tanya Theo kepada Zoey.
“Dia yang memutuskan hubungan kami. Kenapa kau bisa berkata seperti itu?”
“Mungkin dia bisa berbohong kepadamu dan semua orang, tetapi tidak denganku. Aku bisa merasakan perasaannya kepadamu tidak berubah dan begitu pula sebaliknya. Mungkin masih ada jalan untuk kalian bersama kembali.”
Zoey tersenyum kecut mendengar penuturan Theo. Memang tidak bisa menyimpan apa pun di dalam kelompok mereka terutama kepada Theo dan Arnold.
“Bagaimana denganmu, kau tidak tertarik dengan satu wanita pun di dunia ini?” Zoey memakan sushi yang baru diantarkan pelayan.
“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?”
“Kau tidak pernah terlihat berhubungan dengan siapa pun selain aku. Seorang wanita maksudku,” katanya yang menikmati salmon mentah dengan lahap.
“Aku punya teman dekat wanita. Satu teman sekolahku di Indonesia dan satu teman kampusku. Kami sering bersama menghabiskan waktu. Makan, menonton film, mengunjungi perpustakaan dan lain-lain.”
Zoey tertawa keras mendengar penuturan Theo.
“Hubungan dalam percintaan?” Theo menggeleng. “Serius? Kenapa?” dia benar-benar ingin tahu pasalnya banyak wanita di kantor mereka yang menyukai Theo.
“Aku sulit untuk jatuh cinta, kurasa karena itu.” Theo seterbuka itu kepada Zoey soal percintaan yang tidak pernah ia katakan kepada siapa pun di dunia ini.
“Kau pernah jatuh cinta sebelumnya?”
“Pernah, tidak manusiawi bila aku tidak pernah seperti itu.” Zoey tersenyum lebar. Dia senang sekali mengetahui sisi lain Theo van Kuiken yang dikenal sangat misterius di antara teman-teman lainnya.
“Beruntung sekali wanita yang kaucintai itu! Dia pasti wanita hebat!”
Theo hanya tersenyum sembari melanjutkan makan sushi. Zoey wanita yang menarik, Bill pasti sangat menyayanginya dan entah mengapa hubungan mereka harus berakhir. Saat ia makan, Theo melihat ada pesan masuk di ponselnya.
“Bill bertanya apakah aku makan malam bersamamu,” kata Theo sambil menunjukkan isi pesannya kepada Zoey.
“Haruskah kita membuatnya cemburu dan tidak berkonsentrasi memata-matai?” tanya Zoey dengan nada jahil.
“Sepertinya menyenangkan. Ayo kita coba!” Theo membuka kameranya dan berfoto bersama Zoey lalu tanpa ragu mengirimkannya kepada Bill. “Kurasa malam ini dia tidak akan bisa tidur tenang dan besok pagi pasti akan ada ancaman darinya untukku.” Zoey tergelak geli mendengar ucapan Theo.
♚♛♜♝♞
Saat pesta kembang api berlangsung merayakan hari kemerdekaan Amerika Serikat, di gang sempit sekitaran Harlem ada kejadian yang tidak mengenakan. Pasalnya seorang pria muda dan beberapa pria berbadan besar tengah mengeroyok seorang pria muda lain. Pria muda yang dikeroyok sudah bersimbah darah dan tangannya diikat. Dia sudah tidak berdaya dan hampir pingsan.
“Kau benar-benar tidak ingin mengatakan di mana tempat tinggalnya?” kata pria muda yang mengeroyok. “Katakan atau aku akan membunuh keluargamu!” bentaknya.
Pria muda yang sudah bersimbah darah tersebut tidak buka suara sama sekali. Dia enggan mengatakan apa pun yang ingin mereka ketahui. Biarlah dia mati asal tidak membuka suara. Keluarganya pun tidak peduli lagi terhadapnya dan entah ada di mana mereka sekarang berada mungkin juga mereka akan bersyukur atas kematiannya.
“Bawa dia, kita akan mengorek informasi darinya,” perintah pria muda tersebut sambil melemparkan puntung rokoknya ke sembarang arah. Ia kemudian mengeluarkan ponsel untuk menelepon seseorang. “Kami menemukannya, tetapi dia tidak buka suara.”
“Jangan coba-coba membunuhnya, dia pasti tahu sesuatu tentang Ren dan Agon.”
“Baik, saya akan memaksanya untuk buka suara dengan segala cara.”
Sambungan terputus dan ia melihat pemuda bersimbah darah tersebut sudah dimasukkan ke mobil mereka. Ia akan membawa pria itu untuk mengorek informasi darinya. Dia tahu pasti pemuda itu tahu di mana mereka sekarang berada.
TBC...