“Aku khawatir dengan dirimu. Jika kau mau ke kapal dahulu hanya satu ucapanku, ulur waktu dan serang selagi masih bisa,” kata Amut. “Terima kasih, Sayangku. Aku akan mencoba untuk mengingat semua itu.” Yina mengisyaratkan barang yang dibawa Amut untuk ikut serta dibawa ke kapal. Semua barang belanjaan Amut serahkan kepada Yina. Dua barang belanjaan yang berbeda membuat Yina sedikit keberatan untuk mengangkut. Bukan hanya berat masa saja tapi juga volume yang besar yang mana hal ini sedikit mengganggu arah pandang. Dengan sangat hati-hati. “Kak, butuh bantuan?” tawar seorang lelaki yang lebih muda. “Terima kasih, mohon bantuannya.” Yina menyerahkan beberapa barang ke kuli angkut. Kedua orang tersebut berjalan menuju ke kapal sesuai dengan arahan dari Yina. Anak tangga dinaiki sehingga

