Di depan pintu utama rumah keluarga Indrawan yang seperti istana, Alessa berjalan pergi dengan koper ditangannya.
"Lepaskan." Ujar Alessa pada Ricky yang sedari tadi menahan tangan Alessa yang hendak pergi dari rumah.
"Aku tidak akan melepaskanmu, Ale." Ujar Ricky sambil menahan tangan Alessa yang ditangkis Alessa.
"Ale bilang lepaskan Ale, kak." Ujar Alessa lagi yang sudah sampai didepan mobilnya.
"Bisakah jangan membesar-besarkan hal kecil, Ale?" Ujar Ricky marah pada Alessa yang tidak mendengarkan perkataan nya.
"Hal kecil? Bagi seorang istri, perselingkuhan suami bukanlah hal kecil. Lepaskan tanganku." Ujar Ale yang lebih marah mendengar perkataan Ricky yang mengatakan kalau perselingkuhan adalah hal kecil.
"Hentikan." Suara tegas Nyonya Tyas Indrawan membuat Alessa dan Ricky berhenti bertengkar. Tyas didampingi sang putri, Ratna menghampiri Alessa dan Ricky.
"Masuklah. Ada yang ingin kubicarakan." Tegas Tyas pada mereka yang membuat Alessa dan Ricky masuk kembali kerumah.
Saat Alessa hendak masuk, langkahnya terhenti saat Tania yang sudah sampai di rumah keluarga Indrawan memanggilnya.
Alessa langsung menghampiri adiknya dan bertanya "Mengapa Tania kesini? Apa Tania sudah pergi ke RS? Apa Tania terluka?" Tanya Alessa bertubi-tubi sambil mengelus lembut rambut adiknya.
"Kakak tidak perlu mengkhawatirkan Tania. Tania baik-baik saja." Jawab Tania lembut pada sang kakak tiri.
"Kakak minta maaf sudah membuat Tania terluka." Ujar Alessa lembut merasa menyesal telah membuat Tania ditampar Amanda.
Tania pun menjawab dengan lembut "Kakak tidak perlu meminta maaf terhadap Tania. Ini juga tanggung jawab Tania karena Tania adalah adik kakak. Siapapun yang berani menyakiti kakak, harus menghadapi Tania dulu. Dan juga Tania pun tahu, tidak peduli siapapun yang menyakiti Tania, Kak Ale juga akan menghadapi nya." Ujar Tania lembut dan langsung memeluk kakak tirinya itu. Alessa pun membalas pelukan Tania dengan penuh kasih sayang.
Lalu Tania pun pergi dan Alessa masuk kembali kerumah besar keluarga Indrawan didampingi Ratna.
Diruang keluarga, Rama, Tyas dan Ricky sudah menunggu Alessa.
Belum sempat Alessa duduk, Tyas langsung berdiri dengan nada marah berkata "Memarahi dan memukul suami sendiri di depan umum menunjukkan kalau kau tidak menghormati suamimu."
Alessa pun menjawab dengan tenang perkataan mertuanya "Kalau begitu, suami yang membawa selingkuhannya ke tempat umum. Apa masih harus dihormati oleh istrinya?"
"Aku telah mempersiapkan semuanya termasuk pengunduran diriku agar Ricky bisa duduk di tahta penguasa (Presdir Group Indrawan) dengan sempurna tapi kau malah merusak semuanya karena bertengkar di Restoran." Ujar Tyas marah karena banyak berita keluar mengenai Alessa dan Amanda yang bertengkar di muka umum.
"Saya tidak sudi ditertawai oleh selingkuhannya lewat telpon. Memberitahu saya kalau suami saya sedang bermesraan dengannya seperti mengatakan kalau saya adalah wanita bodoh yang diam saja diselingkuhi." Ujar Alessa membela dirinya karena disalahkan oleh ibu mertuanya.
Ayah mertua Alessa yang tak lain adalah suami Tyas tersenyum dan mengatakan "Hal itu sangat wajar bagi kaum lelaki. Tidak cukup dengan satu wanita saja. Untuk apa Alessa membesar-besarkan masalah ini?"
"Perselingkuhan adalah hal yang biasa. Tidak setia kepada istri adalah hal kecil. Ucapan ayah seperti pria egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Alessa tidak bisa menerimanya. Sampai mati juga Alessa tidak bisa menerimanya." Jawab Alessa pada Ayah mertuanya sambil sedikit menaikkan nada bicaranya karena emosi.
Rama pun berdiri dan mencoba menenangkan Alessa "Ale, sebaiknya kamu tenang dulu. Setelah tenang baru bicara lagi."
Ratna yang berdiri disamping Alessa membela Alessa "Tapi ini salah Kak Ricky. Kenapa ayah dan ibu tidak memarahi nya malah memarahi Kak Alessa?
Ricky yang mendengar perkataan adiknya pun juga ikut berdiri dan dengan marah berkata "Hei. Aku ini yang Kakakmu, Rat bukan Alessa."
Ratna pun dengan marah menjawab perkataan Ricky "Justru karena kakak adalah kakak ku. Kelakuan kakak seperti sampah."
Mendengar perkataan Ratna membuat Ricky marah dan menunjuk Ratna agar sopan padanya karena Ricky lah kakak kandungnya bukan Alessa.
Sedangkan Tyas yang melihat kedua anaknya bertengkar, dengan marah menyuruh mereka untuk berhenti yang membuat Ricky dan Ratna langsung berhenti karena di rumah besar Keluaga Indrawan tidak ada yang berani melawan Tyas.
"Statusmu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model murahan itu. Kenapa tidak bisa mengontrol emosimu? Sebagai istri seorang Presdir, kamu harus belajar mengontrol emosimu." Ujar Tyas kembali pada Alessa.
"Kalau begitu Ale minta maaf. Tidak bisa menghadapi perselingkuhan suami dengan tenang. Padahal jelas-jelas Ale telah memiliki Anda, Ibu mertua sebagai contoh yang baik." Ujar Alessa santai pada ibu mertuanya yang membuat Tyas membelalakkan kedua matanya marah, tidak menyangka kalau Alessa menyerang nya dengan kata-katanya sendiri .
Sudah tidak asing lagi bagi Keluarga Indrawan saat mendengar kalau Rama Indrawan yang tak lain adalah Ayah Ricky dan Ratna sering tidur dan bermesraan dengan karyawan muda yang berkerja di Indrawan Group.
"Kalau sudah tidak ada urusan lagi dengan saya, saya permisi." Ujar Alessa hendak pergi dari rumah besar keluarga Indrawan.
Ricky mencoba menghalangi Alessa dengan berkata "Kamu mau pergi kemana?"
Pertanyaan suaminya pun dijawab Ale dengan santai "Aku tidak suka berbagi barang terutama suami." Skak Ale pada Ricky yang hanya bisa terdiam.
Melihat Alessa yang hendak pergi dan anaknya yang kalah karena perkataan Alessa, Tyas pun ikut campur "Aku akan memberhentikan Ricale Organize."
Mendengar perkataan Ibu mertuanya membuat Alessa menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap ke arah Tyas.
"Lalu aku akan memecat semua karyawanmu." Sambung Tyas pada Alessa yang sudah berbalik.
"Anda tidak bisa berbuat seperti itu Ricale (Ricky & Alessa) Organize adalah perusahaan yang Ale bangun sendiri dan karyawan disana sudah seperti keluarga Ale sendiri." Ujar Alessa marah.
"Aku tahu kalau kau yang membesarkannya sendiri dan sangat mencintai para karyawanmu. Namun aku juga sangat mencintai putraku." Ujar Tyas sambil tersenyum sinis.
Mendengar perkataan ibu mertua nya yang tidak tahu malu membuat Alessa semakin marah dan memilih pergi dari rumah besar terkutuk ini.
Melihat Alessa yang pergi, Ricky berteriak memanggil-manggil nama Alessa sambil menyusulnya.
Diluar Ale sudah memasukkan koper ke bagasi dan hendak masuk ke mobil sebelum tangan Ricky menahannya.
"Ale, tunggu, Ale." Ujar Ricky sambil menahan tangan Alessa yang langsung didorong oleh Alessa sambil berkata pada Ricky untuk melepaskan tangan nya.
"Kakak minta maaf. Redakanlah emosimu, tenanglah dulu, Ale. Hari ini adalah hari ulangtahun pernikahan kita. Kita lupakan saja hal tadi dan ayo kita rayakan anniversary pernikahan kita, ya?" Ujar Ricky berusaha membujuk Alessa. Alessa pun dengan tegas menolak Ricky.
"Ale, justru karena Ale seperti ini. Jika sudah emosi tidak bisa mengontrol nya. Justru karena kamu seperti ini." Ujar Ricky lagi yang membuat Alessa semakin marah.
"Lantas kenapa kalau Ale seperti ini? Ale seperti ini, jadi kakak boleh selingkuh? Jika kakak tidak ingin Ale lepas kontrol, seharusnya dari awal jangan menyulut emosi Ale. Siapa istri di dunia ini yang tidak akan emosi jika suaminya selingkuh?" Ujar Ale marah marah pada Ricky.
Mendengar Ale yang marah-marah lagi membuat Ricky mengerutkan dahinya dan menyuruh Alessa berhenti.
"Aku tak ingin berselisih ataupun bertengkar denganmu, Ale. Pokoknya aku minta maaf dan masalah ini selesai sampai disini saja. Jangan ungkit lagi masalah ini." Ujar Ricky sambil menggenggam tangan Alessa.
Alessa pun bertanya "Kakak akan mengakhiri hubungan kakak dengan wanita itu kan?". Namun Ricky hanya diam yang berarti Ricky tidak akan mengakhiri hubungannya dengan selingkuhannya itu.
Alessa pun mengerti, Alessa menghempaskan tangan Ricky yang menggenggam nya lalu mendorong tubuh Ricky menjauh darinya dan masuk ke mobilnya kemudian pergi meninggalkan suaminya yang tak tau diri itu.
Ricky hanya bisa memandang kesal kepergian Alessa. Tyas yang keluar saat mendengar suara mobil Alessa langsung bertanya pada putranya apakah dia berhasil membujuk Alessa.
Ricky yang hanya diam membuat Tyas tahu kalau Ricky gagal membujuk Alessa dan membiarkan Alessa pergi.
Dengan marah, Tyas berkata "Bukankah ibu sudah memberitahumu kan? Sekarang kau adalah perwakilan dari citra Proyek Starlight. Keharmonisan keluarga sangatlah penting. Proyek ini juga sangat besar. Jangan membuat masalah dan jangan berulah lagi. Bujuk istrimu secepatnya karena dia adalah penanggung jawab proyek ini. Kalau tidak, kau akan segera dilengserkan dari posisimu sebagai Presdir Group Indrawan."
Mendengar omelan ibunya, Ricky hanya menjawab singkat "Iya, Bu. Ricky mengerti."
Tyas pun menambahkan usai mendapat jawaban Ricky "Aku menaruh harapan besar terhadap proyek ini. Jangan sampai gagal. Ujar Tyas lalu kembali masuk kerumah meninggalkan Ricky yang bingung diluar.