Marel mengedipkan matanya berkali-kali dan memastikan bahwa yang dilihatnya itu nyata, jari telunjuk Marel tiba-tiba menyapa rambut Felove yang tergerai indah, menyingkap sedikit ketelinga. Felove merasa aneh dengan apa yang terjadi dihadapannya, badannya sama sekali tidak mau berpindah. Ap-apa yang dia lakukan? Matanya terlihat begitu indah, apa dia sedang menatapku? Tapi, dia kan buta! Kenapa dia menyingkirkan rambutku? Tidak, degup jantungku! Felove berbicara dalam hati masih menatap mata Marel. Ini nyata, dia sangat cantik, apakah aku benar-benar bisa melihat? Marel masih tidak percaya dengan penglihatannya yang kembali dengan begitu tiba-tiba. "Aww!" Marel mengerang lagi memegangi kepalanya ditambah dengan badannya yang mulai menggigil. "Ada apa denganmu? Kenapa kamu menggigil?" F

