"Ada apa? Kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Juan kepada Diego yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Apa kau masih marah, Juan?"
"Tidak terlalu. Kenapa memangnya? Apa banyak pembeli yang datang hari ini? Kalian membutuhkan bantuan ku?"
"Sebaliknya, Juan. Keadaan bar tak se ramai biasanya. Para pembeli yang datang bergiliran. Hanya satu atau dua orang yang datang."
"Ya sudah kalau begitu. Aku kira kau menghampiriku untuk meminta bantuan karena pembeli yang datang membludak. Membuat kalian kewalahan.*
"Hari sudah sore. Kami berniat untuk kembali ke rumah."
"Hah? Kalian ingin pulang? Yang benar saja! Keadaan sedang seperti ini. Kenapa kalian mengambil resiko yang besar? Bagaiamana kalau terjadi apa-apa pada kalian di luar sana? Apa pertimbangan kalian memutuskan untuk pulang? Kalian sudah tidak merasa nyaman tinggal di sini?"
"Bukan begitu, tapi kami hanya ingin menengok keadaan di sana. Siapa tahu juga kami bertemu dengan Arthur dan bisa mencari informasi lainnya darinya. Sudah seminggu lamanya kami tak kembali pulang. Aku mulai merindukan untuk pulang."
"Siapa yang memintamu untuk mengatakan ini Diego? Apa kau tidak berpikir kalau keadaannya sedang tidak aman sekarang?"
"Tidak ada yang memintaku untuk bilang perihal ini kepadamu, Juan. Aku hanya rindu untuk pulang. Kumohon kau izinkan aku pulang ke rumah. Kau tak perlu khawatir. Tidak akan terjadi apa-apa padaku. Aku hanya ingin pulang," pinta Diego yang sangat merindukan tempat nya.
Juan diam sejenak mempertimbangkan. Berat sekali untuknya melepaskan mereka pergi dalam situasi seperti ini. Di luar sana sangat berbahaya, hal yang buruk bisa saja terjadi pada mereka. Tapi Juan juga tak bisa selamanya menahan mereka tinggal di sana. Mereka pasti merindukan rumah yang biasa mereka jadikan tempat untuk tinggal dan berteduh.
"Kalau begitu biar aku antar kalian sampai di rumah. Dengan begitu aku tidak akan merasakan cemas. Melepas kalian pulang ke rumah. Aku harus memastikan tidak terjadi apa-apa pada kalian," kata Juan.
"Kau tak perlu repot-repot mengantar kami Juan. Aku dan kakakku bisa pulang sendiri. Kami hanya membutuhkan izin darimu kau tak perlu sampai mengantar kami. Aku rasa kau memerlukan waktu sendiri menenangkan dirimu."
"Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu pada kalian di luar sana karenanya aku sudah berjanji untuk menjaga dan melindungi kalian apapun yang terjadi. Aku akan menyalahkan diriku sendiri jika sampai hal buruk menimpa kalian. Para mafia itu tidak akan membiarkan kalian lengah terlebih tanpa aku disisi kalian. Itu adalah kesempatan yang paling bagus untuk mereka menangkap kalian."
"Kau tak perlu sampai se khawatir itu pada kami. Kami yakin padamu akan menjaga dan melindungi kami. Untuk itu kau juga harus yakin kepada kami kalau kami dapat menjaga dan melindungi diri kami sendiri bahkan tanpa engkau berada disisi kami sekalipun."
"Baiklah kalau begitu aku tak punya pilihan lagi. Tapi kamu harus ingat! Jika terjadi apa-apa segera kabari aku. Jangan berbicara dengan siapapun sekalipun ada yang memanggil kalian. Teruslah berjalan sampai ditujuan dan jangan pernah sekali-sekali menoleh ke belakang. Kau mengerti?"
"Ya aku mengerti. Terima kasih. Kalau begitu aku dan kakakku pamit. Secepatnya aku dan kakakku akan kembali ke sini. Tepat setelah kau menenangkan dirimu."
"Hati-hati di jalan."
Diego yang berhasil mendapatkan izin dari Juan. Kemudian segera mengabari kakaknya agar mereka bisa segera pulang.
"Bagaimana? Apa Juan mengizinkan kita untuk pulang?"
