Arrash Kecintaan Sama Sofie

1529 Kata

Sofie menggeliat pelan, matanya menyipit ketika sinar matahari yang hangat menyentuh pipinya. Ia mengerjap-ngerjapkan mata, lalu mengangkat tubuhnya dengan malas. Duduk di tepi ranjang, ia menguap kecil sambil berbisik lirih, “Mataharinya udah terik banget, jam berapa sekarang?” Tangannya yang mungil mengusap wajah, mencoba mengusir sisa kantuk. Pandangannya lalu tertuju pada jam dinding. Jarum panjang sudah menunjuk ke angka dua belas kurang sedikit. “Ya ampun! udah jam sebelas lewat. Aku ketiduran hampir tiga jam,” gumamnya dengan nada menyesal. Sofie berdiri, melangkah pelan ke arah jendela besar yang menghadap ke halaman belakang. Dari balik kaca, ia kembali melihat permukaan kolam renang berkilau memantulkan cahaya matahari. Pandangannya melayang jauh. “Dimana Arrash sekarang? Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN