Peranku Apa

1050 Kata

“Yina, apakah kau sudah mati?” tanya seorang lelaki sambil menggoyang-goyangkan tangan perempuan yang tergeletak di lantai dek kapal. “Amut, maafkan aku yang tak bisa menemanimu lebih jauh lagi. Aku bukan wanita yang tercipta untuk bertarung. Sampai di sini saja hidupku. Aku senang bisa mengakhiri hidup ini didekarmu. Terima kasih telah membalaskan dendam keluargaku.” Yina masih saja menutup mata. “Yang, sejak kapan orang mati bisa bicara dan bernapas?” “Apa? Kau bisa berbicara dengan orang mati? Tunggu aku untuk membawakanmu ke hadapan kerabatku.” Yina merasakan tubuh telah melayang. Arah belum bisa dikendalikan. Dia pun berpikir belum mahir selepas melepaskan nyawa dari tubuh. “Bukan, kau masih hidup. Bukalah matamu.” Perkataan Amut dituruti Yina. Kedua mata terbuka, yang di lihat l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN