“Tuh, lihat! Mereka baik-baik saja kan?” Tanya Arga kepada Annisa yang tengah memantau Denisha dari kejauhan. “Kamu lebih setuju sama siapa?” Tanya Annisa. “Lebih baik sama Deksa.” “Kenapa begitu?” Annisa mengernyitkan alisnya tak paham. “Dicintai itu soalnya lebih enak, dibandingkan mencintai. Nyesek terus. Kayak aku ini,” ungkap Arga jujur. Annisa spontan menolehkan kepalanya kepada pria itu. Dia tak habis pikir dengan pria disampingnya itu. Apa berarti dia masih berpikir kalau Annisa gak pernah patah hati gara-gara suka ke dia dulu? Ah, biarlah. Mungkin benar kata pria itu. Dicintai adalah lebih baik daripada mencintai. Biar Annisa gak capek dan patah hati lagi. “Tapi aku sepertinya akan lebih setuju Denisha dengan Jordan.” Annisa memandang ke arah tiga orang yang cukup jauh

