Arga tengah berjalan di koridor menuju ruangannya. Sedari tadi, pria itu bersiul lirih. Sepertinya mood-nya sedang bagus, nih! Siska yang berpapasan dengannya yang hendak menuju ke ruangannya tampak membungkukkan badannya hormat. Arga dapat melihat raut khawatir sepupunya itu. “Kenapa, Mbak?” tanya Arga. Siska membisikkan sesuatu ke telinga Arga. “Ada Bapak dan Ibu di ruangan kamu,” ucap wanita itu. “Ngapain?” tanya Arga lirih. “Gak tau. Nungguin kamu dari tadi. Ayo. Mbak pun dipanggil juga ini,” ucap Siska lagi. Dua orang itu bergegas menuju ruangan Arga. Tepat saat berada di depan pintu besar itu, entah mengapa perasaan Arga jadi tak karuan. Seperti akan ada hal buruk yang menimpanya. Perlahan, pria itu mengetuk pintu kayu itu. Setelah memperoleh izin untuk masuk, dua orang itu me

