Happy reading.
"Afiqah pulang."
Tepat pukul 09.00 pagi, ia baru saja pulang dari apartemen kekasihnya. Afiqah sengaja datang sepagi itu hanya untuk memberikan sarapan pagi untuk kekasihnya yang tinggal di apartemen.
"Sebentar lagi toko bunga akan buka, sebaiknya aku bersiap-siap lebih dulu."
Sejak beberapa tahun yang lalu, Afiqah hidup mandiri tanpa bantuan orang tuanya. Afiqah bukan seorang anak miskin yang tidak punya apa-apa, Mama Anaya mempunyai toko perhiasan terbesar di Jakarta. Lalu Ayah Bramantyo pemilik perusahaan B&A corp. Tapi, Afiqah lebih memilih hidup sederhana di dalam sebuah toko bunga hasil jerih payahnya sendiri.
Menghela nafas panjang, Afiqah rindu dengan Sang Mama, rindu dengan Ayah Bramantyo, rindu dengan dua adiknya yang sangat ia sayangi. Tapi, Afiqah bisa apa. Saat ini ia masih harus membuktikan bahwa ia bisa berhasil dalam usahanya.
"Apa aku harus pulang dulu ya, aku rindu sekali dengan mereka semua. Tapi, usaha ku belum berhasil sepenuhnya. Bisa-bisa aku harus bekerja di perusahaan Ayah nantinya."
Ditempat lain.
Andra mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sekitar 10 menit lagi Ia akan sampai di apartemen miliknya. Berjalan lesu dengan tenaga yang masih tersisa, hari ini memang pertama untuk Ia bekerja di Jakarta. Namun tenaganya terkuras habis saat berdebat dengan Si Tukang bunga.
"Andra!?" Panggil seorang lelaki kepadanya.
"Reyhan, lo disini?"
"Iya, gue kerja di Mahendra hospital."
"Hah! Serius? Sejak kapan? Kenapa gue nggak tahu kalau lo kerja di tempat yang sama, hanya saja gue di Yogyakarta dan baru di Jakarta hari ini."
Andra memeluk Reyhan sahabatnya, mereka mengenal satu sama lain sejak bersekolah ditempat yang sama. Lalu, berpisah setelah Reyhan kembali ke Jakarta hingga sekarang.
"Unit gue disitu," mengarahkan tangannya kearah kanan dimana unit milik Andra.
"Gue disini, kapan-kapan main ya."
"Siap, sekarang gue mau istirahat dulu capek."
Andra meninggalkan Reyhan yang masih berdiri di depan unit apartemennya, Reyhan beruntung apartemennya dekat dengan sahabatnya. Ia membeli apartemen itu sejak lulus kuliah.
***
Malam hari Andra membuka laptopnya kembali, ia mengecek beberapa pasien di rumah sakit. Andra selaku melakukan hal tersebut untuk lebih mengenal siapa saja pasiennya, menurutnya agar lebih hafal jika bertemu dengan mereka.
"Ternyata, cukup banyak anak-anak yang sakit pada bulan ini."
Andra kembali mengecek, namun pikirannya melayang ke wajah seorang gadis yang beberapa hari ini menyita pikirannya.
"Afiqah Si Tukang bunga jutek." gumam Andra.
Keesokan harinya.
Pagi menyapa, Andra sudah sampai di Mahendra hospital tepat pukul 6.00 pagi. Kali ini ia datang lebih pagi dari kemarin. Andra sengaja datang lebih pagi karena ingin menyapa seperti biasanya ketika berada di Yogyakarta.
"Andra."
"Reyhan, lo baru datang."
"Ehm, jam kerja gue pagi. Maklum aja gue di IGD jadi harus datang pagi-pagi."
"Ayo, kita absen dulu."
Mereka berdua berjalan bersamaan di lorong rumah sakit, setelah itu mereka berpisah menuju tempat kerja masing-masing.
"Lo sepertinya harus ke lantai atas bertemu dengan Pak Arsya," kata Andra
"Ehm, sepertinya emang gue harus keatas." Jawab Reyhan.
"Oke, see you."
"Ok,"
Andra masuk kedalam ruangannya di poli anak lantai 4, dimana sudah ada yang menunggunya. Satu perawat sudah datang sejak beberapa menit lalu, sengaja lebih dulu dibandingkan dengan Andra.
"Pagi suster Dinar,"
"Pagi dokter Andra."
"Bagaimana suster sudah siap pagi ini untuk menyambut pasien anak-anak?"
"Siap dok, sejak tadi saya memang sudah menunggu untuk melihat kesehatan mereka semua."
"Ok, kita ke visit dulu ke kamar mereka sebelum kita buka praktek pagi ini."
***
Tepat jam 12.00 siang waktunya Andra dan suster Dinar beristirahat, akan tetapi Andra siang ini hanya beristirahat di ruang poli saja. Ia melihat masih banyak yang anak berobat siang ini.
"Kamu boleh istirahat suster, biar pasien yang masih sisa sedikit ini saya yang mengobatinya sendiri."
"Nggak dok, biar saya bantu dokter dulu baru istirahat. Saya terbiasa untuk selalu melakukan pekerjaan ini sampai selesai."
"Pantas saja kamu diberi penghargaan suster terbaik di sini, kamu bekerja dengan baik."
Dua jam kemudian.
"Alhamdulillah, selesai hari ini. Pasien sudah habis
"Dok, saya izin ke toilet ya."
"Iya, sekalian kamu boleh pulang." Kata Andra.
"Siap dok, terima kasih."
Andra merenggangkan ototnya selsai merapikan peralatan kerjanya, alat kerja yang Andra pakai juga sudah dirapikan dan dimasukkan kedalam loker milik pribadinya.
"Kita pulang sekarang," bermonolog sendiri.
Ketika Andra akan berjalan keluar menuju lift, Andra tidak sengaja berpapasan dengan Reyhan yang juga ingin pulang.
"Ikut gue yuk!" Ajak Reyhan.
"Kemana?"
"Ke toko bunga milik kekasih gue."
Andra mengernyitkan dahinya, toko bunga kata Reyhan. Mengapa ia merasa kalau akan datang ke toko bunga milik Afiqah, namun ia meyakinkan bahwa tidak hanya milik Afiqah saja bukan.
"Ayo ikut, sudah pake mobil gue saja kali ini. Mobil Lo taruh disini. Biar besok Lo bareng gue," jawab Reyhan.
"Sepertinya gue bawa mobil sendiri saja, sekalian gue mau ke rumah nyokap."
Reyhan tersenyum senang, "Pas banget, toko bunga kekasih gue. Berada di dekat rumah orang tua lo," ucap Reyhan.
Degh.
Andra semakin yakin, akan apa yang ia rasakan saat ini. Tapi Andra masih belum mengetahui, rasa yang sekarang melingkupi hatinya.
"Enggak mungkin kan, toko bunga milik Si Jutek." Batin Andra
Perjalanan menuju toko bunga semakin dekat, Andra melihat arah jalan yang ia lewati. Seperti jalanan menuju toko bunga yang pernah Ia datangi.
Memarkirkan mobilnya di sisi pinggir jalan, setelah itu mereka keluar dari masing-masing mobil.
"Kok disini?" Gumam Andra.
Perlahan tapi pasti, Reyhan mengajak Andra jalan menuju beberapa toko bunga yang sore ini masih buka. Sepertinya masih banyak pelanggan yang akan membeli bunga. Dan sampailah di toko bunga yang Reyhan yakini adalah toko bunga milik kekasihnya.
"Enggak mungkin Afiqah kan kekasih Reyhan," batin Reyhan.
Masuk kedalam toko bunga bernama ' Afiqah Florist', lalu Reyhan mengapa kedua wanita yang salah satunya kekasih Reyhan.
"Assalamualaikum, sayang." Ucap Reyhan
"Waalaikumsalam, Rey."
Degh.
"Afiqah, jadi kekasih Reyhan itu Afiqah. Mereka berpacaran sejak kapan?"
"Sayang, ini Andra sahabat aku ketika sekolah dulu. Kenalan dulu biar kalian semakin akrab."
Afiqah menatap wajah Andra yang sudah tidak asing baginya, mereka baru diperkenalkan oleh Reyhan hari ini. Namun, mereka sudah mengenal sebelumnya sebagai penjual dan pembeli di toko ini.
"Hai, gue Andra."
"Ehm, aku Afiqah kekasih Reyhan."
"Ck, nggak perlu dikasih tahu juga kali. Gue juga sadar diri."
"Sepertinya kalian sudah akrab banget."
"Nggak." ucap Andra dan Afiqah bersamaan.
Reyhan tertawa kencang, mendengar jawaban sama dari mulut Andra dan Afiqah kekasihnya.
"Kalian itu seperti Tom dan Jerry."
"Nggak, jangan samakan kita sama Tom dan Jerry." ucap Andra dan Afiqah bersamaan kembali.