Di dalam ballroom hotel yang megah, gemerlap lampu kristal dan hiasan berkilauan menciptakan suasana yang mewah dan elegan. Suara langkah kaki dan bisikan-bisikan cair mengisi ruangan saat para tamu yang berpakaian anggun dan berjas tertawa dengan semangat. Di panggung, sebuah band memainkan musik yang memukau, mengajak para tamu untuk berdansa dengan riang. Meja makan dipenuhi dengan hidangan lezat yang dihidangkan dengan indah, dan para pelayan bergerak dengan lincah menghadirkan minuman segar. Ballroom tersebut telah berubah menjadi tempat di mana kegembiraan dan keceriaan bergema sepanjang malam.
Chessy kembali bergabung dalam pesta, meskipun Clive memastikan bahwa dia hanya menganggap Gita rekan bisnis. Namun, tidak dipungkiri bisa saja dengan cara Gita melakukan pendekatan akan membuat perasaan Clive menjadi suka pada Gita. Apalagi Gita adalah wanita cantik dan cerdas, pria mana yang bisa menolak pesonanya?
Chessy mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan, ia melihat Gita di meja minuman, wanita itu terlihat mencurigakan. Chessy bergerak ke arah Gita dengan perlahan agar wanita itu tidak menaruh curiga.
Gita mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memasukannya ke dalam minuman. Chessy menutup mulut, penasaran dengan apa yang dimasukan Gita ke dalam minuman. Gita mengaduk minuman dengan sendok, kemudian wanita itu berjalan membawa gelas itu.
Ternyata Clive telah kembali dari toilet, Gita menghampirinya.
"Cukup lama bagi seorang pria di toilet," sindir Gita.
Tentu saja Clive lama karena ia bukan hanya ke toilet, tapi juga mengobrol dengan Chessy, tepatnya berdebat.
"Begitulah," jawab Clive singkat. Pria itu tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskannya kepada Gita.
Gita cukup memahami bahwa Clive tidak suka diatur. Clive tipe pria bebas dan melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
"Ini, aku telah mengambilkan minuman untukmu." Wanita itu menyerahkan gelas yang dibawanya kepada Clive.
Pria itu menerima gelas tanpa prasangka. Clive telah bersiap untuk meminum wine yang diberikan oleh Gita, sedikit lagi minuman itu akan menyentuh bibir Clive.
Chessy yang mengawasi Gita, sadar bahwa minuman itu ternyata buat Clive. Pasti Gita memiliki niat tersembunyi kepada Clive. Chessy harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pria itu. Chessy menyenggol tubuh Clive membuat minuman tumpah pada jas Clive.
"Oh maaf, aku tidak sengaja." Chessy mengambil tissu dalam tasnya dan melap wine yang telah mengotori pakaian Clive.
"Ah tidak apa-apa." Clive meletakan gelas saat pelayan melewati mereka.
"Maafkan kecerobohanku!" Chessy masih sibuk membersihkan Jas Clive.
"Please Chessy, ini bukan masalah besar." Clive meraih tangan Chessy yang tengah membersihkan jasnya.
"Apa kalian telah saling mengenal?" selidik Gita mendengar Clive berbicara dengan Chessy dengan bahasa informal. Kedatangan Chessy saja telah membuat ia kesal, ditambah lagi Chessy menggagalkan rencananya.
"Eh, Kenapa Anda mengambil asumsi seperti itu?" tanya Chessy, wanita itu membalikan tubuh menghadap Gita.
"Kami hanya kebetulan satu pesawat," sahut Clive cepat. Pria itu tidak ingin membuat Gita curiga bahwa mereka memang saling mengenal.
"Ah, Aku ingat kalian dari kota yang sama," ucap Gita.
"Benar, mungkin aku bisa membantumu membersihkan jasmu?" tawar Chessy.
Gita tidak suka karena Chessy selain menggagalkan rencananya, juga menurut pandangan Gita mencoba merayu Clive.
"Nona Chessy, seharusnya kau berhati-hati," tegur Gita dengan nada kesal.
"Tidak apa-apa, ini hanya mengenai sedikit saja, aku akan membersihkannya." Dengan langkah cepat. Namun, tetap terhormat, Clive bergegas ke toilet setelah insiden tumpahan anggur tersebut. Di sana, ia dengan hati-hati mencoba membersihkan jasnya yang terkena noda anggur dengan kertas tisu dan air yang ada. Meskipun suasana toilet tidak sesuai dengan acara yang elegan, dia tetap fokus pada tugasnya untuk mengembalikan jas ke keadaan semula.
Sementara Chessy menoleh ke arah Gita.
"Nona Gita, saya permisi dulu." Chessy berpura-pura menuju tempat camilan karena Gita seperti memperhatikannya. Chessy mencoba mengambil sepiring camilan dan memakannya secara perlahan-lahan. Wanita itu lega ketika Gita diajak mengobrol oleh seorang rekan kerja lainnya.
Chessy bergegas ke toilet ia harus memberikan peringatan kepada Clive. Wanita itu menunggu di luar pintu toilet pria. Beberapa pria keluar dan masuk, mereka sedikit heran dengan kebwradaan Chessy. Wanita itu sedikit kesal karena Clive belum juga keluar dari toliet padahal Chessy sudah lama menunggunya.
Ketika Chessy mulai bosan dan akan meninggalkan toilet. Pria yang dinantinya akhirnya menampakan puncak hidungnya. Clive heran melihat Chessy berada di depan pintu toilet pria.
"Chessy? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Clive, pria itu mendekat ke arah Chessy.
Dengan tekad dan sedikit usaha, pria itu berhasil menghilangkan sebagian besar noda anggur, meskipun beberapa bekas noda tetap terlihat.
"Aku menunggumu," jujur Chessy.
"Menungguku? Ada apa?" Clive merasa aneh, bukankah tadi Chessy kesal padanya?
"Ikut aku." Chessy menarik tangan Clive agar mereka sedikit menjauh dari toilet. Pria itu hanya pasrah ketika Chessy membawanya ke pojok lorong.
Mereka berhenti di tempat yang cukup sepi. Wanita itu memperhatikan sekeliling, hanya untuk memastikan bahwa Gita tidak menuju toilet juga.
"Ada apa?" Sikap Chessy dirasa aneh oleh Clive. Pria itu ikut memandang ke arah pandangan Chessy.
"Apa ada seseorang yang mengikutimu?" lanjut Clive tidak sabaran.
"Oh, bukan. Aku hanya ingin memberitahumu, agar kau berhati-hati dengan Gita," ungkap Chessy.
Pria itu menelaah wajah Chessy, kemudian mengambil kesimpulan.
"Ada apa dengan Gita memangnya?" Clive tidak mengerti dengan perkataan Chessy yang terkesan memfitnah Gita.
"Kau tahu aku sengaja menumpahkan minumanmu itu," jujur Chessy.
Clive menatap tidak percaya, apakah Chessy sebegitu cemburunya?
"Kenapa kau melakukan itu?" Clive mendekatkan tubuhnya ke arah wanita itu membuat jarak di antara mereka terkikis.
"Tentu saja untuk menyelamatkanmu," jawab Chessy dengan suara kesal.
"Menyelamatkanku? Dari apa?" Clive merasa Chessy terlalu mengada-ngada.
"Tentu saja dari jebakan Gita." Chessy kesal karena Clive seperti meremehkannya.
"Jebakan?" Pria itu mengerutkan kening dan memandang Chessy, meminta penjelasan padanya.
"Tadi, ketika kau di toilet, aku melihat Gita memasukan sesuatu ke dalam gelas minuman yang diberikannya padamu, makanya aku menyenggolmu, agar kau tidak meminum wine itu," terang Chessy. Wanita itu mendorong d**a Clive karena posisi mereka sedikit intim.
"Kau yakin, melihat Gita memasukan sesuatu ke dalam miniman itu? Bisa saja kau salah lihat," ucap Clive.
"Aku sangat yakin. Kau harus berhati-hati dengan wanita itu." Chessy memberiperingatan kepada pria dihadapannya itu.
Clive tersenyum, bagi pria itu Chessy terlihat cemburu dan menggemaskan.
"Aku yakin! Kau hanya cemburu."
Chessy menatap tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan Clive.
"Apa katanya? Chessy cemburu? Clive benar-benar buta," batin Chessy kesal karena pria itu tidak mempercayai ucapannya.
"Terserah kau saja." Chessy mendorong tubuh Clive dengan kasar. Wanita itu keluar dari pesta dan menuju kamarnya.
-TBC-