“Apa yang harus kita lakukan sekarang, Juan? Mereka sudah mengadakan sayembara seperti ini. Bukankah itu suatu ancaman bagi kita?” ujar Sanchez yang mulai ketakutan.
“Kau harus melakukan sesuatu Juan. Mereka tidak bisa melakukan ini pada kita. Kita bukan mainan mereka,” sambung Diego sembari memegangi poster di tangannya.
“Kalian berdua tenang saja. Aku pasti melakukan sesuatu. Sekarang aku hanya meminta kalian berdua untuk tetap tenang. Kita tak bisa melakukan apa-apa sekarang selain hanya menunggu. Mengikuti alur permainan yang mereka buat. “
Juan mencoba mengatur rencana baru. Mereka mungkin akan selamat, tapi tak akan lama. Poster telah dipasang dan informasi sudah disebar. Perubahan yang tampak sudah sangat drastis. Bisa dilihat dari para pengunjung yang datang. Mereka memiliki pertimbangan untuk datang ke tempat milik Juan.
Beberapa hari berlalu, mereka tetap bertahan. Tak ada tindakan yang dapat mereka bertiga lakukan selain tetap di bar dan menunggu para pembeli datang. Semakin hari para pembeli yang datang kian sepi. Satu dua orang yang datang dalam hitungan jam. Penurunan yang sangat drastis. Mereka bertiga harus tetap bertahan meski keadaan tak berpihak pada mereka.
“Arthur? Kau datang lagi? Ada apa? Apa ada informasi yang hendak kau sampaikan pada kami?” tanya Juan ketika melihat Arthur mendatangi bar miliknya.
Raut wajah Arthur seperti orang yang sedang tergesa-gesa. Ia seolah sedang menutupi sesuatu. Menghindari suatu masalah yang tengah ia hadapi. Juan menyadari gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Arthur. Akan tetapi, ia tak menanyakannya. Informasi yang hendak disampaikan lebih penting ketimbang yang lain.
“Di mana Sanchez dan Diego? Kenapa mereka tidak terlihat di sini?” tanya Arthur sambil matanya melihat sekeliling.
“Mereka berdua sedang beristirahat di kamar. Keadaan bar yang sepi seperti sekarang ini, membuat pekerjaan tak terlalu banyak. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar. Tiduran di atas ranjang sambil menunggu aku memanggil mereka. Kau tahu, keadaan begini sangat tidak aman untuk mereka. Bahkan hanya sekedar keluar dari kamar.”
“Baguslah kalau begitu. Aku kira terjadi sesuatu pada mereka. Membuat mereka tak ada di sini.”
“Kau mampir ke sini memangnya pekerjaanmu sudah kau bereskan? Semua barang sudah kau antarkan? Kau tidak sedang dalam masalah, ‘kan?” tanya Juan merasa curiga.
“Aku sudah meyelesaikan semua pengiriman barang hari ini. Aku sama sekali tidak sedang ada masalah. Aku baik-baik saja.”
“Lalu kenapa wajahmu berkeringat? Kau seperti habis menghindari sesuatu di luar sana. Masuk ke sini merupakan tempat untuk menyembunyikan diri dari masalah di luar.”
“Aku tampak seperti ini karena tak bisa berlama-lama. Aku masuk ke sini memerlukan pemikiran yang matang. Aku harus memastikan tidak diikuti oleh siapapun sebelum masuk ke tempat ini. Para mafia mulai menaruh curiga padauk. Lebih dari sebelumnya. Kali ini, mereka seolah menaruh kamera pengawas yang mengawasi tiap gerak-gerikku. Mereka menugaskan para mata-mata yang kapan saja bisa melaporkanku pada mereka. Ketika aku melakukan hal yang mencurigakan bagi mereka.”
Juan seketika bangkit dari tempat duduknya. Ia langsung mundur beberapa langkah dari Arthur. Juan kemudian berjalan ke arah pintu bar. Ia ingin memastikan kalau Arthur hanya seorang diri begitu menemuinya. Tak ada mata-mata yang mengikutinya seperti apa yang baru saja ia katakan.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Arthur yang merasa aneh dengan tingkah Juan.
“Tidak ada. Aku hanya memastikan kalau …,”
“Aku seorang diri. Aku tidak sembrono. Mana mungkin aku melakukan hal yang membuat kalian dalam bahaya. Untuk itu aku tak bisa lama-lama di sini. Hanya ingin menyampaikan beberapa informasi lalu pergi,” sanggah Arthur terhadap kecurigaan Juan.
Juan yang sudah diyakinkan oleh Arthur kemudian kembali duduk di kursinya. Bersiap menyimak informasi yang akan Arthur sampaikan.
“Katakanlah ada apa? Kalau memang kau tak memiliki banyak waktu. Apa ada kaitannya dengan aku dan Sanchez?”
“Tidak jauh berbeda dengan poster yang kuberikan padamu beberapa hari yang lalu. Para mafia dan beberapa orang yang tampak antusias dengan hal tersebut, mulai bersiap. Mereka mulai membicarakan poster dan hadiah yang akan mereka dapatkan jika berhasil menemukan kalian.”
“Berarti masih ada hubungannya dengan pengunjung di tempatku yang menurun? Mereka ikut bersiap untuk menangkap kami?”
“Tidak juga, Juan. Aku justru lebih menduga mereka yang ikut berpartisipasi dalam mencarimu dan Sanchez adalah orang-orang yang memiliki dendam. Memiliki kepentingan yang ingin mereka selesaikan dengan kalian.”
“Lalu pengunjung barku? Kenapa mereka pergi? Aku sudah merubah tampilan tempat ini, tapi mereka justru malah pergi. Bukankah ini ada hubungannya dengan para mafia itu?” Juan bersikeras untuk mengatikannya dengan sayembara yang tengah berlangsung.
“Tapi mereka yang datang terkesan enggan berurusan dengan mafia, Juan. Anggap saja dugaanmu benar, tapi kenapa kau belum juga tertangkap sampai sekarang? Padahal para pengunjung itu bisa saja melakukan hal jahat padamu. Mereka sama sekali tidak peduli dengan para mafia bahkan cenderung menghindari berurusan dengan mafia. Aku yakin dan sangat yakin mereka yang akan mencarimu bukan orang sembarangan. Mereka orang-orang yang haus darah dan haus harta.”
“Kau benar, Arthur. Kalau begitu apa penyebab tempatku menjadi sepi?”
“Menurutku, mungkin saja ada yang bertanggung jawab di luar sana yang membuat tempat usaha milikmu sepi. Salah satu dari pesaingmu yang tak suka usahamu maju. Ia ingin menjatuhkanmu secara perlahan."
"Tapi siapa yang melakukan itu? Aku bahkan tak merasa memiliki masalah dengan para pedagang dan pemilik tempat usaha lainnya yang ada di sini. Mereka bahkan cenderung ramah kepadaku.”
“Aku tak mengatakan dari para pedagang. Tapi semacam provokasi yang dilakukan dari mulut ke mulut. Provokasi yang berisi menjelakkan atau menjatuhkan tempat usaha milikmu. Ini paling masuk akal yang bisa saja terjadi. Di sini semua bisa terjadi. Tak perduli seberapa besar namamu. Jika ada yang tidak menyukai tempat usaha milikmu mereka akan melakukan segala cara untuk menyingkirkannya.”
“Bagaimana aku bisa mengetahui orang yang hendak menjatuhkan usaha milikku ini? Sementara aku saja tak bisa keluar meninggalkan tempat ini. Aku khawatir pada keadaan Diego dan Sanchez. Takut terjadi apa-apa ketika aku nekat mencari informasi keluar. Apakah kau bisa membantuku sekali lagi?”
“Membantu apa?”
“Kau carikan informasi untukku mengenai orang yang dengan sadis hendak mematikan usahaku. Aku benar-benar membutuhkan bantuanmu, Arthur.”
“Baiklah akan aku coba cari tahu. Tapi kalian harus tetap bertahan dan berlindung di tempat yang aman. Para mafia itu sangat menekan ku, berharap aku mengakui perbuatan ku. Tapi mereka tidak bisa melakukannya.”
“Kau juga jaga dirimu baik-baik, Arthur. Jika terjadi apapun katakan saja. Aku akan membantumu sebisa yang aku lakukan.”
“Aku harus pamit, waktuku sudah habis berkunjung ke sini. Jaga dirimu.”
Arthur kemudian pergi dari bar tersebut. Sambil tergesa-gesa ia mengayuh sepedanya menjauh dari tempat tersebut.
Bersambung