Lagi, Dion dibuat terbahak menanggapi gerutuan Rachel yang kini menggembungkan kedua pipi sampai manik indah itu menyipit lucu. "Nistain gue aja terus, Ra, selagi itu bisa bikin lo happy, gue nggak apa-apa suer deh." Tepukan lembut di pucuk kepala Rachel yang semakin lama semakin manyun menjadi pemandangan yang paling menarik untuk Dion Casa. "Lo jelek sumpah sekarang kalo nangis, mau marah? Ayo sini, Ra, sama gue sampe puas!" Marahlah selama mungkin, Dion paling tidak bisa melihat Rachel menangis pilu hanya karena satu cowok yang bukan siapa-siapanya. "Enak di lo, tapi malu yang gue sendiri tanggung. Muka gue lagi nggak banget, mohon menyingkir." Entah kenapa tuh, anak mendadak sopan berbicara. Dion hanya menggeleng, tidak terlalu heran karena otak cewek berambut ikal itu memang rada

