Denisha menolehkan kepalanya ke luar pintu mobil di sebelahnya. Di sana Arga menunggu Denisha keluar dari mobil itu. “Ngapain lama di mobil? Gak lagi itu, kan?” Selidik Arga. “Ih, Kakak! Dikiranya aku lagi berbuat yang nggak-nggak gitu?” Sungut adiknya. “Ya, kali aja. Soalnya kan kalau orang berduaan itu, yang ketiga adalah syaiton.” Arga mengikuti sang adik yang kini sudah berjalan menuju rumah mereka. “Nah, itu tau. Berarti Kakak itu apa dong? Kan pihak ketiga dari aku dan Deksa yang berduaan?” Jawab gadis itu membalik perkataan Arga. “Ya, ampun! Senjata makam tuan!” gumam Arga lirih. Arga melangkahkan kakinya mengikuti sang adik yang terus berjalan menuju rumah mereka. Gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan melambaikan tangannya menuju mobil Deksa yang masih