"Iya, dia berpesan agar kita selalu berhati-hati. Jangan sampai tertangkap, Jangan berbicara dengan orang yang tak dikenal, dan Jangan menoleh ke belakang sampai di tujuan."
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi."
Mereka kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut. Tak berselang lama Juan keluar dari kamarnya. Ia berjalan di belakang mereka. Mengikuti mereka tanpa sepengetahuan mereka. Memastikan mereka sampai di tujuan dengan selamat. Begitu kedua matanya melihat Diego dan Sanchez telah tiba di rumah mereka dalam keadaan selamat. Barulah Juan memutuskan untuk kembali ke tempatnya.
Keesokan paginya ketika Juan sedang mengelap meja. Kedua temannya tersebut datang. Juan merasa senang menyambut kehadiran mereka.
"Aku kira kalian tidak akan pernah datang lagi. Sempat berpikir untuk memulai kembali usaha ini sendirian."
"Kami yakin kau tidak bisa memulainya sendirian tanpa kami. Untuk itu kami kembali datang ke sini."
"Bagaimana kalian selama di rumah? Apa kalian bertemu dengan Arthur? Apa saja yang kalian bicarakan dengannya? Apa dia berpesan sesuatu?"
"Iya, banyak sekali yang ia ceritakan."
"Kalau begitu katakanlah. Apa saja yang diceritakan pada kalian."
"Begitu kami tiba di rumah, kami tak langsung bertemu dengan Arthur. Ia belum kembali. Begitu malam tiba barulah ia pulang ke rumah. Awalnya ia sempat mengira kalau kami adalah penyusup yang masuk ke rumahnya. Akan tetapi begitu ia melihat kami ia langsung menyambut kami dengan hangat. Ia langsung menceritakan apa yang sedang terjadi di luar sana. Ia menyayangkan kan kami yang pulang kerumah dalam situasi yang belum sepenuhnya aman. Para mafia itu sedang merencanakan sesuatu. Sesuatu yang besar," ujar Diego bercerita.
"Apa itu?"
"Arthur mengatakan kalau para mafia itu sedang mengincarmu dan aku, Juan. Kita bertiga sedang dalam incaran mereka. Kau yang mulai memiliki nama besar dan orang-orang yang terus meminta bantuan padamu. Membuat para mafia mengira kau ancaman baru bagi mereka. Mereka sedang menyusun rencana untuk menyingkirkanmu dari sini. Agar mereka bisa kembali melanjutkan apa yang sebelumnya sudah mereka bangun. Kau penghalang bagi mereka," sambung Sanchez.
"Lalu bagaimana denganmu? Apa mereka masih mencarimu?"
"Iya, bahkan sampai membuat sayembara. Memberikan hadiah bagi siapa saja yang berhasil menemukanku baik hidup ataupun mati."
Juan terkejut ketika mendengar hal tersebut. Tak menyangka kalau para mafia akan sangat serius mencari Sanchez. Bahkan sampai membuat sayembara yang berhadiah. Menandakan Sanchez benar-benar dalam bahaya. Siapapun bisa saja menangkapnya tak mesti anggota mafia.
"Ini gawat! Kau tak bisa sembarangan berbicara lagi dengan orang yang tak dikenal. Mereka pasti sudah mengetahui tentang ini. Orang-orang pasti berlomba-lomba untuk mencarimu. Apa pun resikonya. Kau dalam bahaya, Sanchez."
"Aku tahu itu. Untuk itu aku kembali ke sini. Karena Arthur memintaku dan Diego untuk tetap tinggal di sini sampai keadaannya aman. Entah kapan keadaannya bisa aman."
"Bagaimana keadaan Arthur? Apa ia masih dalam masalah?"
"Ia mengatakan kalau para mafia sedang menekan para kurirnya. Orang-orang yang bekerja pada mereka sedang mendapatkan tekanan mental yang luar biasa. Satu per satu dari mereka sedang diuji kesetiaannya. Tak sedikit dari mereka yang dicurigai berkhianat langsung diberikan hukuman. Membuat Arthur tak bisa leluasa untuk bergerak. Ia harus tetap menjauh sampai waktu yang tepat."
Bersambung