Beban Baru dan Keputusan yang Sulit

1086 Kata
Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Juan masih mewaspadai jikalau para pembuat keributan itu akan kembali ke tempatnya. Untuk kembali membuat perhitungan dengannya. Karena orang-orang seperti mereka tidak akan puas sebelum berhasil mengalahkan Juan. Sementara tempat usaha milik Juan semakin ramai dikunjungi oleh orang-orang dan mulai memiliki pelanggan yang tetap. Para pelanggan yang hampir setiap hari datang ke tempat tersebut untuk memesan minuman. Tempat miliknya pun sudah mulai terkenal. Tak sedikit dari penduduk kota tersebut yang sudah mengetahui tentang bar milik Juan. Bahkan karena tempat usahanya yang buka di siang hari hingga hampir malam. Membuat banyak tempat-tempat usaha lain mulai cemburu sosial terhadap tempat usaha miliknya. Mereka mulai menyebarkan isu isu tak sedap tentang tempat milik Juan. Tapi dari kabar miring yang mereka sebarkan tak satupun yang berhasil membuat tempat Juan menjadi sepi peminat. Semakin dibicarakan oleh orang, semakin cepat tersebut justru membuat orang-orang ingin berdatangan ke sana. Rasa penasaran ingin membuktikan kebenaran berita yang beredar. Membuat mereka berbondong-bondong justru datang. Alhasil, Juan yang seharusnya mendapatkan kabar miring justru mendapatkan pelanggan-pelanggan yang baru. Beberapa waktu setelah kejadian pertarungannya dengan para brandal. Namanya juga dikenal sebagai salah satu petarung terbaik di kota tersebut. Mengakibatkan dirinya kerap kali dimintai bantuan oleh orang-orang yang membutuhkan. Mereka yang meminta perlindungan dari Juan ketika sedang menghadapi masalah dari kelompok-kelompok yang sering membuat keributan. Meski sebisa mungkin dirinya menghindari mencari masalah lagi, tapi ia sudah tak bisa menolak permintaan yang datang padanya. Dengan berat hati ia selalu berusaha untuk membantu mereka. Meski ia merasa keberatan melakukan hal tersebut. *** Ketika di pagi hari Juan melihat Artur tidak berangkat untuk bekerja. Ia merasa heran karena belakangan ini Artur kera meninggalkan pekerjaannya. Ia justru lebih sering tampak berada ada tempat usaha miliknya bersama dengan Diego dan Sanchez. Juan merasa tak enak hati jika sampai para mafia tersebut menyadari kalau Artur sudah berhenti bekerja untuk mereka. Takut terjadi apa-apa pada Artur. "Arthur, Aku ingin bertanya sesuatu padamu," kata Juan memanggil Arthur. "Ada apa? Tak biasanya pagi-pagi begini kau bertanya padaku." Artur merasa heran sekaligus menaruh curiga, sepertinya ada hal penting yang ingin Juan tanyakan padanya. "Jangan merasa tersinggung atas pertanyaanku. Sudah beberapa waktu belakangan ini kau terlihat lebih sering ada disini ketimbang pergi bekerja mengantarkan paket-paket tersebut. Kenapa apa kau tidak mengantarkan paket-paket itu lagi? Apa kau sudah berhenti bekerja sebagai seorang kurir?" tanya Juan. "Sepertinya aku sudah harus berhenti untuk menjadi seorang kurir, Juan. Aku tidak ingin selamanya mengatakan pakai paket tersebut kepada mereka. Aku tidak ingin lagi diperbudak oleh mereka. Diperalat untuk kesenangan dan kepentingan mereka dan golongan mereka. Aku ingin mengerjakan sesuatu yang yang membuatku nyaman mengerjakan hal tersebut." "Aku pun sejak awal ingin kau untuk berhenti bekerja menjadi seorang kurir. Tapi aku berpikir pada saat itu itu tentang bagaimana kau bertahan hidup kedepannya. Jika kau berhenti bekerja. Kini, yang aku takutkan adalah bagaimana nanti ketika para mafia tersebut menyadari kalau kau sudah tidak bekerja pada mereka. Aku menghawatirkan keselamatanmu." "Aku sempat berpikir tentang itu. Tapi aku yakin satu hal, temanku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padaku. Maka dari itu keputusanku sudah bulat untuk benar-benar berhenti bekerja sebagai seorang kurir." Perkataan Artur tersebut cukup membuat Juan terdiam. Tujuan merasakan beban yang cukup amat berat berada di pundaknya. Ia merasa kini banyak orang-orang yang menaruh harapan padanya. Ketika ia saja hampir tidak memiliki harapan. Diamnya tujuan membuat tanda tanya pada Artur. "Kenapa kau diam? Wajahmu langsung berubah ketika aku mengadakan hal tersebut. Apa keputusan ku untuk berhenti adalah keputusan yang salah? Apakah aku harus terus bekerja sebagai seorang kurir di sepanjang hidupku? Apakah aku tidak boleh berhenti dan memilih jalan hidupku sendiri?" ujar Artur. "Aku tidak mengatakan begitu. Aku juga senang dengan keputusanmu untuk berhenti dari dunia yang seperti itu. Sudah sejak lama bahkan ketika kita bertemu bukan hanya kau tapi banyak anak-anak yang lain di tempat ini yang aku harapkan berhenti menjadi b***k bagi para mafia. Kalian sangat berhak untuk menentukan hidup kalian sendiri bebas menjadi apa yang kalian inginkan." "Lalu apa yang mengganjal di pikiranmu? Raut wajahmu tidak bisa menutupi apa yang kau pikirkan. Seperti ada yang mengganjal di dalam hatimu tapi tak kau utarakan. Katakan saja jangan kau pendam seperti itu," desak Artur. Perbincangan yang terjadi mulai mengarah kepada perdebatan. Anak remaja seusia Artur, mampu mengajak diskusi bahkan terkesan mendapat Juan. Orang yang terlampau jauh dari segi usia dengannya. Tapi begitu berbincang dengan Juan ia sama sekali tidak takut untuk mengutarakan apa yang berada di pikirannya dan apa yang selama ini terpendam di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Suasana bar kala itu masih sangat sepi. Dikarenakan masih belum buka hanya terdapat mereka berdua di tempat tersebut. Tak lama berselang barulah Diego dan Sanchez tiba di tempat tersebut. Begitu mereka datang dan melihat Juan dan Artur sedang berbincang, mereka tak memotong pembicaraanya. Hanya cukup menyaksikan dari jauh. "Tidak ada. Aku sama sekali tidak merasa ada yang mengganjal di pikiranku. Aku hanya merasa khawatir terhadap keamanan dan keselamatan mu. Itu saja tidak ada yang lain. Kau benar! Aku tidak akan membiarkan siapapun melukaimu. Aku hanya khawatir itu saja. Apa khawatir Kau adalah sesuatu yang salah?" "Kau tidak perlu terlalu khawatir padaku. Aku merasa sudah bisa menjaga diriku sendiri bahkan sebelum kau ada disini. Jangan tersinggung, tapi aku sudah belajar hidup mandiri bahkan sebelum bertemu denganmu dan mengenalmu. Aku tidak akan meminta perlindungan dari mu kau tidak perlu merasa terbebani akan hal tersebut. Aku bisa menjaga diriku sendiri." Perbincangan mereka pun diakhiri dengan Artur yang memilih pergi. Begitu ia berjalan Anda keluar dari bar, ia melihat Diego dan Sanchez menatap kearahnya. Ia tanpa menggubris mereka tetap saja melangkahkan kakinya untuk pergi. Diego mencoba mengejar Artur dan hendak membawanya Kembali ke tempat tersebut. Tapi ia segera dicegah oleh Sanchez. "Biarkan saja. Tidak perlu kau kejar, Diego. Biarkan Artur sendiri dulu. Nanti jika ia sudah merasa lebih baik. Ia akan kembali lagi ke sini. Kau tenang saja," kata Sanchez mencegah sang adik menyusul Artur. "Ta-tapi bagaimana kalau dia tidak kembali, Kak?" "Dia akan kembali lagi ke sini. Percayalah padaku. Bukan begitu, Juan?" "Semoga saja. Aku berharap hal yang sama. Biarkan saja dia sendiri dulu. Itu yang terbaik untuknya. Jika dirinya sudah tenang, semoga saja ia kembali ke sini lagi." "Apa yang kalian bicarakan sampai membuatnya pergi dari sini? Kau mengusirnya pergi?" tanya Diego. "Aku yakin kalian sudah mendengar semuanya. Kalian tau kenapa dia pergi, kan? Kalian pasti tahu jawabannya," kata Juan kemudian pergi masuk ke kamarnya. "Kak? Bagaimana?" "Tidak ada apa-apa. Tenang saja. Hanya terjadi kesalahpahaman. Kau tidak perlu banyak tanya. Sekarang ayo siap-siap. Sebentar lagi kita harus buka tempat ini," kata Sanchez. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN