Setelah berpamitan dengan Adipati, Zaf dan Rane meninggalkan rumah dengan mobil porsche yang memang keluaran terbaru hadiah ulangtahun dari ayahnya, Zaf yakin mobil ini akan begitu mencolok di kampus.
Zaf memutar kemudi setelah membaca bismillah, mengemudi mobil Zaf tak terlalu handal dalam artian ia hanya bisa membawa mobil dengan kecepatan sedang karena ia terbiasa membawa motor matic kesayangannya.
"Gila ya Zaf, gue gak sangka lo benar-benar orang kaya" Rane membuka keheningan dengan suaranya
"Apanya yang gila? Yang kaya ayah gue"
"Ayah lo begitu baik dan sayang banget sama lo ya, baru sehari ketemu sama gue ayah begitu baik jadi kangen daddy gue yang sikapnya mirip ayah" Zaf tak menanggapi namun ia hanya mengangguk
"Zaf lo kenapa sih harus pura-pura terlihat miskin, padahal ayah lo kerja kan buat lo"
"Apart lo dimana?" Rane menyebutkan alamat apartemennya
"Gue gak pura-pura, gue memang lebih suka naik motor"
"Tapi kenapa gak motor gede? Kenapa harus motor butut itu?"
"Apa masalahnya? gue hanya mau menuntut ilmu dengan tenang, gue gak mau jadi pusat perhatian"
"Yaya terserah itu pilihan lo."
Dua puluh menit kemudian mobil masuk ke basement apartemen mewah, Rane tinggal sendiri di apartemen mewah yang dibelikan orangtuanya, entah apa yang membuat Rane tinggal sendiri di Indonesia jauh dari keluarganya, Zaf belum tahu, mungkin nanti akan ia tanyakan.
Mereka memasuki unit 10 setelah lift terbuka, Rane membuka pintu setelah menekan password, tanpa sengaja Zaf melihat dan ia menghafalnya password unit apartemen istrinya itu.
Zaf dan Rane masuk, lampu menyala dan terlihat ruangan yang begitu luas, ruang tamu yang tidak rapi juga tidak berantakan, Rane memakai sandal rumahnya ia langsung memasuki kamarnya yang diikuti Zaf.
"Eh Lo ngapain ngikutin gue? Duduk sana!" ucap Rane menghalangi Zaf masuk ke wilayah pribadinya
"Mau lihat" ujar Zaf ia menerobos masuk ke kamar Rane
"Ya ampun Rane kamar lo berantakan banget, lo cewek bukan sih?" Oceh Zaf saat melihat kamar gadis itu yang super berantakan, pakaian berserakan dilantai, bungkus makanan dimana-dimana, buku buku yang tak beraturan, dan apa itu mata Zaf melotot melihat dalaman Rane untuk kedua kalinya yang berada dipinggir kasur tempat yang ia duduki sekarang.
Rane merebut branya dari tangan Zaf lalu melemparnya ke sembarang tempat
"Lagian ngapain sih lo ikut masuk, inilah kamar gue, siap-siap aja kamar lo bakalan begini, salah sendiri nikahin cewek kaya gue"
"Enak saja, gue gak bakalan membiarkan kamar kita kaya begini Ella. Lo harus berubah!"
"Emang gue power ranger? Dan apa itu Ella? Gue Rane"
"Lagian Zaf kenapa sih kita harus serumah dan sekamar, gue tinggal disini aja, kita pisah selesai kan? Sebelum semuanya terlalu jauh"
"Gue udah bahas kan, gue serius dengan pernikahan ini, lagi lo sudah setuju kan kita awali dengan menjadi teman"
"Teman? Tapi teman gak tinggal serumah dan sekamar Zaf"
"Karena kita Teman tapi sah, lo harus nurut sama gue Rane, karena mulai sekarang atm lo akan berhenti diisi dari orangtua lo"
"Apa? Yang benar saja, bohongkan mana mungkin daddy gue begitu"
"Gak percaya? Tanya saja, dan buktikan tanggal 1 besok lo dapet transferan apa enggak" ujar Zaf begitu santai. Zaf juga baru mengetahuinya tadi saat subuh, ternyata ayah dan ayah mertuanya berkomunikasi lagi saat tengah malam. Karena perbedaan waktu Ayahnya masih bisa menghubungi besan dadakannya.
Marino daddy Rane percaya dengan Adipati dan Zaf, ia menyerahkan putrinya dan membiarkan putrinya hidup bersama mereka.
Rane pasrah mana mungkin ia hidup sendirian disini dan tanpa uang, mana uang di atmnya menipis. Mungkin nanti ia akan menelpon daddynya.
Zaf menyuruh Rane merapihkan kamar sebelum mereka berangkat kuliah, Rane menolak ia tak terbiasa, biasanya Rane akan memanggil tukang bersih-bersih yang disediakan apartemen ini.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi akhirnya mereka berdua keluar meninggalkan apartemen yang berantakan itu. Zaf akan menyuruh gadis itu membereskan kamarnya nanti sepulang kuliah sekalian membereskan barang untuk pindahan kerumahnya.
Zaf meminggirkan mobilnya di tepi jalan padahal kampus masih lumayan jauh bila jalan kaki, ia membuka seat belt.
"Lo bawa aja mobilnya"
"Terus elo?"
"Jalan kaki, gue gak kebiasa bawa mobil" Rane mengangguk setelah Zaf keluar dari mobil ia pindah duduk kebagian kemudi, Rane tersenyum kapan lagi ia bisa ganti mobil. Ia yakin pasti pada terpesona dengannya.
Rane memakai lipstik dan membenarkan tatanan rambutnya, penampilan nya benar-benar highclass dengan dress mahal dan tas mahal padahal ia hanya kuliah saja namun Rane selalu menjaga penampilan. Rane salah satu mahasiswi sosialita yang hits dikampus.
Rane menjalankan mobil mewahnya pelan yang begitu membuatnya harus hati-hati membawanya untuk tak membuat mobil Zaf lecet. Ia yakin mobil ini lecet sedikit perawatan nya akan begitu mahal.
Lima menit kemudian Zaf sampai dikampusnya, cepat karena Zaf ditawarkan bareng dengan sahabatnya yang membawa motor. Baru saja ia ingin berjalan kearah fakultasnya sebuah mobil mewah melintas membuat beberapa orang menatap penasaran siapa yang membawa mobil mewah tersebut ke kampus. Mobil itu berhenti di parkiran mobil.
Zaf dan Dhani ikut menatap mobil itu dari jauh.
"Zaf itu bukannya mobil lo?" bisik Dhani, Dhani sahabatnya memang mengetahui Zaf luar dalam, sahabat yang sangat dipercaya Zaf.
"Iya"
Seorang gadis keluar dari mobilnya bak artis Rane keluar mobil begitu anggunnya.
Para perempuan menatap Rane dengaan iri sedangkan laki-laki menatap Rane memuja. Padahal hari ini Rane memakai dress yang sedikit menutup karena perintah teman tapi sah nya itu namun tak membuat kecantikan gadis 21 tahun itu memudar, Rane selalu cantik dan memikat
"Ranella, dia Rane anak Fashion design yang terkenal itu kan? Kok bisa pakai mobil lo Zaf? Jangan bilang mobil lo dijual?" ucap Dhani tak percaya mereka berdua berdiri agak jauh dari kerumunan
"Nanti gue cerita ya Dhan, Rane itu istri gue" bisik Zaf membuat Dhani keselek ludahnya sendiri
Mana mungkin? Rane sangat jauh dari kriteria wanita sholeha yang diidamkan Zaf.
Zaf dan Dhani berjalan berdampingan melewati kerumunan, mata Dhani masih penasaran melihat gadis yang katanya menjadi istri sahabatnya?
Zaf dan Dhani kedua laki-laki dari jurusan bisnis itu selalu terlihat sederhana tak jarang mereka berdua selalu direndahkan mahasiswa lainnya, Universitas yang kebanyakan memang orang berkelas semua, namun nyatanya Dhani dan Zaf bukanlah orang tidak punya melainkan mereka berdua memang lebih suka hidup apa adanya. Zaf sangat beruntung bisa bertemu dan kenal Dhani di awal kuliah.
"Rane sayang" seorang laki-laki menghampiri Rane dan langsung merangkulnya, Rane tersenyum pacarnya mau merangkulnya didepan umum, beberapa bulan berpacaran dengan Geral Rane baru merasakan ini, ia senang akhirnya perjuangannya mengejar Geral tak sia-sia
"Mobil baru yang?" Rane mengangguk, mereka berjalan melewati dua orang laki-laki yang berdiri menatapnya.
Zaf menatap Rane, wanita itu hanya sedikit tersenyum dan selebihnya cuek.
"Rane!" panggil Zaf membuat pasangan itu menengok, Geral menatap Zaf sinis
"Apa?"
"Mobilnya belum ke kunci" setelah berbicara itu Zaf berjalan melewati mereka yang terbengong.
Mobil itu adalah mobil miliknya jadi Zaf tau mobil itu sudah kekunci atau tidak.
.