BAB 30 - Perang saudara

1060 Kata

Arga pamit meninggalkan meja makan terlebih dahulu. Semua orang yang ada di sana bertanya-tanya akan sikap Arga yang mendadak berubah. Hanya Annisa yang mengetahui apa yang terjadi. Annisa izin menyusul Arga yang tampaknya pergi ke taman belakang. Sementara Denisha mulai terisak karena Arga yang meninggikan suaranya di hadapannya. Annisa berdiri di ambang pintu menuju taman belakang. Di sana dia bisa melihat dengan jelas Arga yang mengusap ujung matanya yang basah. Annisa tahu apa yang tengah dirasakan Arga. Namun, baru kali ini Annisa melihat sisi lain Arga yang begitu menyayangi keluarganya. Bayangin, sama keluarga aja Arga sayang dan perhatian banget. Apalagi dengan istrinya? “Kamu gapapa?” tanya Annisa meski ia tahu kalau Arga tak baik-baik saja. Pria itu tersenyum hangat. Arga sedi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN