Bab 57

1128 Kata

Malam itu udara terasa lebih dingin dari biasanya. Hujan baru saja reda, meninggalkan sisa embun di dedaunan di depan rumah kontrakan mereka yang nyaris roboh. Renata duduk di lantai, bersandar di dinding kayu yang mulai rapuh, memandangi ibunya yang terlelap di ranjang kecil. Napas Mira terdengar berat, diselingi batuk sesekali. Di sisi ranjang ada baskom berisi air hangat dan handuk kecil — tanda kalau Renata baru saja mencoba menurunkan panas ibunya. Lampu minyak di meja berkelip-kelip. Renata menatap nyalanya lama, pikirannya berkelana entah ke mana. Di luar, suara jangkrik terdengar samar. Di dalam, hanya ada suara napas berat dan detak jarum jam. Gadis kecil itu menggenggam lembar kertas yang ia ambil dari tas sekolahnya. Nilai ulangannya — angka tujuh puluh lima, dengan tulisan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN