Twenty Seven

1857 Kata
New York City, Markas FBI, 20 September 2018 Theo dan beberapa petinggi FBI sedang menunggu kedatangan sang detektif ke markas mereka. Setelah perjalanan panjang dan mungkin juga iming-iming upah yang besar akhirnya sang detektif setuju, itu menurut sebagian pemikiran orang-orang. Namun, kenyataan sang detektif setuju untuk bekerja sama dengan FBI karena tertarik dengan Theo van Kuiken. FBI memberikan data tentang Theo kepadanya. Cukup lengkap, tetapi banyak yang ingin detektif ketahui sehingga ia mencari informasi tambahan sendiri. Hasilnya, dia setuju untuk menjadi rekan sang agen. Detektif Joker datang dengan gelagat sedikit aneh. Dia tertawa sendiri ketika melihat beberapa petugas yang mengawalnya. Ia juga sering menepukkan kedua telapak tangannya satu sama lain. Yang paling aneh, sang detektif bersiul-siul sambil tersenyum lebar. Saat memasuki ruang pertemuan, pandangannya langsung tertuju kepada Theo van Kuiken. Begitu pula dengan  Detektif Joker, mereka saling pandang untuk menilai satu sama lain. Seorang agen dilatih untuk bisa menilai orang yang menjadi targetnya, mereka harus bisa berpikir cepat dan tanggap situasi. Harus peka dan juga tahu di mana titik lemah target. Itu yang Theo lakukan kepada  Detektif Joker, meskipun dia bukan target, dia suka menilainya secara langsung. Sama halnya dengan agen FBI, sang detektif juga tidak boleh punya cela menilai orang yang berpotensi di sekitarnya. Dia tahu dari ujung rambut hingga ujung kaki tentang targetnya. Dia harus tahu apakah melihat secara langsung Theo van Kuiken akan benar-benar cocok bekerja sama dengannya atau tidak. Dia bisa membatalkannya bila merasa tidak cocok. “Kudengar kita akan menjadi pasangan sesama jenis, tidakkah itu terdengar menyenangkan?” tanya sang  Detektif Joker kepada Theo. Semua mata tertuju kepada keduanya. “Lebih menyenangkan dibanding hanya menonton aksi kita,” jawab Theo sekaligus menyindir Arnold Lewis yang benar-benar mewujudkan ucapan Theo tempo hari. “Ingin kubantu membunuh orang yang menyetujui ide tersebut?” tanyanya dengan senyum miring sembari terus menilai Theo. “Itu pasti akan jadi pembunuhan terhebat tanpa bukti. Kapan lagi bisa membunuh atasan FBI.” Arnold mengembuskan napasnya perlahan. Dia sadar dialah objek mereka berdua. “Setelah rapat kali ini selesai pasti akan sangat menarik.” Semua mata masih tertuju ke arah keduanya. Mereka semua punya pemikiran yang sama bahwa keduanya memang memiliki kepribadian mirip. Dari cara menyindir melalui perkataan sarkasme dan satire dan juga tatapan tajam mereka. Mereka bagai kembar berbeda wujud. “Kita bisa membicarakan mengenai rencana pembunuhanku lain kali, sekarang kita akan membahas hal yang lebih penting dari itu,” kata Arnold menengahi. Theo duduk sambil menyilangkan tangannya tanda ia serius. Detektif Joker berada dua baris darinya. Dia santai bahkan menopangkan dagu sembari menunjukkan raut wajah tidak serius sama sekali. Untuk hal seperti ini keduanya kontras. “Seperti yang telah kita semua tahu bahwa kita akan menjalankan misi ke Ukraina tiga bulan lagi. Kita perlu persiapan besar untuk menghadapi misi kali ini. Baik itu mental maupun fisik. Selama tiga bulan ke depan Theo van Kuiken dan Nicholas Song akan berlatih di bawah komando militer pertahanan Amerika.” Detektif Joker ingin sekali menembak mulut Arnold yang sudah menyebutkan namanya kepada semua orang. “Mereka akan dilatih banyak hal terutama sang detektif yang harus mempunyai bekal militer,” ucapnya. Nicholas benar-benar tidak tahan, dia ingin menembak kepala Arnold sekarang juga. Sayang sekali senjatanya tidak diperbolekan masuk. “Meskipun dia seorang detektif yang selama ini berada di kepolisian dan sudah tidak asing dengan pelatihan.” “Apakah rapat kalian selalu terasa membosan seperti ini?” tanya Nicholas pada agen FBI yang duduk di sebelahnya. Sang agen mengangguk tanpa membuka suara. Dia kemudian kembali memperhatikan Arnold dan beberapa orang yang menyampaikan materi. Entah apa saja yang mereka sampaikan, Nicholas lebih banyak tidak tertarik dengan hal tersebut karena dia sudah mendapatkan inti dari penjelasan yang disampaikan. “Apakah Anda bisa berbahasa Rusia atau Ukraina?” tanya Arnold kepada Detektif Joker. “Aku bahkan bisa bahasa planet,” jawabnya dengan tidak sopan. Nicholas memandang Arnold masih dengan tatapan kesal. Dia kesal karena Arnold membeberkan nama aslinya. “Itu lebih mengesankan! Tidak salah memang kami mengajak Anda!” Theo menahan tawa, begitu pula dengan Bill. Entah mengapa mereka senang sekali membuat Arnold kesal. Pria tua tersebut seharusnya mendapat bawahan yang bisa menghormatinya secara penuh dan juga tidak membuat darah tingginya naik. Sayangnya dia mendapat dua bocah pembangkang dan satu bocah pembuat ulah. Theo, Nicholas, dan Bill bisa membuat tekanan darah Arnold naik secara mendadak. Untungnya Travis, Fabio, dan Zoey berada dalam kumpulan makhluk waras yang Arnold miliki. “Dari banyaknya orang yang terlibat di dalam organisasi tersebut, kita baru mendapatkan sedikit informasi mengenai identitas mereka.” Arnold menampilkan beberapa foto yang diambil secara diam-diam. Ada Dexter Wu, Mr. Paul, Mr. Young di sana. Ia menerangkan mengenai mereka. Kemudian wajah Teressa Magnar muncul sebagai pemberi informasi mengenai kakaknya, Nikolas Magnar. Saat itu semua orang langsung menatap Detektif Joker karena nama mereka sama. “Nicholas dan Nikolas, tidak sama! Aku akan membunuhmu karena telah memberitahukan nama asliku!” tegasnya kesal. “Maaf,” ucap Arnold yang membalas kekesalannya tadi. Impas, dia berhasil membuat sang detektif mati kutu. Lalu tampilan kembali menunjukkan wajah Jack Walker yang merupakan orang pertama kali membuka informasi secara rinci kepada mereka. Wanita Jepang yang adiknya hilang. Di sana juga terpampang foto adiknya beserta identitas lengkap. Terakhir dua nama anggota CIA yang mereka curigai membelot ke arah organisasi tersebut. “Anggota CIA, ini bagian yang juga tidak kalah merepotkan,” kata Arnold sambil menatap semua yang hadir di ruang rapat. “Jujur saja kita belum tahu pasti apakah mereka benar-benar membelot atau tidak. Ini tugas tambahan yang akan kalian selidiki,” lanjutnya sambil menatap Theo dan Nicholas secara bergantian. “Karena hal ini pula kami harus menyamar menjadi pasangan sesama jenis?” tanya Detektif Joker mematahkan omongan Arnold. Dia memang sangat keberatan dengan ide tersebut. Dia masih normal tertarik kepada wanita. Dia bahkan pernah mencium bibir Jea habis-habisan sebelum ia berangkat ke New York meskipun dengan risiko wanita tersebut menamparnya secara keras setelah itu. “Aku tidak ingin jika benar-benar tertarik kepadanya!” Bill tidak tahan untuk tertawa. Ia menutup mulut setelah semua orang melihat ke arahnya. “Ini semua demi penyamaran. Akan aneh bila kalian berdua selalu bersama dan terlihat normal. Orang akan lebih percaya kalian pasangan,” terang Arnold sekali lagi. Dia benar-benar butuh pistolnya untuk menembak kepala Arnold. “Lebih aneh lagi bila kami terlihat seperti pasangan, tetapi kami sama-sama ingin muntah saat menjalankannya.” Theo buka suara. Dia berhak mengajukan protes. “Kalian akan berlatih dengan guru akting terbaik di dunia. Aku akan mendatangkan dia untuk melatih kalian berdua. Aku ingin misi kali ini sukses. Kita sudah mengeluarkan banyak tenaga, pikiran, dan uang untuk membangkitkan kembali kejayaan FBI. Ini semua serius dan direncanakan sebaik mungkin di depan banyak orang yang bukan hanya kita anggota FBI, ada angkatan militer Amerika dan orang penting lainnya yang terlibat.” Wibawa Arnold kali ini cukup terlihat dan mengesankan di mata Theo. Dia punya alasan yang masuk akal untuk Theo mengalah menerima peran konyol tersebut. Lagi-lagi dia memang tidak membuat pilihan untuk Theo agar menolak titahnya. Di sisi lain Nicholas masih kesal kepada Arnold karena ia menyebutkan nama aslinya. ♚♛♜♝♞ Jam makan siang kali ini mereka habiskan di kantin kantor dengan menyantap menu yang telah disediakan kepala koki. Theo van Kuiken akhirnya resmi berhenti dari pekerjaannya di kantor media massa tersohor terhitung mulai kemarin. Sebenarnya sangat berat baginya untuk berhenti bekerja di sana karena tempat tersebut sangat nyaman. Dia bisa berekspresi lebih hidup dengan pekerjaan normalnya. Orang-orang di kantornya pun sangat berat melepas Theo. Mereka mengadakan pesta perpisahan di kantor. Bagaimanapun dia memang harus melepas pekerjaan tersebut karena harus bertugas menjalankan misi. Theo bekerja di kantor media massa selama ini untuk mencari banyak informasi mengenai berbagai kasus. “Aku cukup salut kantin kalian menyediakan daging enak semahal ini secara gratis,” komentar Nicholas sembari duduk di depan Theo yang makan bersama Travis, Bill, Fabio, dan Zoey. “Dan kau bisa menambah porsi sepuasnya,” sambung Zoey dengan senyum lebar. “FBI cukup kaya untuk memanjakan pekerjanya,” komentar Bill yang memotong daging di piring lalu memakannya. “Benar, kali ini rasanya lebih istimewah. Mungkin karena kehadiranmu di sini mereka memasak lebih baik.” “Aku tidak minta disambut dengan istimewa seperti ini,” ucapnya sambil memainkan pisau. “Aku lebih suka di sini ada pertunjukan berdarah.” Travis dan Fabio saling pandang. Zoey melirik Nicholas yang memainkan pisau makan layaknya hanya sebuah sumpit. Dia memang gila seperti cerita yang beredar. Theo sendiri tampak tidak peduli. Dia hanya menikmati makan siangnya sambil sesekali melirik ponsel yang terletak di samping piring. “Dia akan mengirimimu pesan setidaknya setelah dia sampai di rumah. Wanita sepertinya tidak suka membuatmu khawatir, tetapi kenyataannya kau yang terlalu khawatir padanya. Dia lebih suka membalas pesanmu di saat santai karena dia senang meluangkan waktu untukmu. Sementara kau bisa membuat waktu genting milikmu menjadi luang hanya karenanya.” Theo kali ini menatap Nicholas yang sudah santai memakan daging steik. Travis, Zoey, dan Fabio tidak tahu siapa yang dibicarakan Nicholas, tetapi mereka semua tahu objek ucapannya adalah Theo. Bill sendiri sudah bisa menebak sang detektif mengarahkan ucapannya ke mana. Karena hanya dia yang tahu sisi lain Theo. Zoey dan Fabio bahkan tidak pernah tahu bahwa Theo memiliki seorang wanita yang bisa membuatnya teralih fokus. “Kau ingin pamer bahwa kau tahu apa yang membuatku resah?” tanya Theo dengan nada tajam. “Jadi kau mengakui bahwa kau sekarang sedang resah?” Fabio melirik kedua orang yang ada di samping dan depannya. Dia mendadak berhenti makan. “Apa memiliki rasa resah bukanlah hal yang manusiawi?” Theo kembali bertanya untuk membuat detektif yang disebut gila itu terpojok. “Apakah memendam rasa resah sendirian membuat dirimu terlihat manusiawi?” Zoey ingin menghentikan perdebatan tersebut, tetapi Travis melarangnya karena dia ingin melihat di antara keduanya siapa yang bisa menang dalam saling cecar. Fabio yang awalnya setuju untuk mendukung Zoey akhirnya memilih mengikuti Travis. Bill bahkan sempat berbisik pada Fabio untuk bertaruh siapa yang akan menang. “Manusia dasarnya memiliki hati dan otak untuk bisa diajak berbagi serta bertukar pikiran. Itu hal paling manusiawi di dalam diri manusia.” Nicholas mengangguk kecil mendengar jawaban Theo. Dia paham mengapa Theo dikirim untuk misi kali ini. Dia tenang dan tidak terpancing emosi bila menghadapi situasi genting. Dia senang rekan kerjanya bukan orang bodoh. Nicholas berniat mundur apabila Theo tidak sesuai harapannya. “Sudah puas menilai diriku?” tanya Theo sambil kembali melanjutkan makannya dengan santai. “Tadinya aku akan membatalkan kerja sama bila kau mengecewakan. Sialnya kau tidak bodoh,” jawabnya yang ikut makan dengan santai. Kali ini Zoey dan Fabio menampakkan raut bertanya-tanya sambil meminta jawaban pada Travis dan Bill. Pasalnya mereka heran melihat ketegangan yang terjadi pada Theo dan Nicholas lalu berakhir begitu saja dengan santai. “Aku pun tidak mengerti,” kata Travis yang enggan membeberkan alasan sebenarnya padahal dia tahu. Di sisi lain tidak jauh dari meja mereka makan, para petinggi divisi dan orang penting lainnya melihat ketegangan antara Theo dan Nicholas barusan. Tidak terlalu mencolok memang, tetapi mereka bisa menilai raut keduanya hanya dengan sekilas. Entah apa yang terjadi pada keduanya karena mereka tidak bisa mendengar. Arnold harap hal tersebut bukanlah hal serius karena ia tidak ingin Theo dan Detektif Joker berselisih sehingga misi terancam gagal. TBC...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN