Dalam Bahaya

1095 Kata
Pada hari ini Juan akan pergi ke pasar untuk membeli beberapa barang keperluan dari bannya. Ia hendak bar miliknya kepada ketua kepada kedua temannya yaitu Sanchez dan Diego. Ia berpesan agar mereka tidak membuka sampai ia benar-benar kembali dari membeli barang. Ia yang ada pergi dan menutup pintu bang berpapasan dengan kedua temannya tersebut yang baru datang. Kedua temannya tersebut merasa heran ketika melihat Juan yang hendak pergi dan tidak juga membuka barang miliknya. Mereka lantas menanyakan hal tersebut kepada Juan. "Kau ndak pergi ke mana Juan? Bukannya sebentar lagi bah harusnya sudah buka kenapa kau malah justru pergi," tanya Diego ketika melihat Juan hendakk pergi. "Aku harus pergi untuk membeli beberapa bahan baku yang sudah habis. Kalian bisa menunggu di dalam Sampai aku datang jika kalian mau. Kalian juga bisa membantu membereskan dan mempersiapkan sebelum bar ini benar-benar buka." "Kalau mami sudah selesai membereskan, apa kami boleh langsung membukanya tanpa menunggumu?" "Lebih baik kalian menungguku untuk membuka. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian. Saat aku tidak berada di sini, bisa saja hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada kalian. Lebih baik mencegah." "Tapi kenapa? Biasanya juga kami tidak harus menunggu mu. Kami bisa langsung saja membuka bar ini ketika kami sudah selesai untuk membereskan ya. Bukankah dengan begitu pekerjaanmu akan terasa lebih mudah? Kau bahkan tidak harus repot-repot untuk membuka ka-bar ini lagi. Ketika kau pulang hari ini sudah terbuka kau tinggal melanjutkan untuk melayani pelanggan saja," kata Diego yang masih bersikeras untuk membuka baru tersebut meskipun sudah diperingatkan oleh Juan. "Aku mengerti apa yang kau maksud Juan. Kau tidak perlu khawatir. Tempat ini tidak akan terbuka sampai kau benar-benar kembali. Kau harus segera pergi waktu terus berjalan," kata Sanchez memotong pertanyaan bertubi-tubi yang datang dari Diego. "Terima kasih banyak kau sudah paham. Aku harus segera pergi aku titip tempat ini padamu," kata Juan lalu pergi. Juan yang sudah pergi tak membuat Diego berhenti dengan rasa penasarannya. Ia lantas melanjutkan pertanyaannya kepada Sanchez. "Kenapa juga tidak membolehkan kita untuk membuka tempat ini? Bukannya biasanya kita juga yang membuka tempat ini. Kenapa sekarang justru berbeda? Ada apa sebenarnya?" Tanya Diego. Sanchez tak bergeming Ia hanya memilih untuk berjalan masuk ke dalam bar. Diego lantas menyusul ya karena masih belum mendapatkan jawaban dari kakaknya. Begitu mereka berdua berada di dalam, Diego terus saja mencecar sang kakak dengan pertanyaan yang sama. Sanchez yang tak tahan dengan pertanyaan yang datang terus-menerus kepadanya akhirnya, memutuskan untuk memberikan jawaban dan penjelasan kepada Diego agar ia berhenti untuk bertanya. "Kau dengar ini baik-baik Diego. Keadaan di luar sana sedang tidak baik-baik saja. Kau pun tahu kalau kemarin kita kedatangan tamu dari para mafia. Bahkan Juan harus sampai kerja keras untuk membereskan salah satu orang yang menguping pembicaraan kita. Seharusnya kau paham apa yang mereka cari ke tempat ini selain upeti? Mereka mencari ku itu tandanya kita sedang berada dalam bahaya. Apa kau mengerti?!" Diego hanya terdiam mendengar penjelasan dari Sanchez. Sanchez menjelaskan dengan sangat tegas dan lugas kepada Diego agar ia segera paham dan menghentikan pertanyaannya. "Sekarang yang harus kita lakukan adalah cukup mendengarkan apa yang Juan katakan. Itu adalah cara terbaik agar kita tetap aman. Apa kau mengerti?!" "Iya, Kak. Aku mengerti" Suasana berpindah kepada Juan yang sedang berbelanja di pasar. Ia sedang memilih dan memilah barang-barang yang sedang ia perlukan. Ia mencari bahan baku untuk persediaan nya. Untuk membuat bahan baku minuman dan beberapa makanan ringan yang ada di menu makanannya. Selesai membeli barang Juan kemudian segera kembali menuju barnya. Ia mempercepat langkahnya khawatir terjadi sesuatu di barnya. Khawatir para mafia tersebut datang dan membuat kekacauan atau au kedua temannya yang sudah ia pesan melanggar perintahnya. Sehingga membuat mereka berdua dalam masalah. Begitu di pertengahan jalan Juan melihat ada kerumunan orang. Mereka berkumpul seperti telah terjadi sesuatu. Juan yang tak tertarik dengan gerombolan orang tersebut hendak berlalu begitu saja. Akan tetapi tak sengaja ekor matanya melihat kearah tempat kejadian. Orang-orang tersebut melihat kearah sebuah tempat sampah. Membuat Juan penasaran apa yang membuat mereka berkumpul di depan tempat sampah. Ia kemudian memutuskan berhenti untuk memeriksa. Layaknya kebanyakan orang yang sedang menunggu sesuatu. Ia pun ikut serta bersama mereka. Tak berselang lama datang mobil ambulans bersama mobil polisi yang datang ke tempat tersebut. Begitu tempat tersebut dibuka ternyata terdapat mayat dari seseorang yang sudah dalam keadaan memprihatinkan. Mayat tersebut kemudian dikeluarkan dari tempat sampah lalu dibungkus dengan kantong mayat. Juan kebetulan ada di tempat tersebut memperhatikan wajah si mayat dan kondisinya. Ia baru menyadari kalau jasa tersebut merupakan pria yang kemarin dia hajar. Pria tersebut tak berhasil ditemukan dan berakhir dengan kematian. Sangat tragis nasib pria tersebut di tangan Juan. Nada-nada sumbang mulai terdengar dari kalangan orang-orang yang ada di sana. Mereka mulai berspekulasi tentang bagaimana pria tersebut hingga meregang nyawa. Tak sedikit dari mereka yang beranggapan kalau pria tersebut merupakan anggota mafia dan akibat kematiannya adalah dari perbuatannya sendiri yang melanggar aturan dari para mafia. Tak sedikit pula yang berspekulasi kalau pria tersebut mati karena dibunuh sengaja oleh orang yang tak bertanggung jawab. Spekulasi yang datang terus bermunculan hingga membuat para polisi membubarkan mereka. Keramaian orang tersebut pun berhasil dibubarkan karena para polisi hendak melakukan olah TKP. Garis polisi pun sudah dipasang. Juan kemudian meninggalkan tempat tersebut karena teringat pada kedua temannya yang ia tinggalkan di bar. Segera Ia berlari mempercepat langkahnya menuju ke bar. Ia khawatir terhadap kondisi kedua temannya. Pikirannya mulai memikirkan hal buruk terjadi pada mereka. Para mafia itu pasti akan berspekulasi kalau kematian dari rekannya ada hubungannya dengan barang milik Juan. Sebab pria tersebut ditugaskan untuk mencari informasi dari tempat milik Juan. Sepanjang perjalanannya menuju bar ia menepis terus pikiran buruk tentang yang terjadi kepada kedua temannya. Sambil terus mempercepat langkahnya agar segera tiba di bar miliknya. Setibanya di bar tersebut Juan mendapati pintu sudah terbuka. Juan amat terkejut melihatnya. Ia sudah berpesan kepada kedua temannya agar menunggunya kembali baru membuka bar perasaan marah bercampur gelisah menyelimuti Juan. Ia segera berlari masuk dan betapa terkejutnya ketika ia masuk kedalam. Kedua temannya benar-benar dalam masalah. Ia melihat Diego yang sedang diinterogasi oleh mereka. Jual segera menghampirinya. Ia tak melihat keberadaan Sanchez. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah melepaskan diriku dari cengkraman para mafia tersebut. "Lepaskan dia! Apa yang kalian lakukan?!" Teriak Juan sembari mendorong mafia yang ada di dekat Diego. Mafia tersebut mundur beberapa langkah. Juan kemudian menyuruh Diego untuk masuk kedalam agar Ia yang menghadapi para mafia tersebut. "Apa yang kalian cari di sini? Kenapa kalian melakukan itu kepada adikku?!" "Adikmu?!! Kami kira kami mengenalnya! Maaf kami hanya ingin bermain-main dengannya, dengan mengajukan beberapa pertanyaan padanya. Apa itu menjadi masalah untukmu?" jawab salah seorang dari mereka. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN