Edward menghempaskan tangan sang nyonya. Ia melangkah satu langkah ke depan, menyambut kedatangan rekan kerjanya yang tergopoh-gopoh menghampiri. "Nyonya!" pekik Elvan dengan napas tersengal-sengal. "Tuan Erland jatuh sakit, Nyonya." "Apa? Sakit? Kok bisa, sih? Padahal tadi baik-baik aja, kan?!" sahut Eleana merasa bingung sendiri. Elvan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia menyayangkan sikap gila kerja tuannya hingga tak memikirkan kesehatannya sendiri. "Tuan sakit mendadak karena tidak tidur semalaman, Nyonya." Eleana menggeram kesal. Ayah dan anak itu hanya bisa memberinya kesusahan. "Elvan, cepat antar aku pulang! Aku harus mengurusi tuanmu, sebelum dia menjadi bayi besar yang merepotkanku nantinya!" Dengan sigap, Elvan membukakan pintu mobil dan melajukan kendaraan beroda empa

