Teguran Keras Mafia Untuk Artur

1037 Kata
Diego bersama sang kakak mulai merapikan tempat tersebut. Keduanya membereskan semuanya sebelum tempat tersebut dibuka beberapa saat lagi. Sementara Juan tetap diam di kamarnya sampai ai keadaannya kembali stabil. Artur yang selepas berdebat dengan Juan memilih untuk berjalan-jalan sejenak menghirup udara kota. Sambil terus memikirkan keputusan yang terbaik yang akan diambil nantinya. Tetap melanjutkan pekerjaannya menjadi seorang kurir atau memilih berhenti dan memulai hidupnya yang baru. Ketika dia sedang berjalan-jalan atau tanpa sengaja berpapasan dengan salah satu kelompok mafia yang mempekerjakannya. Ia segera berlari menghindar agar tidak diketahui keberadaannya oleh mereka. Akan tetapi usahanya untuk melarikan diri gagal. Mereka lebih dulu menyadari akan berpapasan dengan Artur sehingga segera menutup jalannya Arthur untuk pergi. Artur kemudian diinterogasi oleh mereka. Sementara itu di bar, waktu sudah menunjukkan saatnya mereka buka. Digo kemudian berjalan menuju pintu baru untuk membalik tulisan tutup menjadi buka. Sanchez yang berada di dalam am am mempersiapkan menu pesanan dan memeriksa ketersediaan barang untuk membuat minuman. Tak berselang lama setelah tulisan tutup ubah menjadi tulisan buka, Juan keluar dari kamarnya. Ia menghampiri kedua temannya yang sedang bersiap-siap menyambut para pelanggan yang datang. Perasaannya sudah mulai stabil tak seperti sebelumnya ketika berdebat dengan Artur. "Bagaimana perasaanmu sekarang? Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Sanchez. "Aku sudah merasa lebih baik dari sebelumnya. Semoga begitu juga dengan Arthur yang akan segera kembali kemari." Beberapa waktu kemudian para pelanggan mulai berdatangan satu persatu. Para pelanggan yang sudah sering datang ke tempat tersebut, kembali ingin memulai hari mereka Dengan meminum secangkir minuman diantara pilihan menu yang terdapat di bar milik Juan. Juan dan kedua temannya mulai melayani satu persatu. Hingga mereka mulai sibuk dengan tugas masing-masing. Mereka tak tahu jika Artur sedang dalam masalah. Ia sedang diinterogasi oleh kelompok mafia yang menguasai kota tersebut. Dalam rasa ketakutan an Arthur berharap ada bantuan yang datang untuk melepaskannya dari cengkraman mereka. "Belakangan ini kau jarang terlihat datang untuk mengambil barang. Biasanya kalau yang paling rajin pagi-pagi sekali sudah bersiap untuk mengirim barang kepada para pembeli kami. Bahkan pimpinan kami sampai menyadari jika kau sudah jarang untuk datang. Sudah jarang menyetorkan uang yang yang melampaui dari target yang kami pasang untukmu. Kemana saja kau selama ini?" tanya salah satu mafia. "Maafkan aku untuk itu. Aku tidak bermaksud untuk jarang datang mengambil barang seperti dulu. Aku hanya sedang kurang sehat beberapa waktu belakangan ini. Sehingga aku harus beristirahat dengan total sampai kesehatanku kembali pulih. Jika keadaan ku sudah benar-benar sembuh aku akan kembali lagi seperti dulu," kata Artur. Tak berhenti pertanyaan mereka sampai disitu. Meskipun Artur sudah memberikan jawaban yang sekiranya dapat diterima oleh akal mereka. Tetap saja para mafia tersebut tidak lantas mempercayai apa yang dikatakan oleh Artur. Mereka tetap melanjutkan kan memberikan pertanyaan yang terkesan memojokkan Artur agar ia mengakui yang sebenarnya. Para mafia itu bahkan tak segan-segan untuk mengancam Artur dengan mengeluarkan senjata tajam yang diarahkan ke arahnya. "Tak biasanya fisikmu selama itu Artur. Biasanya kau yang paling rajin dan paling semangat untuk mengirimkan barang. Hujan badai atau panas terik tak kau pedulikan. Kau tetap mengantar barang kepada para pembeli kami. Hingga ketua mulai mempercayaimu dan menjadikanmu tangan kanannya. Kenapa sekarang yang justru kau berubah? Ada sesuatu yang mempengaruhi mu atau jangan-jangan kau berusaha untuk lepas dari kami?" "Aku sama sekali tidak berbohong. Semua yang kau katakan adalah kenyataan yang ku rasakan belakangan ini. Aku sama sekali tidak berubah dan tidak ada niatan untuk pergi begitu saja dari kalian. Akan ku buktikan jika keadaan tubuhku sudah kembali pulih maka aku akan kembali untuk mengantar barang-barang tersebut kepada para pembeli," kata Artur. Ia menjawab pertanyaan demi pertanyaan dan dengan tubuh yang mulai gemetar ketakutan. Kembali ke Juan dan kedua temannya yang sedang sibuk di bar. Juan mulai merasakan ada yang janggal. Rasa cemas mulai menghinggapi dirinya dan tanda tanya mulai menyerang pikirannya. Ia mulai menghawatirkan keberadaan Artur yang tak juga kembali. Takut terjadi apa-apa atau hal buruk menimpanya. "Kalian berdua mengetahui keberadaan di mana Artur? Bahkan sampai sekarang ia belum juga kembali. Aku khawatir terjadi apa-apa padanya," tanya Juan. "Kita bertiga sejak tadi sibuk melayani pelanggan yang terus berdatangan. Bagaiamana di antara kita bisa mengetahui keberadaannya Artur? Paling dia sedang berkeliling menghirup udara kota sambil menenangkan dirinya sendiri," kata Diego. "Jika kau khawatir dengan keadaannya. Pergilah dan cari ia, Juan. Aku juga merasa ia sedang dalam bahaya. Kami akan jaga bar ini sementara kau pergi. Keadaannya sudah mulai bisa terkendali tidak seperti tadi. Tapi ingat satu hal! Jangan lama-lama. Aku khawatir akan kewalahan jika hanya berdua dengan Diego." "Baiklah. Aku pergi. Aku percayakan para pelanggan yang datang pada kalian." Juan lalu pergi mencari keberadaan Artur. Ia berlari memulai pencariannya. Tiap sudut kota ia datangi. Tapi belum juga berhasil menemukan keberadaan Artur. Posisi Artur berada di sebuah gang sempit. Sedang diinterogasi oleh beberapa mafia. "Temanmu Sanchez, tidak pernah kembali lagi untuk mengirim barang kami. Ia sudah pergi begitu saja tanpa pamit. Seolah-olah ia benar-benar melakukan kesalahan itu. Benar-benar sebuah pengkhianatan. Kini, kau mulai menunjukkan gelagat yang aneh. Seperti akan segera menyusul rekanmu yang kabur entah kemana. Kau ingat perjanjiannya, kan? Kau juga pasti tahu resikonya jika hal tersebut terjadi?!" Mafia itu mengeluarkan senjata api dan di arahkahnnya ke kepala Artur. Artur memejamkan mata menahan rasa takut. Keringat bercucuran deras membasahi tubuhnya. Tubuhnya gemetar, tak bisa berkata apa-apa lagi. Mafia itu tinggal menarik pelatuknya dan timah panas akan menembus kepala Artur. "Dor! Begitulah bunyinya jika sampai kau berani main-main dengan kami," kata mafia itu menakut-nakuti Artur. Artur menelan ludahnya. Ia lalu berkata, "Aku sama sekali tidak akan berkhianat pada kalian. Aku berjanji!" "Bagus kalau begitu. Aku senang mendengarnya. Tapi yang harus kau ketahui satu hal. Aku mendengar kabar burung jika kau bekerja di salah satu bar. Kabar tersebut belum sampai ke telinga ketua. Aku juga belum bisa memastikan kebenaran hal tersebut. Jika benar kau melakukan itu. Siap-siap saja!" ujar mafia itu kemudian meninggalkan Artur pergi. Artur terbebas dari interogasi mereka. Ia bisa bernafas lega meski tubuhnya masih gemetar. Artur kemudian berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut. Juan melihat Artur berjalan dengan penuh kepayahan. Ia lantas berlari menghampiri Artur. "Artur! Syukurlah aku menemukanmu. Ayo kita kembali ke bar. Diego dan Sanchez sudah menunggumu di sana," kata Juan. "Tinggalkan aku sendiri!" ujar Artur menolak ajakan Juan. "Ta-tapi, kenapa? Ada apa?" "Pergilah! Aku ingin sendiri!" Artur terus melangkah pergi. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN