Hujan baru berhenti menjelang subuh. Langit masih gelap, dan udara lembap menempel di dinding kamar yang lembab. Renata belum tidur semalaman. Ia duduk di lantai, memeluk lututnya sambil menatap wajah ibunya yang tertidur dengan napas berat. Wajah Mira pucat, tubuhnya lemah, tapi bahkan dalam kondisi seperti itu pun, tangannya masih menggenggam ujung selimut Renata, seolah takut anaknya akan pergi. Di luar, ayam jantan mulai berkokok. Renata bangkit perlahan, menyalakan kompor minyak dan mulai menyiapkan air hangat. Ia tak ingin membangunkan ibunya, tapi bunyi kecil dari tungku membuat Mira tergerak. “Renata…” Suara itu pelan, hampir tak terdengar. “Iya, Ma?” Renata berlari kecil ke sisi ranjang. “Kamu belum tidur ya?” Renata menggeleng cepat. “Aku nggak ngantuk. Aku cuma mau siapin

