"Hai, kamu masih ingat aku, kan?" Tanya pria itu. Denisha mengernyitkan dahinya. "Kamu siapa?" Tanya Denisha. "Kamu ngapain ke sini?" Sela Anita. "Gapapa, sih. Cuma pengen lebih dekat saja dengan Denisha," ujar pria itu dengan entengnya. Denisha mengangkat kedua bahunya. Gadis itu kemudian lebih fokus dengan ponselnya. Berulang kali benda pipih itu berbunyi. Notifikasi pesan chat maupun panggilan suara terdengar bersahutan beberapa kali. "Belum mau diangkat?" Tanya Anita. "Biarin saja, Kak. Biar mereka buru-buru berhenti bertengkar aja." Denisha menjawab tanpa beban. Ia sudah merasa lelah. Ia tak menyangka kalau mencintai dan dicintai serumit itu. Menentukan pilihan pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak pertimbangan yang perlu ia ambil. *** Waktu bergulir begitu c

