Juan kembali ke barnya dengan perasaan marah. Ia hampir menyerang siapapun yang ia temui karena amarahnya. Tak ada raut wajah yang ramah sama sekali dari wajahnya. Tatapan matanya begitu tajam mukanya begitu mengerikan hingga kau rasanya mengeluarkan aura pembunuh yang selama ini ia simpan.
Banyak orang yang dia temui bahkan tak berani menegur nya padahal mereka biasa menegur Juan begitu dirinya lewat.
Ia marah dan menyalahkan dirinya sendiri. Karena ketidakmampuannya melakukan apapun mengakibatkan temannya harus berkorban untuknya.
Sekali lagi ia tak dapat membantu temannya yang sudah membantunya sejak awal ia pindah ke sini. Tangannya gemetar ingin memukul sesuatu tapi tetap ia tahan agar tak terlontar.
Tibalah Ia di bar lalu disambut oleh kedua temannya. Diego dan Sanchez mengetahui jika Juan dalam keadaan marah. Mereka dapat melihat dari raut mukanya tanpa perlu menegurnya. Mereka berdua bahkan membiarkan Juan berlalu begitu saja tanpa bertanya. Juan kemudian meminum segelas air untuk mencoba menenangkan dirinya.
"Aku payah!" Juan terus mulai kata-kata tersebut.
"Ada apa? Kenapa kau kembali tiba-tiba dalam keadaan marah dan mengatakan hal tersebut berulang kali. Apa yang membuatmu jadi begini?"
Beruntungnya keadaan baik saat itu sedang sepi tak ada pelanggan yang datang. pengunjung terakhir meninggalkan baru tersebut beberapa menit sebelum Juan kembali. Ia bisa menenangkan dirinya sedikit tanpa harus mendengarkan keributan.
"Aku berjumpa dengan Arthur tepat sebelum kembali ke sini. Ia sempat pergi menghindar ketika aku melihatnya. Pengejaran pun terjadi dan ia membawaku ke suatu tempat yang benar-benar sepi. Dia memberitahuku sesuatu jawaban dari rasa penasaranku selama ini."
"Apa yang ia katakan kepadamu? Sampai membuatmu seperti ini," tanya Sanchez.
"Ia memberitahuku alasan kenapa dia menjauh. Rupanya hari dimana ketika kita bertengkar, para mafia menemukannya dan memberikan ancaman padanya. Ia terpaksa menjauh untuk menghindari masalah yang lebih besar. Para mafia itu mengancamnya jika sampai ia berhenti menjadi kurir, maka orang-orang terdekatnya yang harus menerima resikonya. Dia berkorban demi teman-temannya. Ia tak ingin kita adalah masalah."
"Jadi selama ini ini ia menjauh bukan karena marah denganmu? Justru ia menjauh untuk kebaikan kita semua?"
Juan mengangguk setuju dengan pernyataan dari Sanchez.
"Bukankah itu hal yang bagus jika Arthur mengerti tentang arti sebuah pertemanan tanda tanya ia sepertinya begitu menyayangi teman-temannya hingga harus mengambil resiko seperti itu. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membalas budi padanya?"
"Bagus menurutmu? Menurutku itu tidak bagus sama sekali. Aku merasa bersalah karena membuatnya harus mengambil resiko sebesar ini. Hidup dalam pengorbanan orang lain tidaklah mengenakkan. Aku pernah merasakannya dan tidak ingin merasakan itu lagi untuk kedua kalinya. Aku akan melakukan segala cara yang aku bisa untuk membuatnya lepas dari belenggu p********n ini."
"Tapi bagaimana caranya Juan? Kau bahkan tidak memiliki kekuatan dan pasukan yang seimbang untuk melawan mereka yang berjumlah lebih banyak dari mu. Kau tidak bisa melawan para mafia itu sendirian. Meski kau beberapa kali berhasil untuk melawan beberapa orang, tapi melawan para mafia dengan hanya bermodalkan keberanian itu saja tidak cukup. Kau butuh melakukan persiapan semuanya harus dipersiapkan dengan matang."
"Kau benar. Aku memang harus melakukan persiapan. Cepat atau lambat aku akan membalaskan semuanya. Kau tidak perlu tahu persiapan yang akan aku lakukan kedepannya. Kemungkinan aku hanya berpesan untuk menjaga dirimu dan adikmu baik-baik seorang diri. Karena mungkin aku tidak bisa lagi menjaga kalian kedepannya."
Kekurangan mereka berdua tengah amat serius. Diego yang tak ikut bergabung karena melihat Juan dalam kondisi yang tidak baik Ia memutuskan untuk berada di luar bar sambil berjaga-jaga. Apa yang ia lakukan membuahkan hasil. Ia dapat segera mengabari Juan ketika ada bahaya yang datang. Itu datang dalam jumlah yang berkelompok. Diego segera berlari masuk untuk mengabari Juan tentang apa yang ia lihat di depan.
"Ada apa? Kenapa kau seperti orang yang ketakutan Diego?" Tanya Sanchez begitu melihat adiknya berlari masuk.
"Ada bahaya! Kita harus segera bersembunyi karena para mafia tersebut datang. Mereka sepertinya sedang mencarimu."
"Kalian berdua pergilah masuk ke dalam untuk bersembunyi. Biar para mafia itu aku yang menangani kalian tentang saja. Selama ada aku Aku tidak akan ada yang berani macam-macam dengan kalian," kata Juan memerintahkan mereka untuk bersembunyi.
Tanpa berpikir panjang keduanya langsung menuruti perintah Juan. Mereka segera masuk ke kamarnya Juan untuk bersembunyi. Mereka mengintip dari celah pintu memastikan kondisi yang terjadi di luar terhadap Juan baik-baik saja.
"Ada apa kalian datang kesini?" Tanya Juan begitu para mafia tersebut masuk ke tempatnya.
"Sudah waktunya kau membayar apa yang kami peringatkan saat itu. Kau harus membayar upeti atau kami hancurkan tempat ini," kata salah satu dari mereka.
"Baiklah kalau begitu aku akan bayar. Kalian tunggu sebentar aku ambil uangnya." Juan tak ingin mengambil pusing. Ia lebih memilih untuk mengalah dan membayar apa yang mereka minta.
Selesai menghitung uang yang sesuai dengan nominal yang mereka minta. Juan kemudian kembali ke hadapan mereka lalu memberikan uang yang mereka inginkan. Uang tersebut kemudian diterima oleh para mafia. Akan tetapi para mafia tersebut tak langsung pergi. Mereka masih bersikeras bahwa Juan menyembunyikan sesuatu di tempat tersebut.
"Ada apa? Aku sudah membayar apa yang kalian minta. Kalian bisa pergi sekarang."
"Kami akan pergi setelah kami mendapatkan apa yang kami inginkan."
"Tapi aku sudah menyerahkan apa yang kalian inginkan. Apa lagi yang kalian pinta?"
"Serahkan anak itu! Lalu kami akan pergi dari tempat ini."
"Sudah kukatakan anaknya kalian cari tidak ada disini. Kalian bisa mencari anak tersebut di tempat lain. Jika kalian melihat anak tersebut disini, maka aku tidak akan menghalangi kalian untuk mengambilnya. Tapi kalian tidak melihat anak tersebut ada di sini. Maka aku meminta kalian untuk pergi."
"Kami memang tidak menemukan anak tersebut saat ini. Tapi bukan berarti kami akan melepaskanmu begitu saja. Kami yakin anak tersebut ada di sini. Cepat atau lambat ia akan kami temukan. Kau sama sekali tidak bisa menahan kami untuk melakukan itu. Jika kau macam-macam dan berani untuk menghalangi kami. Kau tahu resikonya."
"Pintu keluarnya ada di belakang kalian. Kalian tidak keberatan jika aku tidak mengantar bukan?"
Para mafia tersebut kemudian pergi setelah Juan berusaha untuk mengusirnya. Mereka pergi setelah mendapatkan apa yang mereka cari. Sementara Juan diliputi rasa cemas. Karena cepat atau lambat kedua temannya akan diketahui oleh mereka. Ia harus berpikir keras agar kedua temannya selalu dalam keadaan yang aman. Ditambah ia harus mempersiapkan pasukan untuk membebaskan Arthur dan belenggu dari p********n.
Bersambung