“Bumi? Kamu disini?” Reina menatap tak percaya Rakabumi yang ada dihadapannya, padahal dia sama sekali belum menghubungi pria itu, bahkan dia baru saja hendak pergi menuju kantor pria itu. Tapi, siapa sangka, Rakabumi sudah ada disini sekarang. “Reina,” Reina menoleh, menemukan mertuanya di belakang tubuh tegap Rakabumi. Dia segera dihampiri Shara, dipeluk oleh ibu mertuanya itu. “Yang sabar, ya, sayang. Papa kamu pasti baik-baik aja. Reina jangan berhenti berdoa, ya.” Reina mengangguk dalam pelukan Bunda, dia benar-benar bersyukur, mendapatkan mertua seperti Shara. Jarang sekali dia melihat ada ibu mertua yang bisa sebaik ibu sendiri pada menantunya, jarang sekali. Namun, dia menemukan itu pada sosok Bunda. “Ayah dapat kabar dari orang-orang terdekat, katanya Papa kamu kolaps

