“Hai!” Sapa gadis yang ada di hadapan Annisa. “Mari masuk, Kak.” Annisa mempersilakan gadis itu masuk ke ruangan Arga. Jordan dan Arga yang tadinya terlibat sebuah pertengkaran kecil, mendadak mengalihkan pandangan mereka. Jordan menatap kagum pada salah satu di antara mereka. Sudah lama Jordan menaruh hati pada gadis itu. Namun, sampai saat ini ia tak berani mengutarakan isi hatinya pada gadis itu. Jordan memilih mencintai gadis itu diam-diam. Tak ingin merusak persahabatannya dengan Arga. Bagaimanapun gadis itu adalah adik Arga. “Ga, aku nanti mau ke Paris, sama asistenku. Aku bisa minta tolong, gak?” tanya Arinta. “Minta tolong apa?” “Tolong sesekali awasi butik ku. Aku merasa ada seseorang yang berusaha mencurangi ku. Aku gak mau usaha orang tua kita dirusak begitu saja.” “Hanya

