"Apa mereka semua sudah pergi?" tanya Sanchez yang keluar dari persembunyiannya.
"Sudah, kau tak perlu khawatir."
"Syukurlah kalau begitu. Hampir saja mereka menemukanku dan membawaku pergi dari sini. Aku harus lebih berhati-hati ke depannya. Mereka pasti sedang mencariku."
"Memangnya siapa yang mencarimu, Kak? Kau punya masalah apa sama mereka sampai membuatmu ketakutan begini?"
"Para mafia itu datang untuk mencariku. Beruntungnya Juan berhasil mengusir mereka pergi dari sini. Aku tidak tahu kalau tidak ada Juan. Mungkin saja mereka akan membawaku pergi dan memberikan hukuman padaku. Mereka semua sudah mengincarku sejak lama, tapi tak pernah berhasil untuk menemukanku."
"Kau seharusnya tidak perlu khawatir, Kak. Sebab Juan tidak akan membiarkanmu sampai kenapa-kenapa. Ia sudah berjanji untuk melindungi kita. Kau tidak perlu cemas. Benar, 'kan, Juan?"
Juan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ia tak bisa mengiyakan dengan perkataan. Bebannya secara otomatis akan semakin bertambah. Ketika mereka sedang berbincang tiba-tiba terdengar suara barang yang terjatuh dari luar bar. Juan menyadari jika ada yang menguping pembicaraan mereka. Ia lantas berlari keluar bar mengejar penguping itu.
"Ada yang menguping! Kalian masuk ke dalam. Aku harus mengejar orang tersebut. Ia pasti orang dari mereka." Juan segera menyuruh mereka masuk ke dalam untuk bersembunyi.
Juan dengan segera berlari keluar bar. Begitu tiba di depan bar, ia melihat barang-barang yang dijatuhkan pria tersebut berserakan di jalan. Banyak barang-barang yang sudah tak berada di tempatnya semula. Juan melihat ada pria yang berlari, segera dirinya mengejar pria tersebut. Pria itulah yang menguping pembicaraan mereka.
Pria tersebut menyadari jika ada yang mengejarnya dari belakang. Ia lantas mempercepat larinya agar segera tiba di markasnya. Juan tak mau kehilangan jejaknya, ia terus mengejar pria itu sebelum sampai di markasnya. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Pria tersebut berusaha berlari di tengah keramaian. Memasuki jalan-jalan sempit sambil menjatuhkan beberapa barang agar menghambat laju Juan.
Juan berhasil menghindari satu per satu barang yang pria tersebut jatuhkan. Ia semakin mendekati pria itu. Hingga akhirnya berhasil masuk dalam jarak yang sangat dekat. Begitu tiba di sebuah jalan sempit dan sudah dekat dengan gerombolan mafia yang sedang berjalan. Juan segera terbang menangkap pria tersebut. Alhasil pria tersebut terjatuh. Juan langsung menutup mulut pria tersebut agar tak dapat berteriak meminta pertolongan.
Gerombolan mafia itu tidak menyadari kalau temannya sedang dalam bahaya. Mereka lantas melewati jalan sempit itu tanpa menoleh ke belakang. Meninggalkan pria itu dalam masalah sendirian.
"Beraninya kau menguping pembicaraan! Aku takkan membiarkanmu lolos!" kata Juan yang berada di atas tubuh pria tersebut.
"Aku sudah mengetahui semuanya. Aku akan katakan pada mereka. Kau menyembunyikan Sanchez. Mereka akan memberikanmu pelajaran!"
"Takkan kubiarkan hal itu terjadi!" Juan lalu memukul wajah pria tersebut.
Pukulannya sangat keras hingga membuat darah mengucur dari pelipis pria tersebut. Pria itu tak tinggal diam, ia mencoba berontak. Alhasil, ia berhasil menyingkirkan Juan dari atas tubuhnya. Ia lantas berusaha bangkit dan berlari pergi. Namun, usahanya tak berjalan mulus. Meski sudah berhasil menyingkirkan Juan dari atas tubuhnya.
Juan sigap menghalau langkahnya. Tendangan keras Juan arahkan ke tubuh pria tersebut. Membuatnya kembali terjatuh sambil memegangi perutnya. Juan kembali naik ke atas tubuhnya lalu menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi. Wajah pria tersebut babak belur dibuatnya. Pria tersebut tak menyerah begitu saja. Ia tetap berusaha berontak tapi tak juga berhasil.
"Aku akan laporkan semuanya! Mereka akan membalasmu!" ujar pria tersebut lirih dengan sisa-sisa kesadarannya.
"Tak akan kubiarkan!" Juan terus menghujam pria tersebut dengan bogem mentah. Tangannya berlumuran darah.
Pria tersebut pada akhirnya tak sadarkan diri. Wajahnya penuh luka lebam. Mulutnya mengeluarkan darah. Juan tak berhenti sampai di situ. Ia lantas mengangkat pria itu dan melemparkannya ke dalam tempat sampah yang berada di tempat tersebut. Juan lalu menutup tempat sampah tersebut. Membiarkan pria tersebut di dalamnya. Selesai mengurus pria itu, Juan kemudian kembali menuju bar.
Ia berjalan sambil berusaha menutupi tangannya yang dilumuri darah. Ia tak ingin memancing perhatian sekitar. Setibanya di bar, Juan segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci bekas darah di tangannya. Selesai membersihkan darah tersebut ia keluar dari kamar mandi.
"Apa kau berhasil mendapatkan orang yang menguping pembicaraan tadi, Juan?" tanya Diego.
"Iya. Aku sudah membereskannya. Kalian tak perlu khawatir. Pria tersebut sudah menerima akibat perbuatannya. Tidak akan ada yang dilaporkannya. Semuanya sudah aman," kata Juan.
"Aku tahu kau akan berhasil, Juan. Terima kasih banyak, ya. Kau kembali melindungi kami."
"Iya, sama-sama. Kalian harus mulai waspada dan menjaga diri kalian sendiri. Tak selamanya aku bisa berada di samping kalian. Jika aku berada di samping kalian, tentu aku tak akan membiarkan hal buruk menimpa kalian."
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa bajumu terdapat bercak darah? Kau habis berkelahi, ya?" tanya Sanchez ketika melihat bercak darah ada pada pakaian Juan.
Juan lalu melihat ke arah yang ditunjuk Sanchez. Ia menemukan ada noda darah yang tertinggal yang lupania bersihkan. Ia kira hanya di tangan yang harus ia bersihkan. Rupanya masih ada noda di pakaiannya yang luput dari pikirannya. Alhasil ia tak bisa mengelak lagi.
"Aku hanya membereskannya. Kalian tahu pria itu sudah menguping pembicaraan kita. Ia sangat berbahaya. Kalau aku membiarkannya, pria itu akan memberitahu semuanya. Kalian berdua akan dalam masalah yang serius. Untuk itu sebelum pria itu sampai ke markasnya, aku membereskannya di jalan," ujar Juan.
"Aku tidak mempersoalkan hal itu, Juan. Aku pun berterima kasih jika kau sudah mau repot-repot membereskan pria tersebut untuk kami. Aku hanya khawatir terjadi apa-apa padamu. Kalau semuanya baik-baik saja. Aku tak mempermasalahkan apa pun."
"Tidak terjadi apa-apa padaku. Semuanya masih dalam kendali, kok. Aku hanya lupa untuk membersikan noda darah ini."
"Lebih baik kau segera mengganti pakaianmu dan mencuci noda tersebut. Noda itu akan menjadi masalah baru nantinya jika tidak segera kau hilangkan. Itu bisa menjadi barang bukti."
"Iya, aku akan segera membersihkannya."
Juan kemudian berjalan masuk kembali ke kamar mandi untuk membersihkan noda darah pada pakaiannya. Ia mencucinya hingga bersih. Sambil memperhatikan ke seluruh bagian tubuhnya, khawatir ada noda lain yang luput dari penglihatannya. Ia membersihkan semuanya sampai bersih.
Juan tiba-tiba teringat pada Artur. Ia mulai menyadari kenapa Artur tiba-tiba menjauh darinya. Seperti ada hubungannya dengan para mafia. Artur pasti sedang dalam masalah. Sehingga ia lebih memilih menyendiri agar masalahnya tak sampai melibatkan orang lain. Hal yang baru Juan sadari. Ada pengorbanan yang sedang Artur lakukan.
Bersambung