“Aku....” Jordan menunggu apa yang hendak gadis itu ucapkan. Dengan sabar pria itu menunggu kata berikutnya yang akan diucapkan oleh Denisha. “Aku tak bisa menerima Kakak,” ucap gadis itu pada akhirnya. “Kenapa?” Lirih Jordan. “Karena di mata Kakak hanya ada Kak Arinta. Dan Kakak menyukaiku hanya karena aku yang mirip dengan Kak Arinta beberapa waktu lalu,” “Ta-tapi....” Denisha mengangkat telapak tangannya ke arah pria itu. Menghentikan Jordan untuk menyangkal apa yang tak ingin gadis itu dengar. Denisha tak ingin semakin merasakan sakit karena kenyataan yang sebenarnya tak seperti yang ia harapkan. Denisha kini sadar kalau sampai kapan pun, Jordan hanya memberikan hatinya hanya kepada Arinta. “Mulai hari ini, Kakak tak perlu menghiraukan ku. Biarkan hubungan kita seperti dulu, lay

